Friday, May 17, 2019

PART 29

PART 29

Setelah berapa menit kahfi sadar. Ia baru tahu sekarang ia berada dalam mobil ferry dan zen.
“fer, kau mau bawa aku kemana?” tanya kahfi masih lemas.
“turun! Kita sudah sampai!” pinta zen pada kahfi. Kahfi turun dengan terpaksa bersama mereka berdua menuju rumah tasya lewat belakang rumah. “aku begitu takut dan juga bingung dengan diriku sendiri. Apa yang terjadi padaku dan juga keluargaku? Apa karena pengaruh pil yang diberikan ayah setiap hari?” tanya tasya dalam hati sembari berlari menuju belakang rumahnya.
Bruuukk.. tasya berlari kencang menabrak seseorang di depan matanya.
Tiing.. ting.. tong..tiing…tong suara bel depan rumah nai berbunyi. Ia langsung membuka pintu dan melihat mereka tiba di depan rumahnya.
“”mana kahfi? Aku ingin melihatnya. Seberapa parah lukanya dengan peluruku tadi?” tanya ian judes sembari masuk keruangannya tanpa permisi dengan nail.
Mereka pun masuk tanpa disuruh. Masuknya mereka membuat nail kesal degan kelakuan mereka.
“mengapa kau kesini? Kau yang telah membuat kakakku terluka hingga kritis!” sahut bimo nyolot.
“mana kakakkmu? Kok tidak ada, dan kenapa dokter serta susternya pada pingsan semua!” tanya michelle melihat ruangan kahfi.
“kakakku tidak ada. Bagaimana ia bisa kabur dari sini!” tanya bimo heran.
“ayo, cepat pergi dari sini. Aku takut dia berada dalam bahaya. Ia masih terluka!” ajak nail pada mereka semua.
“kahfi.. pasti dirimu menemui tasya untuk menyelamatkannya. Tapi fi, wlaau aku akan menghianatimu nanti. Bagiku kau adalah cintaku saat ini!” ucap hatinya michelle seraya mengikuti ajakan nail untuk masuk mobil bersama dan menemukan kahfi kembali.

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...