PART 10
Hari ke tiga sudah berlalu begitu saja. Ia terbangun dari tidurnya dan tanpa fikir panjang ia bersiap-siap pergi ke kampus secepatnya.
Pagi di kampus kahfi langsung menemui natasya. Tanpa basa-basi kahfi memegang tangannya dan menatapnya serius. Ia mengatakan “apa kau masih ingat aku tasya? Dulu aku sempat melamarmu namun orangtuamu tak mengizinkan untuk menikah. Dulu aku juga seorang pengacara ayahmu yang membela di persidangan dan ternyata aku salah membela ayah mu yang kenyatannya salah dan harusnya dihukum”
Natasya melepaskan tangannya. Ia berkata dengan nada membentak “ingat apa sih? Gue hanya kenal kamu cowok aneh di kampus ini. Gue gak pernah dilamar sama lo juga. Mimpi kali! Lama-lama orang-orang yang ada di kampus ini pada gak waras. Ngaku-ngaku jadi orang terdekat gue lagi! Menyalahkan kesalahan ayahku juga lagi and lo bilang lo pengacara. Lo kan masih kuliah teknik. Mimpi kali” ia pun pergi meninggalkan kahfi.
“apa kau benar-benar tak ingat kejadian itu tasya?” teriak kahfi pada natasya yang sedang berjalan.
“apa yang dilakukan ayahmu hingga membuat kau lupa pada kejadian itu?” teriak kahfi lagi.
Natasya tetap mengacuhkannya walau tadi kahfi meneriakinya.
Kahfi masuk ke kelas dengan rasa penasaran. Tetapi, ia merasakan bahwa hari ini michelle tidak masuk ke kelas. Ia langsung mencarinya keluar kampus. Saking terburu-buru ia menabrak gilang tepat diparkiran.
“apa yang sedang kau cari fi? Mengapa akhir-akhir ini kamu tidak mengikuti rencana kita?” tanya gilang menahan kahfi pergi.
“aku mencari michelle. Aku muak harus mengikuti rencana kalian. Kamu tahu ini sudah hari keempat kita tak dapat menemukan orang yang kita cari. Kenapa juga aku diikutkan dalam misi ini sih?”tegas kahfi.
“hubungan apa kamu mencari michelle? Dulu saat kita menjalani misi ini bersama-sama kau tak pernah mengomel sepatah kata pun! Apa ada yang terjadi padamu fi?” tanya giilang lagi pada kahfi.
No comments:
Post a Comment