Tuesday, May 14, 2019

PART 19 PLAYBOY MENCARI MUSUH


PART 19

“kira-kira kotak ini isinya apa? Sampai-sampai kotak ini diincar dan disembunyikan oleh nail!’ kata ian seraya menebak-nebak isinya yang duduk dekat kelas kuliahnya.
Laura datang menghampiri ian dengan senyum-senyum
“hello ian ganteng. Mikirin siapa sih? Kalau boleh kasih saran lebih baik kau sama aku. Kita berdua serasi loh. Pake baju coklat ditambah jaket, rambutmu pendek dan lurus sama kaya aku, ditambah hobi mematai-matai!” kata laura sembari melirik ian dari atas sampai bawah.
“maaf, kau bukan tipeku!”
“lalu, ini apa?” tanya laura seraya mengambil kotak di tangan ian dan membukanya perlahan-lahan.
“apa-apaan sih laura mengambil barang orang lain, kau tak tahu sopan santun ya?” ucap ian membentak.
“wow, ini ppermen bulat ya, kayanya enak aku minta ya permennya!” kagum laura sambil melahap permen dalam kotak.
“hah, permen masa sih? Apa aku salah ngambil kotak!” kaget ian dalam hati.
Setelah laura memakan permen itu. Ia seperti orang yang overdosis
“eh. Ekh ian apa yang kau buat?” tanya laura terbatuk-batuk sambil memegang lehernya dan pingsan.
Ian melihat isi kotak yang berisi permen bulat dipisahkan. Ian menjadi bingung dengan isi kotak itu. Ia membwa laura ke uks dan meninggalkan kotak itu di taman kuliahnya.
Kahfi mengayuh sepedanya sembari memikirkan perkataan tetehnya hikmah kemarin malam.
“kahfi, ada kabar gembira yang belum kau tahu. Ibunda kita masih hidup, ia diselamatkan tasya!”
“benarkah teh bunda masih hidup. Terus sekarang bunda dimana?”
“itu masalahnya!bunda kita tak ingin pulang ke rumah. Ia ingin mengingatkan tasya tentang kejadian-kejadian di masa lalu!”
“emangnya tasya lupa ingatan sama sepertiku bukan?”
“bukan, ia tak lupa ingatan sepertimu. Ia dipaksa minum pil. Seminggu lamanya ia tak sadarkan diri. Namun, bund kita menjaganya disana. Ia juga menemuinya secaraa sembunyi-sembunyi. Dari pil tersbut akhirnya tasya melupakan semua kejadian itu tanpa rasa tangisan sekalipun!”
“terus teh bagaimana cara menghilangkan pengaruh dari pil itu?” tanya kahfi penasaran
“teteh juga gak tahu. Tapi, kata bunda pil itu permanet akan lupan selama-lamanya. Hanya ada satu cara yaitu memberikan ukti tentang kejadian di masa lalu agar ia tidak berpihak ke orang yang salah.
Ah masa sih hanya satu cara. Pasti ada cara lain!” ucap hatinya kahfi eraya menghentikan sepedanya di tempat parkir.

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...