PART 28
Kahfi terbangun dari kritisnya. Ia baru sadar bila dia berada di rumah nail. Dan ia juga ingat bahwa tasya serta laura dalam keadaan berbahaya. Ia menyuruh suster disampingnya agar cepat melepaskan infusannya tanpa diketahui bimo ataupun nail. Ia keluar dari pintu belakang dengan terengah-engah merintih kesakitan.
Ketika kahfi sampai di tempat tujuan. I a malah dibungkam obat bius dari belakang dan membawanya ke mobil “kau yakin zen, tidak ada yang mengikuti kahfi kesini?” tanya ferry.
“aku yakin fer! Pakaikan baju hitam ini ke kahfi sebelum dia sadar. Kita akan membawanya ke rumah tasya sekarang juga!” kata zen tersenyum.
Ibu victoria mengendap-ngendap masuk ke dalam kamarnya tasya. Namun, sayang saat sudah masuk pintu seseorang memukulnya dari belakang hingga pingsan. Victoria diikatkan tali dan digantungkan diatas tangga yang tinggi oleh farul.
Ibu marwa yang melihat itu langsung pergi ke gudang menyusul tasya. Ia melihat tasya menangis
“non, sebaiknya pergi dan keluar dari rumah ini!” pinta ibu marwa.
“ehh.. mbok! Kenapa memintaku untuk keluar dari rumahku sendiri?” tanya tasya menghapus air matanya.
“mungkin menurut non tasya semua ini begitu aneh. Tapi, yang paling penting adalah keselamatan non tasya. Mbok tak mau bila melihatmu dan memihak orang yang salah. Percayakan pada dirimu sendiri mana yang benar ataupun yang salah. Jangankan keluargamu yang berbuat salah ataupun orang lain kau harus menghukumnya walau terasa berat dan menyakitkan!” jawab ibu marwa sembari memeluk tasya.
“maksud mbok apa? Tasya sunggu tidak mengerti!”
“nanti jika kau mengingatnya. Kau akan mengerti apa yang mbok ucapkan! Jika kau bertemu kahfi titip salam dari bunda marwa untuknya dan aku titip surat ini untuknya!” pinta ibu marwa sembari memberika surat kepada tasya.
Akhirnya tasya pun pergi dari gudang dan meninggalkan ibu marwa di gudang sendirian.
No comments:
Post a Comment