Friday, May 17, 2019

PART 30

"tasya jika suatu saat nanti kita berpisah. apakah kau akan terus mengingatku atau melupakan aku?" tanya kahfi sembari memegang tangannya.
"melupakanmu! karena aku tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan masa laluku. aku hanya ingin melaju ke masa depan. bagiku masa depan akan menjadi hari tercerah dan membuat hidupku llebih indah!" tutur tasya sambil melirik ke arah langit biru.
"kau yakin akan melupakan aku?"
"tidak juga sih. karena aku tak ingin kehilanganmu untuk terakhir kalinya. aku ingin walau kita berpisah. hati aku dan kamu tetap saling mencintai dan menjadi jodoh seumur hidupku!" seru tasya seraya memeluk kahfi.
kahfi membangunkan tasya yang terjaduh
"ini sama saat aku bertemu denganmu pertama kalinya tasya!" kata kahfi pada tasya sambil membangunkannya.
"dasar ya. emang kau cowok gombal sedunia!" ketus tasya cemberut melihat kahfi disana.
"kau kenapa tadi berlari?" tanya kahfi heran
"seharusnya aku yang nanya sama kamu! kau kenapa ada dirumahku? mengendap-endap lagi lewat belakang rumahku!" tanya tasya lagi.
"hush! jangan berisik. aku takut ada orang lain mendengar!" ucap kahfi menenangkan tasya.
dugaan kahfi ternyata benar ada orang laiyang mendengar.
"angkat tanganmu penyusup. ini teman-temanmu kan!" seru farul sembari memegang pistol dan membawa teman-temannya ke arah kahfi yang sudah diikat oleh sekomplotan kawan-kawan farul.
""farul. kenapa kau mengikat mereka. apa yang terjadi?" tanya tasya membentak farul
"ayo cepat ke rumah tasya. kau tak usah ikut campur  bila perlu ditanyakan sendiri pada ayahmu. jangan coba untuk membentakku atau meneriakiku!" ajak farul memegang tangan tasya secara paksa.
"ikh.. lepaskan farul. lepaskan!" kata tasya sambil melirik ke belakang melihat kahfi diikat dan dibawa ke rumah tasya secara paksa.
"tasyaa, meski hari ini adalah hari pertemuan terakhir kita. aku mohon agar kau mengingatku selamanya. walau hanya kenangan semata itu bisa menjadi kenangan terindah untukku!" ucap kahfi dalam hati merintih kesakitan.

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...