PART 17
“bukankah ini buku harianku. Serta ini kan biodata profil aku dulu. Apa dia seorang mata-mata!” ujar hatinya gelisah sembari mengacak-ngacak tas yang tadi dibawa michelle.
“turun kau kahfi, aku tahu kau ada disana!” teriak seseorang dibawah pohon.
Kahfi kaget mendengar suara tersebut. Ia langsung membereskan buku serta catatan tadi dan dibawa olehnya. Untungnya, rumah pohon bagian atas atapnya bisa dibuka jadi dia memanjat sampai puncaknya.
“dasar pengecut, gue akan kesana dan menemuimu!” gue pengen tahu sampai mana kau akan membongkar kebenaran!” teriak farul lagi seraya memanjat pohon.
“wah, parah nih farul sudah mengikutiku. Jangan-jangan mereka sudah ada di bawah lagi. Padahal masih malam belum juga terbit!” ujar hatinya cemas.
“aduh, hatiku ini bimbang sekali. Kenapa dengan hatiku yang selalu mengingat mereka. Padahal mereka bukan siapa-siapa aku. Mana mungkin juga aaku lupa ingatan tidak ada bekas-bekas kalau aku kecelakaan”ucap hatinya tasya yang masih blum tidur sembari berjalan bolak-balik dan melihat jendela yang masih gelap gulita.
Tok..tok suara ketukan pintu depan kamarnya tasya. Ia membuka pintu kamarnya tetapi ia tidak melihat siapapun disana selain sepucuk surat tersimpan di lantai. Ia mengambilnya dan mengunci pintu kembali.
“apa yah isi suratnya. Jarang-jarang ada orang yang mengetuk pintuku dan menaruh sepucuk surat ini!” kata tasya heran seraya membuka suratnya perlahan-lahan.
“tasya, kau boleh tak ingat aku. Tapi, kau harus mengingat kejadian 3 tahun yang lalu. Kau tak boleh mengingatnya. Karena pertolonganmu juga aku masih hidup serta orang-orang yang mencintaimu. Menunggumu kembali kemasa-masa itu. Sikapmu yang berubah drastis membuat orang-orang disekitarmu tak mengenalmu. Aku mohon padamu untuk menyelidiki semua ini!”
By orang terdekatmu
Tasya kaget melihat surat tersebut, ia pun bertanya-tanya siapa yang mengirimkan surat itu? Mana mungkin surat itu terbang sendiri pasti ada yang membawanya kesini! Pikir hatinya sambil membaringkan tubuhnya ke tempat tidur hingga akhirnya dia tertidur lelap.
Sesampainya kahfi di puncak pohon. Ia merasa tubuhnya merinding setelah melihat ketinggian pohon mencapai puncaknya
“wah..wah tinggi banget, rasanya aku takut kalau aku jatuh apalagi suasananya sepi sekali. Tetapi, aku harus pergi dari sini sebelum farul mengikutiku sampai sini!” kata kahfi menahan ketakutannya.
Farul yang sudah sampai di rumah pohonnya kahfi. Melihat disana tak ada siapapun dan tak ada tanda-tanda bila kahfi pergi kesana.
“jangan-jangan dia sudah kabur lagi, dasar payah. Sejak dulu hingga sekarang ia masih saja pintar melarikan diri. Mungkinkah ingatannya sudah pulih kembali kembali!”
“kalau gini caranya. Aku harus lompat nih ke sebelah pohon disana. Semoga aku bisa!” ucah kahfi mantap sambil mengikatkan tali ke pohon serta tubuhnya.
“bismillahirahmanirrahim!” kata hatinya seraya melemparkan tubuhnya ke arah pohon sebelah
Akhirnya perjuangan kahfi membuahkan hasil. Ia dapat sampai ke pohon sebelah dengan selamat. Ia pun langsung melepaskan ikatan tali ditubuhnya. Ia turun dari pohon dan berlari secepat mungkin dari sana.
Farul yang melihat kahfi turun dari pohon langsung mengejarnya.
“wah.. wah.. ternyata farul ngak nyerah juga dia masih mengejarku lagi. Sudah cape nih, ditambah perut sudah manggil-manggil pengen makan. Tapi, ini bukanlah rasa menyerahku. Pantang bagiku untuk menyerah begitu saja.!” tutur hatinya sambil berlari
“hei fi. Kau mau kemana lagi. Gue akan mengejarmu sampai kau menyerah!” teriak farul berlari mengejar kahfi.
“pantang bagiku untuk menjadi seorang pengecut dan menyerah begitu saja demi membela kebanaran selama bisa ditegakkan kenapa ngak!”
No comments:
Post a Comment