PART 21
Tiba-tiba laura menghampiri nail. Ian yang tadi mengejar laura terhenti ketika ia melihat nail dan kahfi disana. Ia bersembunyi dibelakang pohon.
“aku ingat semuanya tentang dirimu. Aku pernah bertemu denganmu didalam pesta bertopeng. Aku menyamar menjadi natasya karena aku takut bila aku menyebutkan namaku kau tidak akan suka kepadaku!”jelas laura sembari menangis
Kahfi terbengong melihat laura menusuk temannya tasya dari belakang. Mumpung nail dicegah laura. Ia masuk ke kelas dan menemui michelle disana.
“ah, tidak mungkin. Sebab setelah pesta bertopeng aku menemuinya di rumah dan mengajak berjalan bersama!” jawab nail tidak percaya seraya menghindari laura.
“akan aku ceritakan agar kau percaya kepadaku!”
“waktu itu kau memakai jas berwarna hitam dengan setelan serba hitam disesuaikan dengan topengnya. Dulu kau kesana bermaksud menemui ayahmu disana. Namun, tujuanmu itu terhenti setelah melihat gadis yang memakai gaun berwarna putih
“bolehkah aku berdansa denganmu?” laura tersenyum ketika ada orang yang mengajaknya. Ia memanggut untuk berdansa dengannya.
“wajahmu menawan, bolehkah, setelah kita berdansa nanti kau akan membuka topeng untukku?” tanya nail tersenyum.
“tidak akan bila kau tidak memperkenalkan dirimu sebelumnya!”
“oh maaf sebelumnya. Perkenalkan namaku ali nail ibrahim. Sedangkan namamu?”
“hmm. Namamu lucu ya kaya ani bila diambil hurufnya saja. Namaku.. natasya senang berkenalan denganmy!” jawab laura gugup ketika ia menyebutkan nama palsunya.
“namamu cantik juga ya? Seandainya jika kau mau buka topengmu itu untukku!”
“jangan! Aku rtakut mencelakaimu ketika kau buka topengku!” tolak laura seraya memberhentikan dansanya.
“tidak akan ada yang celaka tasya. Aku yakin tidak ada apa-apa?” sahut nail mencoba membuka topeng laura.
“terima kasih nail atas semuanya. Aku yakin ini yang terbaik untukmu!”kata laura mendorong nail dan melarikan diri darinya.
“itu adalah pertemuan pertamaku dengan kau!” ucap laura kepada nail setelah menjelaskan pertemuannya.
“jika itu benar, berarti aku jatuh hati padamu bukan pada natasya?” tanya nail lagi.
“mungkin dulu kau bertemu denganku kau jatuh hati [adaku. Tetapi, setelah kau benar-benar menemui natasya yang asli kau mencintainya kan? Buktinya pertemuan pertama dan terakhir kau lupa semua itu. Lebih baik kau kejarlah natasya jika kau mencintainnya. Aku yakin kau bahagia dengannya. Walau memori tentangmu dihatiku itu takkan pernah aku lupakan!” ujar laura menitikkan air mata dan pergi meninggalkan nail.
No comments:
Post a Comment