PART 8
Tiba-tiba wanita bertopeng datang berlari ke arah kahfi
“apa kau mau menolongku? Jika ya, cepatlah suara kereta api itu sudah mendekat!” kata kahfi cemas mengucurkan keringat dingin.
Wanita bertopeng itu kebingungan untuk membuka kode di tubuh kahfi. Kahfi dag dig dug mukannya pucat pasi tubuhnya keringat dingin sebab wanita bertopeng tak kunjung melapaskan tali itu dengan cepat. Lalu ia asal ceplas ceplos ia mengatakan pada wanita bertopeng itu dengan nada tak karuan.
“ayo cepat. Tekan tombol F Z V
“akan kucoba fi!” sahut wanita bertopeng itu menekan tombol yang disebutkan kahfi.
Nyaris kereta api itu menggeleng kahfi. Untungnya saja ia cepat melepaskan tali tersebut sebelum kereta api itu datang.
Kahfi menghela nafas lega. Lalu ia mengucapkan terima kasih kepada wanita bertopeng itu. Kemudian ia bertanya dengan rasa heran “kenapa kau tahu aku kahfi? Apa kau yang melakukan semua ini kepadaku?”
“urusanku sudah selesai, aku mau pergi!”
“tunggu dulu, kau belum jawab pertanyaanku!”memegang tangan wanita itu seraya membuka topengnya perlahan-lahan
“michelle? Apa yang kau lakukan disini? Apa kau terlibat dalam kejadianku tadi?” kata kahfi heran tak percaya bahwa michelle yang dibalik topeng itu.
“fi, aku kesini hanya untuk menolongmu. Tak ada maksud aku mencelakaimu!”
“apa kamu tahu tentangku hingga kau menyusulku sampai disini? Atau ada orang lain yang menyuruhmu kesini?”
“maaf fi, aku tak bisa menjelaskna ataupun menceritakannya! Jika kamu ingin tahu kamu bisa mencari tahu sendiri dengan kecerdasan yang kamu punya!”jawab michelle seraya mendorong kahfi dan melarikan diri.
“ ini ada yang tidak beres. Dia menyembunyikan sesuatu yang tidak aku tahu!” ujar hatinya kahfi.
Sesampainya gilang di rel kereta api sambil berteriak “kahfi. Kahfi kau dimana?” teriak gilang cemas
“aku mohon kau tetap selamat. Bagaimana pun juga aku tak ingin melihatmu meninggal karena misi ini!” ujar hatinya gilang
Saat ia berteriak seseorang datang menghampirinya. Ia kaget setelah menoleh kebelakang ternyata itu adalah michelle mahasiswi baru di kelasnya.
“kahfi kau disana?” ucap gilang seraya menoleh ke belakang?”
“gue michelle bukan kahfi. Oh ya, gilang udah pulang kok ke rumah dari tadi”
“oh.. sorry.. ekhh tapi tunggu kamu tahu darimana aku teman kahfi?”
“hmm. Soal itu ta?” kata michelle kebingungan mencari alasan
“aduh, seharusnya aku tidak menunjukkan diriku kepada temannya kahfi. Sial sial aku harus beralasan apa nih? Dia kan dosenku sekaligus temannya kahfi” tutur hatinya michelle.
“kenapa diam? Apa kamu menyembunyikan sesuatu yang tidak aku ketahui?” tanya gilang seraya mendekati michelle
“cari tahu saja sendiri. Aku malas bicara sama pak dosen sekaligus temannya kahfi!”
Michelle pun pergi meninggalkannya. Gilang masih berpikir apa yang sebenarnya terjadi? Dan apakah sesulit ini menjalani misi?
No comments:
Post a Comment