Sunday, May 5, 2019

Part 11 Playboy Mencari Musuh


PART 11

Sementara michelle yang terkunci di rumahnya sendiri merasa bingung keluar jalan mana. Datanglah zen, victoria, dan ferry membuka pintu rumah michelle. Ia ketakutan melihat mereka bertiga. Ia mencoba keluar namun zen dan ferry menangkapnya.
“toloong…toloong” teriak michelle dari dalam rumah. Ia malah terdorong ke belakang karena sengatan listrik dari rumahnya.
Teriak berapa kalipun tidak akan ada yang mau menolongmu!” kata ferry sambil memegang tangan michelle. Tangan michelle terluka karena sengatan listrik tadi. Wajahnya pucat pasi dan tubuhnya lemas sekali.
“tak cukup kau disengat listrikdari rumahmu sendiri karena salah kode? Aku sudah menggantinya agar kau tidak keluar. Dasar penghianat! Apa kamu ingin melihat penyelamatanmu kahfi mati ditangan ayah saya?ataukah kau ingin melihat mereka semua mati karena ulahmu yang membocorkan masa lalunya kahfi kemarin?” tanya victoria sinis.
“maksudmu apa?” ucap michelle tertunduk lemas sambil menitikkan air matanya.
“aku tahu kamu pura-pura lupa! Apa kau ingin kahfi mencintaimu. Karena ia sering menyelamatkanmu kan? Jangan mimpi kau dicintai olehnya. Sebab hatinya dipenuhi tasya seorang. Ia adalah cinta pertamanya dan tak sedikitpun ruang hati yang kosong untukmu!” tutur victoria memanas-manasi michelle.
Kling. Kling suara kode rumah terbuka. Sekejap saja kahfi sudah dihadapan michelle. Ia memukul victoria , ferry dan zen hingga pingsan. Ia langsung memeluknya seraya berkata “kau tidak apa-apa kan? Aku sungguh mengkhawatirkanmu!
“mengapa kau menyelamatkan aku? Darimana juga kau tahu alamat rumahku serta kode rumahnya? Apa kau tahu kejadian masa lalumu! Tanya michelle heran.
“aku tidak ingin kau terluka karena kau juga yang membuatku ingat kejadian itu! Walau ingatanku belum pulih sepenuhnya dan aku tahu alamat rumahmu dari jam yang kau berikan. Ternyata jam yang kau berikan ada gunanya juga ya”jawab kahfi tersenyum menggoda.
“mana mungkin kau tahu begitu saja?” kode rumahmu belum kau jawab”
“ya.. ya aku tahu. Gilang yang memberitahuku soal kejadian-kejadian itu. Masalah kode bisa nanti saja kan. Soalnya aku takut mereka bangun dan kini aku harus membongkar cerita para koruptornya dan memasukannya ke penjara atau dihukum mati”tutur kahfi begitu yakin
“apa kau yakin? Bukankah para koruptor itu termasuk ayah mertuamu?” tanya michelle melepaskan pelukan kahfi.
“aku yakin! Dia juga belum menjadi ayah mertuaku michelle. Lagipula ini semua aku lakukan demi keadilan yang harus aku perjuangkan. Jika kita diam saja para koruptor itu akan semakin menjadi-jadi.!”
“mm.. belum ya. Tapi, aku kagum padamu fi!” seru michelle sembari tersenyum
“ayo.. kita pergi dari sini sebelum mereka bangun!” ajak kahfi.
Mereka berdua pun pergi ke suatu tempat untuk mencari bukti-bukti yang pernah direkam serta catatan-catatan tentang para koruptor oleh kahfi 3 tahun yang lalu.

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...