Tuesday, May 14, 2019

PART 18 PLAYBOY MENCARI MUSUH

PART 18

Sesampainya kahfi di desa. Ia ditarik tangannya dan dibungkam mulutnya agar tidak berteriak. Ia dibawa ke gang buntu oleh sekelompok orang yang tak dikenalnya. Kahfi melepaskan tangan yang membungkamnya. Ia berkata sinis “wah. Wah mau main keroyokan nih, gak bener nih. Siapa sih kalian semua?” tanya kahfi sambil mengepalkan tangan.
“hush! Jangan berisik. Farul masih mengejarmu kak!” jawab orang tersebut.
“apa? Kakak kau bilang? Emangnya kau siapa memanggil aku kakak hah?” tanya kahfi lagi tak percaya
“wah, kayanya ingatan kakak belum pulih benar-benar nih masa sama keluarga sendiri lupa!”
“tidak, aku tak percaya kalau kalian semua adalah keluargaku. Ini paling akal-akalan kalian saja kan untuk menjebakku!”
“jika tidak percaya ikut aku kesini!”
“ikut kemana sih. Inikan sudah jalan buntu!”
“lihat ini kak!”
Jalan buntu itu pun terbuka sendirinya membuat kahfi terkagum-kagum melihatnya.
“ayo masuk!” ajaknya seraya mendorong kahfi masuk kesana cepat-cepat.
“aduh, ternyata disini suasananya begitu bagus. Ada rumahnya lagi. Siapa sih yang buat ini semua?”
“ini  semua dibuat oleh ayah kita sebelum meninggal” kata wanita yang baru keluar dari rumah.
“maksudmu? Kau dan juga kalian adalah keluargaku?” tanya khfi kaget.
“ya, ini buktinya. Ini album photomu serta adik-adikmu. Aku yakin kau pasti mengingatnya!”
Setelah kahfi membuka semua album photonya. Ia langsung mengingat semua itu dengan cepat. Walau ia sempat pingsan. Mereka membawa kahfi ke kamarnya.
“kak..kak bangun ini anita adik kakak!”
Tiba-tiba kahfi bangun dari pingsannya. Ia berkata dengan senangnya.” maafin kakak ya, sudah melupakan kalian semua. Terutama tetehku dan adik-adik yang kakak cintai!”
“kakak!”mereka pun memeluk kahfi dengan bahagianya.
“sudah.. sudah acara tangisan dan pelukannya kasihan kakakmu belum tidur! Lihat matanya memerah karena belum sempat tidur sama bajunya kusut. Pembicaraannya biar pagi hari saja!” kata hikmah menasihatinya.
Pagi hari di rumah nail. Ia yang masih tak terima atas kelakuan kahfi yang menyusup ke rumah serta memukulnya.
“tadinya aku menganggapnya sebagai saudara. Ekh ternyata dia yang menghianati kepercayaanku selama ini. Dasar kahfi penghianat atau jangan-jangan dia menyelamatkan aku untuk mengambil kotak itu. Bila benar awas kau nanti di kampus!” ucap hatinya nail.
“kak, bangun sarapan pagi bereng!’ ajak anita kepada kahfi membangunkan kakakknya.
“ya, bentar anita. Kakak mau mandi dulu sebelum makan!”
“yaudah. Ditunggu ya di meja makan!”
Selesai mandi kahfi menghampiri mereka di meja makan.
“kak, gagah banget ya pakai kemeja biru, wangi lagi, kaya mau ketemu wanita aja deh!”ejek dika pada kahfi.
“ahh. Dika bisa saja deh! Oh ya, bimo dimana? Daritadi kakak ngak lihat deh” tanya kahfi pada dika.
“jalan duluan kali. Mungkin nanti juga kakak tahu dimana bimo berada?” ucap dika tersenyum kecil
Kahfi hanya diam dan melahap soto yang telah dimasak oleh tetehnya hikmah.

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...