PART 6
Ternyata pembicaraan mereka berdua diketahui oleh seorang nona cantik. Ia tahu kelemahan kahfi adalah suara lonceng.
Dosen saeful mausk ke kelas dengan membawa murid cantik yang akan masuk kuliah itu.
“perkenalkan dirimu agar teman-teman barumu tahu!”ujar pak saeful
“hai teman-teman kenalkan saya Michelle Liani. Saya pindah ke kampus ini karena ayah saya dioperasikan pekerjannya dekat sini!”
Semua lelaki heboh kegirangan karena ada wanita cantik di kelasnya kecual Nail dan Kahfi
Alasan Nail tidak tertarik dengan Michelle sebab hatinya hanya untuk Natasya seorang. Jika kahfi dia pernah bertemu dengannya di jalan perempatan membuat pundaknya merinding melihat nona itu lagi.
Michelle duduk dengan Kahfi. Sedangkan kahfi menghindari michelle yang duduk bersampingan dengannya. Kahfi berdiri sambil menunjuk tangan kepada dosen “pak, bisakah aku dipindahkan ke belakang bersama Nail?”
Dosen menatap tajam ke arah kahfi. “ tidak ada tukar tempat, kau tetap duduk disana!”bentak dosen.
Beberapa jam kemudian kelas pun selesai. Semua murid pergi kecuali kahfi dengan michelle.
Michelle memegang tangan kahfi. Pegangan tangannya begitu erat sampai-sampai kahfi tak bisa melepaskan tangannya. “kenapa kau bersikap dingin kepadaku?apakah semenjak kejadian di hari itu?”
“Michelle.. tolong lepaskan tanganku. Tak bisakah kita berbicara dengan sopan tanpa pegang-pegang tangan” sinis kahfi
“tidak, ini menyangkut perasaanku. Kau telah menolongku di hari itu. Kau tahu pertolonganmu membuat aku terkesan denganmu?”
“Michelle” nada membentak
“oke. Kalau begitu, aku akan membuatmu tidak bisa jauh dariku!”lawan michelle pada kahfi
Seketika jam yang dipakai michelle menarik tangan kahfi dengan cepat dan erat.
“teknologi yang kubuat sudah kuperbarui agar mau diperintahkan olehku lihat ini!”
Namamu bima arjuna kahfi, orang yang sedang berpura-pura menyamar, kau menyembunyikan identitasmu demi keberhasilanmu suara dari jam michelle setelah memegang tangan kahfi.
“wow, keren jam bisa ngomong. Kamu bikin jam atau bikin robot sih. Kenapa juga kau lakukan ini?”
“keren kan? Kamu tahu apa yang akan aku lakukan. Aku akan membuatmu memakai jam yang sama agar kau tak bisa jauh dariku!”
Gilang yang menyamar pak saeful melihat michelle bersama kahfi. Ia curiga bahwa michelle adalah mata-mata sebabyang mempunyai teknologi seperti itu adalah incaran dalam misinya.
Dengan keadaan terpaksa akhirnya kahfi berpegangan tangan bersama michelle. Gilang yang mengetahui hal itu bersembunyi agar michelle tak menyadari gilang saat itu.
“hei nail” sapa kahfi pada nail
“tak biasanya kau menyapaku fi?”sinis nail
Kahfi melepaskan tangan michelle. Ia langsung berbisik pada nail
“help me bro..! wanita ini sungguh merepotkan aku!”
“sudah kubilang jangan panggil aku seperti itu. Aku sungguh tak suka!”
“ayolah, aku mohon padamu!”pinta Kahfi
“tidak. Aku tak mau membantumu. Tidak ada gunanya untukku!” tegas nail dengan nada acuh. Ia langsung pergi meninggalkan kahfi.
“ikhh dasar nail nyebelin. Aku jadi gundah. Tak tahu arah. Tak ada yang mau membantuku. Mana mungkin aku menjalani misi ini dengan seorang wanita seperti michelle”ungkap hatinya.
“kapan kau akan menerima cintaku tasya?” tanya nail
“kamu gak nyerah ya? Aku sudah menolak cintamu. Tetapi, kenapa kau selalu saja mengikutiku dan meminta cintaku. Kamu aneh tahu!”ketus natasya.
“tepatnya aku mengemis cintamu untukku. Aku takkan pernah menyerah sebelum kau menerima cintaku tasya. Dulu kau begitu bahagia denganku. Mengapa sekarang kau lupa denganku tasya?”kata nail
“tahu ah. Sekarang ataupun dulu. Aku tetap tak pernah mengenalmu sedikitpun. Aku malas membahas hal itu lagi”jawab tasya dengan sikap dingin lalu pergi meninggalkan nail sendirian
“jika saja kau ingat masa itu tasya. Aku tidak tahu apa yang dilakukan ayahmu padamu tasya. Hingga membuatmu seacuh dan sedingin ini!”ujar hatinya nail melihat kepergian tasya.
No comments:
Post a Comment