PART 25
Sesampainya mereka di rumah nail, kahfi langsung dibawa ke kamar khusus dibantu suster dan dokter pribadi di keluarganya.
“ini gara-gara kamu. Kakakku terluka karena menolongmu! Kapan kau tidak akan menuduhnya lagi. Bukankah kalian sudah sahabatan sejak kecil. Seharusnya kamu tahu kepribadiannya itu padamu!”ketus bimo.
“ya, gue yang salah. Gue tidak pernah memikirkan sejauh itu. Karena gue dipaksa sahabatan dengannya oleh ayahku sendiri. Lo tahu betapa tersiksanya gue sahabtan dengannya!” sahut nail nyolot.
“oh.. lo terpaksa. Yaudah jangan lagi minta bantuan sama kakak gue. Bukannya lo harusnya berterima kasih atas diselamatkannya kau dari kecelakaan itu. Karena kejadian itulah yang membuat gue dan kahfi kehilangan ayah!” bentak bimo keras.
Nail diam setelah dibentak bimo tadi. Ia jadi serba salah setelah tahu kejadian itu.
Suster keluar dan menyuruh mereka diam. Karena mereka berisik dan keadaan kahfi masih kritis.
“kak, aku mohon sadar!” kata bimo cemas.
“tenang bimo dia pasti sadar demi tasya!” ujar nail pada bimo.
“hei.. kau . ngak punya perasaan banget sih. Dia itu masih kritis. Sempat-sempatnya kau bicara orang lain. Dasar lo ngak punya hati!”
“kahfi.. nail. Apa aku pernah berhubungan dengan mereka? Tapi kenapa aku tak bisa mengingat mereka. Satu kenangan apapun aku sungguh tak ingat!” ucap tasya menuju ke gudang belakang rumahnya.
Sesampainya tasya di gudang. Ia melihat beberapa lukisan, buku album dan buku diary. Tasya membuka bukuny dengan rasa kaget.
Kamu tahu buku diaryku tersayang. Apa yang terjadi malam hari ini aku adalah orang yang spesial baginya. Tetapi, aku tidak enak hati pada temanku laura. Ia menyuruhku untuk berpura-pura menjadi orang yang pertama bertemunya di pesta bertopeng. Tetapi, aku kecewa pada diriku sendiri aku telah menyukai nail. Ia juga menembakku sebagai pasangan seumur hidupnya. Apalagi lukisan ini yang membuktikkan cintnaya padaku. Lukisan tanpa orang hanya ada taman yang sunyi.
Tasya memukul kepalanya karena semua itu terasa aneh baginya. “aku sungguh tidak mengerti dengan semua ini. Kenapa ada lukisan?buku diary, catatan-catatan yang sudah kuno. Kenapa aku menyimpan semua ini? Dari awal hingga akhir aku tak bisa mengingat apapun yang dikatakan mereka.” kata tasya menitikkan air matanya sambil membantingkan semua barang digudangnya dengan kecewa.
No comments:
Post a Comment