Monday, May 6, 2019

PART 15 Playboy Mencari Musuh


Aku terbayang-bayang wajahmu. Kurindukan dirimu setiap malam. Meski, hembusan terakhir karenamu. Aku takkan opernah menjauhimu. Walau aku salah memilih orang sepertimu. Namun, rasa cintaku ini semakin lama semakin dalam. Aku tidak bisa melupakanmu. Begitupula saat kedua orang tuaku mati ditangan ayahmu. Demi berjuang melawan kebenaran dan keadilan di dunia. Tetapi, meski begitu aku tetap mencintaimu. Aku akan membuatmu terpisah dari ayahmu. Agar kau selamat dan tidak melakukan kejahatan yang sama seperti mereka. Semoga keputusan aku tidak membuat salah langkah. Natasya akan memperjuangkan cintamu untukku. Mungkin akan banyak waktu dan pengorbanan demi mendapatkanmu. Agar kau menerima kenyataan semua itu!”
Michelle menitikkan air mata setelah membaca buku hariannya kahfi.
“sepertinya dia lebih mencintai natasya dibandingkan aku. Tak ada ruang kosong dihatinya untukku. Seharusnya waktu itu aku tidak pernah bertemunya. Mungkin cintaku takkan semakin dalam !” ujar hatinya michelle.
Kahfi mengambil catatan-catatan penting dan memasukkannya ke dalam tas yang ia bawa. Ia juga mengambil peralatan yang oenting untuk digunakan bila dalam keadaan darurat.
Teet..teet kahfi dan michelle kaget mendengar suara alarm  yang berbunyi dijamnya. “suara apa itu michelle?” tanya kahfi seraya merapikan tasnya cepat-cepat.
“fi, cepat keluar dari sini! Soalnya suara alarm itu adalah tanda darurat bila mereka sudah tahu tempat dimana kita berada!” kata michelle sambil menyembunyikan buku harian kahfi serta catatan-catatan profil kahfi ke dalam tas yang ada didekatnya.
“kalau begitu cepat kita naik ke tangga ini!” teriak kahfi pada tasya yang jauh dari tangga
Secepatnya mereka pun berlari memakai tangga. Zen, ferry dan victoria yang sudah sampai di rumahnya kahfi. Mereka langsung mengejarnya. Begitu jeniusnya ferry membuka kode rumah kahfi langsung terbuka.
“kemana mereka?” tany ferry
“mungkin mereka bersembunyi. Cepat cari mereka. Kita tidak boleh gagal. Ini harus sesuai rencana!”bentak victoria.
“baik tante victoria. Saya akan mencarinya ke atas!” jawab zen seraya berlari ke tangga.
Sesampainya mereka berdua diatas.
“kahfi, mereka sudah disini. Kita belum pergi dari sini juga. Aku takut mereka menemukan kita!” ujar kichelle. Memegang tangan kahfi penuh cemas.
“tenang michelle. Ada cara kok untuk keluar. Aku pemilik rumah ini. Aku yang tahu bagaimana kabur dari sini!” jawab kahfi tenang seraya melemparkan tali. Layaknya seorang zorro untuk mengikatkan orang yang sedang berlari. Bedanya dia melemparkan tali itu ke dahan pohon.
“selesai. Ayo pegang aku dengan erat. Soalnya kita akan ke dahan pohon dengan selamat!” seru kahfi tersenyum.
“apa kau yakin dengan tali ini. Mampu membawa kita berdua kesana?”tanya michelle tidak yakin.
“percayalah kepadaku. Buakan namaku bima arjuna kahfi yang tidak dapat melakukan semua ini demi keselamatan”canda kahfi.
Akhirnya michelle mengikuti ajakan kahfi. Saat ia memegangnya hati michelle begitu berdebar-debar tak karuan.
“seandainya kau menjadi milikku. Mungkin aku akan bahagia bersamamu. Semakin lama kau didekatku aku semakin tidak bisa menghindarimu ataupun menghianatimu kahfi..”ujar hatinya michelle masih memegang kahfi.

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...