PART 7
Kriing..kriing handphone kahfi berbunyi. Buru-buru kahfi mengangkatnya.
“hei fi, kau kemana saja sih? Misi kita tidak boleh gagal begitu saja!” bentak ian dalam handphone.
“aku lagi di kampus! Aku lagi banyak masalah nih. Aku terperangkap oleh seorang wanita yang tak jelas asal-usulnya!” jawab kahfi tergesa-gesa.
“hei.. kamu ini. Bagaimana sih, seharusnya kau jangan ceroboh, yang jelas kau harus berhati-hati. Jangan kau anggap remeh pekerjaan ini!” kata ian memberi nasihat.
“ya..ya!” sahut kahfi.
Bruuk.. kahfi terjatuh oleh pukulan seseorang saat ia menelpon. Ian kaget mendengar hal tersebut. Iia langsung menutup handphonenya dan segera menyusul keberadaan Kahfi.
Sementara michelle yang di dekat kahfi hanya diam melihat kahfi dipukul oleh orang tersebut. Kahfi dibawa ke mobil. Tetapi, michelle malah bersembunyi seraya mengendarai sepeda motornya.
Kahfi tidak sadarkan diri. Kaca matanya pun terjatuh saat ia tadi dipukul oleh orang-orang berbaju hitam mereka langsung mengikat tubuh kahfi dengan tali tambang panjang yang disertakan kode nama di tubuhnya kahfi.
Gilang berlari menuju mobil untuk menyusul kahfi. Ia pun mengendarai mobilnya dengan cepat. Sedangkan michelle menghilang setelah kahfi dibawa oleh orang-orang tersebut.
Nail melihat ke belakang melihat teman-temannya sudah tidak ada. Ruangan ataupun di halaman kampus sudah sepi. Ia menuju mobilnya untuk pulang ke rumah.
“Tasya, kenapa kau mengacuhkannya? Seharusnya kamu senang punya cowok yang perfect seperti dia!”kata laura sembari tersenyum.
“akhh. Laura inii!”keluh natasya melihat laura senyum-senyum sendiri.
“mungkin ngak tasya. Kalau nail pernah berhubungan denganmu sebelumnya?” tanya laura.
“masa sih. Orang ngeselin kaya dia pernah ada di masa lalu!”jawab natasya tak percaya.
“ya, mungkin saja. Takdirkan ngak ada yang tahu bila kalian berjodoh. Mungkin akan sering bertemu!”jelas laura
Ian memberhentikan pencarian kahfi. Ia berfikir bila dia mengejarnya. Bisa saja mereka tahu identitas yang disembunyikan selama bertahun-tahun.
Ia memutarbalikkan motornya dan kembali ke posisi masing-masing. “maaf, fi. Bukannya aku tak ingin menolongmu. Tetapi, ini semua kulakukan untuk menjaga rahasia ini!” ucap hatinya ian.
Kahfi diikat di rel kereta api oleh orang-orang yang memukulnya tadi. Ia baru sadar setelah mereka pergi dengan perasaan cemas bila kereta api itu akan muncul serta menggelengnya.
Teeng neeng.. teeengneeng suara kereta api mulai mendekat.
“waduh, suara kereta api.. bagaimana nih.. aku takut aku mati gitu saja. Kan gak seru bila aku mati disini!”ungkap hatinya
Kring.. kring handphone gilang berbunyi. Ia tergesa-gesa mengambil handphonenya. Ia takut temannya terjadi apa-apa. Saking memikirkan temannya serta bunyi dari handphonenya ia hampir menabrak mobilnya ke arah pohon secepat kilat ia mengerem mobilnya. Untungnya dia selamat walau tadi tak konsentrasi terhadap jalan.
Ia mengangkat handphonenya dengan nada gemetaran juga lemas. “halo, dengan siapa saya berbicara?”
“Gilang.. gilang cepat hentikan misi ini sebelum terlambat. Kau tak inginkan temanmu mati begitu saja. Apalagi di tengah misi yang belum tuntas kau jalani dengan kahfi!” jawab seseorang yang tengah berbicara kepadanya.
Gilang menghela nafas “apa yang kau mau dari kami semua?” bentak gilang dengan nada tinggi
“20 menit dari sekarang temanmu akan mati tergeleng di kereta api. Misimu juga gagal tanpa kehadiran kahfi! Kalian pasti tahu apa yang aku inginkan sekarang!” sahut seseorang yang tengah berbicara itu dan menutup telponnya.
Ia tekejut mendengarnya. Ia langsung mengendarai mobilnya dengan kencang untuk menolong temannya.
Kahfi berteriak sekencang-kencangnya agar ada orang yang mau menolongnya sebelum kereta api itu datang.
“woyy. Yang ada disini tolong aku..aku tak mau mati tergeleng kereta api. Aku masih pengen hidup. Tolong.. tolong!”
No comments:
Post a Comment