Thursday, May 2, 2019

Part 3 Playboy Mencari Musuh

PART 3

Di kelasnya ia bertemu dengan wanita yang dia rayu kemarin. Rasanya, Kahfi merasa malu bertemu dengannya. Natasya mendekati Kahfi
“bukankah kau yang menggodaku kemarin? Kemana sifat gombalmu itu? Apa kau malu bertemu denganku serta menggoda wanita lagi!” sinis Natasya.
Lagi-lagi Laura mengagetkan Natasya hampir saja ia terjatuh untuk kedua kalinya. Ia ditolong oleh pria
“kau ingin aku rayu seperti ini? Nampaknya bunga jatuh kepadaku. Menyelimuti hatiku dengan wajahmu yang buat aku terpesona. Apakah jika aku buat kamu jatuh hati padaku kau akan merasakan panah cintaku untukmu?” rayu kahfi
“tidak akan!” ucap natasya sambil melepaskan tangannya
“oh ya.. dari kemarin kita bertemu aku belum berkenalan denganmu. Serta belum kenalan dengan teman-teman baruku di kampus ini..
Dengarkan aku teman-teman.. namaku adalah Bima Arjuna Kahfi. Arti nama itu bima artinya gagah perkasa layaknya seorang pangeran yang tak pernah takut melawan tantangan apapun. Arjuna artinya wajahku seperti arjuna tampan yang digemari oleh semua wanita. Kalau kahfi itu adalah sifat tersembunyi yang kalau dibilang palayboy adalah kesukaanku” jelas kahfi panjang lebar.
“hmmm.. pantas namanya sudah buat kampus ini kenal dengan dia!” sinis Natasya.
“bukannya nama dia itu bagus seperti tokoh wayang. Jadi, jika kita panggil namanya kita akan selalu menghargai seni wayang!” jelas Laura tersenyum.
Laura menghampiri Kahfi dan memperkenalkan dirinya serta temannya.
“fi, kenalkan gue Laura. Temanku yang super sinis denganmu itu Natasya!” ujar Laura berjabat tangan dengan Kahfi.
“oh Tasya, laura senang berkenalan dengan kalian. Semoga aku bisa menjadi teman terbaik bagi kalian semua!”
Tiba-tiba dosen masuk kelas. Semua mahasiswa-mahasiswi duduk disiplin setelah ada dosen.
“sekarang kalian semua mempunyai dosen baru, kenalkan dosen baru kalian bernama pak saeful, seorang dosen yang pintar dengan teknologi-teknologi!” seru dosen tersebut pada semu mahasiswa-mahasiswinya.
Kahfi melihat gilang yang sedang menyamar itu membuat hatinya ingin tertawa karena penampilannya tak seperti gilang.
Selama perjalanan Kahfi senyum-senyum sendiri melihat temannya menjadi dosen, hingga dosennya marah sambil membantingkan buku di meja Kahfi.
Kahfi terkejut melihat dosen berada di depannya. Ia langsung minta maaf pada dosennya karena tidak memperhatikan pelajaran dan mentertawakannya.
Semua mahasiwa-mahasiswi dikelasnya tertawa melihat Kahfi dibentak oleh dosen baru.
Kelas jurusan teknologi sudah berakhir
Kahfi dengan wajah memerah karena malu. Pertama kalinya ia masuk kuliah ia harus dibentak dosen baru dihadapan teman-teman barunya di kampus, apalagi yang membentaknya adalah temannya sendiri.

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...