Thursday, May 2, 2019

Part 5 Playboy Mencari Musuh


PART 5

Nona itu mengibaskan rambutnya kepada kahfi dan menjawab “itu semua karena aku percaya ramalan setelah aku diputuskan seorang lelaki dan seorang lelaki ada saat kejadian itu!”
Di dalam mobil Nail membuka kotak dan menutup kembali kotak itu. Ia tidak ingin ada seorang pun yang tahu tentang kotak itu ataupun ada orang yang mengambil kotak itu darinya. Hibgga, ia kembali lagi mengendarai mobil dengan sekencang-kencangnya.
Sesampainya di rumah Nail ia membuka pintu rahasia dengan kode BMN2P. ia masuk ke berangkas dan menyimpan kotak itu disana.
“aku akan menjaga kotak ini yah! Apapun yang terjadi nanti tidak akan aku khianati ayah!” ujar hatinya setelah menyimpan kotak itu di berangkas. Lalu, ia membawa buku dari berangkas ke dalam kamarnya.
“Laura.. aku sungguh tak mengerti dengan sikap Nail. Ia selalu ikut campur urusanku! Ia juga memberikan cincin ini! Ia juga bilang cinta padaku! Curhat Natasya
Laura menjawab dengan senyuman
“itu tandanya Nail ingin berhubungan denganmu serius. Mungkin saja setelah lulus dari sini ia kerja terus ngelamar kamu deh Tasya!”
Natasya malah tertawa ketika mendengar ucapan temannya. “ahh.. kamu ini ngawur Laura. Mana mungkin dia minta berhubungan seserius begitu!”
“ya sudah bila kau tak mempercayaiku!”
Kahfi menghela nafas. Ia menjawab dengan percaya diri “maaf nona, mungkin ramalan hanya suatu kebetulan dan maaf aku tidak bisa menerimamu sebagai pendamping hidupku. Soalnya aku tidak pernah mengenal siapa kau dan aku tidak bisa ikut campur dalam kehidupanmu!”
Ia pergi meninggalkan nona itu di taman. Kahfi kembali mengayuh sepedanya. Nona itu, tersenyum melihat Kahfi pergi. Ia langsung menelpon seseorang.
“rencana kita berhasil. Aku sudah menaruh cctv di sepedanya. Kita tinggal melihat dimana ia berada!”
“good job. Lanjutkan terus pekerjaanmu hingga berhasil!” ucap suara dalam telepon sambil menutup telponnya kembali.
Hari kedua misi Kahfi, ia kembali memakai kacamatanya dengan tebaran angin ia berjalan penuh gaya membuat para wanita di kampus menyukainnya.
Natasya menghampiri kahfi. Ia mengatakannya dengan nada membentak “baru kali ini aku melihat lelaki sepertimu. Cari sensasi saja terhadap semua wanita! Apa karena arti namamu banyak orang yang ingin mengenalmu lebih jauh!”
Kahfi memegang tangan natasya, ia malah menjawab dengan lemah lembut “jika begitu, apa aku dapat memikatmu dengan ketampananku yang membuat para wanita di kampus ini jatuh hati padaku! Atau ada alasan lain?”
Nail yang melihat mereka berdua merasakan wajahnya berapi-api seperti terbakar dengan api cemburu. Ia langsung menabrak Kahfi hingga terjatuh.
Natasya yang melihat mereka berdua bertingkah aneh di depannya. Ia malah pergi dan tak mempedulikannya.
Treeng..treeeng suara lonceng dijatuhkan kepada Kahfi. Kacamata Kahfi seperti melihat sesuatu di dalam lonceng. Sikap gombalnya pun berubah menjadi anak yang gagah berani. Ia berdiri dan berkata “kenapa kau melemparkan lonceng itu kepadaku Nail? Kau kan tahu sejak kecil aku tak suka dengan lonceng! Apa kau ingin membuatku teringat kejadian itu?”
Nail mengambil lonceng. Ia malah menjawab dengan sinis “jika kau tak ingin mendengarkan lonceng ini. Jangan sekali-kali kau mendekati tunanganku Natasya!” ancam nail menatapnya tajam.
Kahfi tersenyum mendengarkan ucapan temannya “hei.. kau.. seharusnya kau bilang dari tadi. Tak usah kau ancam-ancam aku seperti itu. Mungkin, tadi aku tak akan memarahimu! Tetapi, jika kau tunangan, kenapa Natasya selalu menghindarimu?”
Nail menghela nafas sambil mengatakan “maaf fi, walau kau sahabat terbaikku. Aku tak bisa menceritakannya kepadamu. Aku tahu kalau kau lupa aakan segalanya. Tetapi, bila kau inat nanti lupakan dan jauhi dia!”
Kahfi memegang pundaknya Nail “baiklah jika kau tak ingin menceritakannya padaku. Tapi, aku tidak tahu apa maksudmu aku lupa ingatan aku sungguh tidak mengerti! Satu hal lagi jika kau tak ingin membahasnya lagi. Ayo kita pergi ke kelas sebelum dosen galak itu datang! Ajak kahfi kepada nail
Nail hanya diam dan mengikuti ajakan temannya.

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...