PART 31
sesampainya mereka di rumah tasya, kahfi, ferry dan zen langsung ditodong pistol oleh sekomplotan kawan-kawan farul beserta ayahnya.
"victoria!" kata ferry dan zen kaget melihatnya diikat di atas tangga yang cukup tinggi.
"pak darma, kami sudah menangkap semua penyusp. kita tinggal menyuruh kahfi untuk mengambil serta catatan yang pernah disembunyikan ayahnya dan rekaman kahfi saat ia mendengar pembicarannya kita waktu itu!" sahut farul mantap.
"good job farul. sekarang kita harus membawa kahfi untuk menunjukkan berkas itu!" ucap pak dharma mendorong kahfi hingga jatuh.
"aw sakit!" ujar kahfi dalam hati merintih kesakitan sambil melihat bekas tembakan ditubuhnya mengeluarkan darah.
"ayah, kenapa kau jahat sekali pada mereka? apa salah mereka?" bentak tasya pada ayahnya sembari mencoba melepaskan tangan farul darinya.
"tasya, mengapa kau membela mereka. tak tahukah mereka yang buat hidup kita hancuur
tiba-tiba ada orang datang ke rumah tasya. ia berkata ada penyusup lain yang datang kesini!" mereka membawa penyusup itu ke hadapan semua orang yang berada disana. kahfi kaget melihat kakaknya dan adiknya sudah dibawa. apalagi keluarganya membawa berkas yang dicari pak darma
"kakak, anita, kenapa kalian kesini?" seru kahfi menahan kesakitan.
"maaf kahfi. kami tadinya kesini untuk menyelamatkanmu. eh ternyata kami tertangkap oleh penjaga di belakang rumahnya!" ucap hikmah
adiknya anita memeluk kahfi. ia takut kehilangan kakak keduanya!"
"wah wah drama banget kalian semua. tapi, kita semua bersyukur atas kedatangan kalian. tanpa disuruh kalian datang sendiri. aku akan membakar semua berkas itu dihadapan mereka semua. agar kalian tahu melawan siapa!" tutur pak darma sambil mengambil berkas di tangan hikmah.
datanglah laura membawa perapian untuk membakar berkas di tangan pak darma
"om darma perapian sudah siap tinggal membakar berkas itu"kata laura
"laura. kau apa-apaan ternyata selama ini kau sepupu dengan tasya dan kenapa kau mengikuti permintaannya? mengapa kau ikut ke pihak yang salah!" teriak kahfi menahan kesakitan ditubuhnya yang hampir kehilangan banyak darah dikarenakan ikatan ditubuhnya makin kuat.
"maaf fi! aku melakukannya karena hutang budi yang diberikan pak darma kepadaku selama ini" ucap hatinya laura menahan untuk menangis sembari mengambil berkas yang diberikan pak darma untuk membakarnya.
"aku mohon laura. jangan membakar berkas itu. semua berkas itu adalah bukti-bukti yang ditaruh ayah dan juga aku selama memata-matainya." tutur kkahfi sembari berdiri dan mendekati laura.
"teh, kak kahfi terluka!" ucap anita seraya menunjukkan darah di lantai.
tasya menangis melihat kahfi berlumuran darah sambil berjalan menghampiri lauura.
"sudah cukup ayah, farul. kalian apa-apaan sih membuat mereka menderita!" kata tasya melepaskan tangan dari farul dan menjatuhkannya dengan kaki sambil berjalan ke arah kahfi.
"laura apa kau dendam padaku hingga kau melakukan semua ini? apa selama ini kau merencanakannya?" tanya kahfi berjalan mendekati laura dan menitikkan air matanya.
"hentikan fi, lukamu begitu dalam jika kau terus berjalan menghampiriku"
"laura!" teriak tasya pada laura dan menamparnya.
"tasya, apa yang kau lakukan pada temanmu sendiri. seharusnya kau tidak ikut campur ini urusanku tasya!"
Friday, May 17, 2019
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Suka dalam Diam
Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...
-
Orang mencari sekedar yang manis Tak mencari rasa pahit Dikala kenangan itu terasa kritis Maka akan dibuang habis Entah.. ...
-
sudah tanggal 20 namun tak ada kabar yang muncul. apakah aku bisa ke turkey? aku tak memiliki apapun hanya Allahlah yang memiliki segalanya....
-
Catatan 26-28 April 2019 Ketika menjadi panitia youth leadership training ini aku mengambil sebuah hikmah yang saat itu aku sedih...
No comments:
Post a Comment