Thursday, May 2, 2019

Playboy Mencari Musuh Part 1

Part 1

“Apa yang kamu tahu tentang aku? Kau begitu ikut campur dalam kehidupanku?”
“Bukan maksud aku ikut campur tetapi itulah rasa penasaranku terhadap seseorang wanita sepertimu!”
“Apa yang kau inginkan dariku? Kau begitu penganggu!”
“Aku ingin menjadi pasangan dalam hidupmu!”
“Kau bercanda!”
“Tidak, aku tidak pernah bercanda dalam ucapanku itu. Aku serius! Apakah kau akan menerimaku?” berlutut membuka kotak cincin.

Tiba-tiba ia terdorong oleh seseorang hingga jatuh dipelukannya membuat pria itu makin cinta dengannya. Natasya mencoba melepaskan pelukan dari pria itu.
“tetaplah dipelukanku! Aku ingin terus bersamamu!!”
“Kau gila!” teriak Natasya mendorong pria itu dan melepaskan pelukannya.
“apa kau tidak ingin menerimaku?”
“tidaakkkk…!”
“ Jika kau tidak menerimanya. Kenapa cincinku ada di jari manis tanganmu?”
Natasya melihat tangannya, ia pun kaget melihat cincin pria itu berada di tangannya.
“hei, kau.. kau yang memasangkan cincinmu itu ditanganku kan..?” tanya Natasya sinis.
“tidak!” kamu yang mendorongku hinggaa dipelukanku. Mungkin cincin itu ingin menjadi milikmu!” jawab pria itu dengan polos
“Seharusnya aku tidak pernah bertemu denganmu. Mungkin tak jadi begini”kata Natasya mencoba melepaskan cincinnya.
“ikhh.. susah banget lagi melepaskan cincinnya.. ini semua gara-gara kamu tahu!” bentak Natasya.
“itu pertanda baik untukmu dan untukku!”
“pertanda baik apanya yang ada pertanda buruk tahu!”
“itu artinya kamu berjodoh denganku!” jelasnya mulai tersenyum.
“ikhh.. malas aku berjodoh denganmu! Kenal juga ngak..!”
“tapi aku kenal baik kok sama kamu!”
“lo aja kali gue ngak! Malas kalau aku ngeladenin orang kaya lo!”

Datanglah Kahfi teman dari pria itu
“Hei bro.. kenapa begitu lama mengobrol dengan wanita ini saja!” tanya kahfi.
“bentar fi, aku masih ingin bicara dengannya, bisa tunggu dulu di mobil akuu ngak?” tuturnya
“emangnya aku patung apa? Harus menunggumu begitu lama. Ya mungkin sudah dua jam lamanya kau berbicara dengan wanita ini di taman!” ketus Kahfi sambil melirik temannya tajam.
Saking kesalnya ia jadi melirik ke arah Natasya dengan tatapan perayunya.
“apa? Lo lirik-lirik gue?” tanya Natasya sinis
“wanita atau apa sih bilang lo lagi ke gue. Aku punya nama tahu!” ujar Kahfi nyolot.
“bodo..!” makin lama gue disini ketemu teman-temanmu yang narsis lagi!” ucap Natasya mulai pergi.

Kahfi pun memegang tangannya dan memutar balikkan natasya ke arah wajahnya
“kenapa kita ngak berbicara baik-baik saja sih, aku lihat dari penampilanmu aku suka, wajahmu bersih seputuh salju, bajumu modis kaya artis, rambutmu bergelombang seperti hatiku yang melompat-lompat saat melihatmu pertama kali, mungkinkah hatiku ini sudah terpikat olehmu?” tutur Kahfi tersenyum
“lepaskan tanganmu itu, atau kau akan..!” teriak Natasya tidak melanjutkan ucapannya karena Kahfi terus mendekatinya serta menatapnya dengan tajam.
“akan apa? Akan jadi pacar gitu? Atau kau ingin dirayu olehku seperti kau cantik bagai bidadari, kau manis semanis madu, satu hari ku bertemu denganmu, rasanya hatiku cenat-cenut layaknya lagu SMASH untukmu!” gombal Kahfi
Nampaknya teman Kahfi mulai cemburu melihat mereka berdua berdekatan hingga dia memisahkan mereka berdua.
“hei fi, kau kenapa sih? Tidak bisakah sifat playboymu dihilangkan atau dihentikan! Lama-lama aku muak lihat sifatmu yang aneh! Ayo kita pergi dari sini makin lama makin aku biarkan kamu disini makin menjadi-jadi.!” pinta temannya sekaligus mengajaknya kembali ke mobil bersama.
Mereka pun pergi meninggalkan Natasya di taman. Sebelum pergi Kahfi mengedipkan matanya ke arah Natasya. Membuat ia kegr-an dengan kedipan mata pria itu.
“apakah ucapannya adalah kenyataan? Sungguh ini pertama kalinya aku digombalin oleh seorang pria!” ujar hatinya tersipu malu.

Datanglah Laura mengejutkan Natasya dari belakang
“Tasya…”
“(Kaget) ekhhh.. Laura ngagetin aku aja deh, kirain siapa?”
“tadi aku panggil-panggil kamu gak ngejawab, buat aku khawatir! Ekhh.. tadi aku lihat dua pria itu, kamu tahu mereka siapa?” tanya Laura Heran.
“apa? Pria ya! Ahh.. itu bukan siapa-siapa kok. Mereka nyasar kali! Gugup Natasya
“hmmm. Jangan bohong deh, aku sudah tahu kamu dari sejak kecil, pasti kamu ada hubungannya dengan dua pria itu kan? Ayo ngaku!” desak laura seraya menyenggol-nyenggolkan pundak Laura kepada temannya supaya mengaku.
“ahh. Tidak!.. beneran kok Laura!” jawab Natasya memastikannya dengan mantap
“ sudahlah.. aku tidak akan memaksa kok tasya. Bila kamu tidak mau mengaku, tidak apa-apa! Oh ya, kalau begitu ayo kita pergi dari sini. Tugasnyakan sudah beres kita pulang ke rumah yuk” ajak laura bersemangat
Mereka pun pergi dengan rasa penasaran di hati mereka masing-masing.

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...