PART 13
Tasya masuk ke mobil dengan rasa bimbang di hati. Ayahnya yang melihat tasya begitu murung membuat ia menanyakan pada anaknya. “apakah ada sesuatu yang kamu cemaskan nak tasya?”
“tidak yah! Aku hanya berfikir yah! Mengapa semua orang menanyakan nail dan kahfi kepadaku.? padahal, aku tak pernah kenal dengan mereka! Seperti nail katanya dulu aku pernah berhubungan dengannya. Begitupula dengan kahfi yang berkata sama seperti nail. Yah! Semua membuatku bimbang tak karuan!” curhat tasya pada ayahnya.
Ia terkejut mendengar curahan hati anaknya. Membuat ia merasa takut bila ingatan anaknya pulih kembali seperti dulu, serta nail dan kahfi yang akan mengancam keberadaannya.
“yah!”panggil tasya pada ayahnya yang hanya diam saja setelah tahu curahan hati anaknya. “ya nak! Dengarkan ayah ya tasya. Sebenarnya mereka hanya menipu kamu saja agar mereka masuk ke dalam kehidupanmu. Satu hal yang harus kau tahu. Jangan sekali-kali kau mendekatunya. Ayah takut bila mereka melukai perasaanmu”pinta ayahnya.
“ya sudah jika ayah bilang begitu saja. Tasya akan ingat ucapan ayah di dalam hati!” jawab tasya tersenyum seraya memeluk ayahnya.
Kahfi memegang tanggannya michelle. Ia membawanya mendekati rumah yang dulu ia tempati.
“fi, apa rumahmu ini aman?”tanya michelle
“ya, aman. Layaknya rumahmu yang memakai sengatan listrik. Ini bisa dibuka bila memakai kode rumah. Tetapi, bila orang yang tidak dapat membukanya mungkin bisa saja terbakar!”jawab kahfi seraya membuka kode rumahnya.
Michelle kaget melihat pintu rumah kahfi terbuka seperti mau naik lift. Serta rumahnya kahfi yang begitu banyak buku berserakan di ruang tamu.
“fi, rumahmu hebat. Sekaligus berantakan sekali! Apa kamu tidak pernah beres-beres ya?” tanya michelle sembari mengejek kahfi.
“aku jawab apa ya. Bila aku memberitahu sebenarnya takut dia menjadi penghianat dan membocorkan rahasiaku!”ungkap hatinya kahfi.
“fi.. fi..”benarkan kau pria malas?”goda michelle sambil tersenyum.
“ya..ya aku pria malas. Kenapa tidak boleh?”jawab kahfi cemberut sambil berjalan ke arah kamarnya dulu.
Michelle melihat buku-buku kahfi. Ia juga melihat banyak catatan yang dikerjakannya saat menjadi pengacara. Ia kagum melihat catatan-catatan yang selalu membuat orang yang tidak bersalah sampai terbukti. Serta ia melihat buku hariannya. Ia langsung mmembacanya dilembaran terakhir.
No comments:
Post a Comment