PART 20
Kahfi berjalan menuju kelas dengan melamun. Tanpa tahu nail sedang menghalangi jalannya. Ia dengan cueknyya berkata “awas, gue mau jalan!”
Nail menjawab dengan bentak
“oh lo begini caranya memperlakukan sahabatnya. Sudah nyuri di rumah gue. Sekarang gini caranya..!”
“nail, aku ngak tahu itu kamu dan soal pencurian itu aku tidak mencuri kok!” sahut kahfi polos.
“udah deh ngak usah banyak alasan. Gue sahabatan sama lo bikin hidup menderita. Gue mau jadi sahabat karena ayahku dan ayahmu adalah rekan kerja. Satu hal lagi yang harus kau tahu. Jangan mentang-mentang kau telah menyelamatkan aku dan berani mencuri barang-barang kepunyaanku!”
“jadi nail sahabatan denganku tidak tulus. Terus apa buktinya bila kau menuduhku mencuri di rumahmu?”
“ini KTPmu buktinya!” sekarang juga balikin kotak yang lo curi kepadaku. Sebab itu satu-satunya permen buatan ayah yang gue juga gak tahu cara membuatnya lagi!”
“tetapi, sorry aja deh. Sumpah deh gue sahabatmu dari kecil gak pernah ada niat untuk mencuri apalagi mencuri kotak yang berisi permen. Itu lucu banget deh nail. Permen bisa dibeli kali kan murah harganya juga!” jawab kahfi sambil tertawa
“itu permen bukan sembarang permen fi. Itu permen..”sahut nail memberhentikan percakapannya.
“waduh, itu permen bukan narkoba kan?”saran buatmu jangan pernah minum narkoba itu akan membuatmu celaka dunia dan akhirat.!”
“hei fi, siapa bilang permen itu narkoba. Itu permen obat tahu. Permen itu khusus bagi orang yang lupa ingatan menjadi ingat kembali. Namun, permen itu hanya sampai seminggu ingatannya!”
“sebentar banget nail. Daripada gitu lebih baik bikin permen yang permanent. Jadi, orang yang lupa ingatan dapat kembali cepat!”
“walau sebentar. Tetapi, itu akan menjadi berarti bagiku. Sebenarnya ada permen yang dikatakan kamu tadi. Tetapi, itu hanya ada satu disimpan dalam kotak itu!”
‘gawat, kalau begitu..!” ucap kahfi tidak dapat meneruskan ucapannya.
No comments:
Post a Comment