Catatan 30 Mei 2019
setidaknya aku belum mentarbiyah orang lain. aku mentarbiyah diriku dan keluargaku. semoga tersampaikan. dengan memberikan keyakinan kepada keluarga kalau semua yang kita butuhkan hanya bisa mengharapkan kepada Allah. termasuk mengumpulkan saudara-saudaraku yang terpecah hanya karena tak memiliki kekayaan yang dimiliki saudara. namun, aku tahu kekayaan yang tertinggi hanya pada Allah. setidaknya bisa membuat ibuku menggantungkan semuanya kepada Allah.
Thursday, May 30, 2019
Friday, May 17, 2019
PART 31
PART 31
sesampainya mereka di rumah tasya, kahfi, ferry dan zen langsung ditodong pistol oleh sekomplotan kawan-kawan farul beserta ayahnya.
"victoria!" kata ferry dan zen kaget melihatnya diikat di atas tangga yang cukup tinggi.
"pak darma, kami sudah menangkap semua penyusp. kita tinggal menyuruh kahfi untuk mengambil serta catatan yang pernah disembunyikan ayahnya dan rekaman kahfi saat ia mendengar pembicarannya kita waktu itu!" sahut farul mantap.
"good job farul. sekarang kita harus membawa kahfi untuk menunjukkan berkas itu!" ucap pak dharma mendorong kahfi hingga jatuh.
"aw sakit!" ujar kahfi dalam hati merintih kesakitan sambil melihat bekas tembakan ditubuhnya mengeluarkan darah.
"ayah, kenapa kau jahat sekali pada mereka? apa salah mereka?" bentak tasya pada ayahnya sembari mencoba melepaskan tangan farul darinya.
"tasya, mengapa kau membela mereka. tak tahukah mereka yang buat hidup kita hancuur
tiba-tiba ada orang datang ke rumah tasya. ia berkata ada penyusup lain yang datang kesini!" mereka membawa penyusup itu ke hadapan semua orang yang berada disana. kahfi kaget melihat kakaknya dan adiknya sudah dibawa. apalagi keluarganya membawa berkas yang dicari pak darma
"kakak, anita, kenapa kalian kesini?" seru kahfi menahan kesakitan.
"maaf kahfi. kami tadinya kesini untuk menyelamatkanmu. eh ternyata kami tertangkap oleh penjaga di belakang rumahnya!" ucap hikmah
adiknya anita memeluk kahfi. ia takut kehilangan kakak keduanya!"
"wah wah drama banget kalian semua. tapi, kita semua bersyukur atas kedatangan kalian. tanpa disuruh kalian datang sendiri. aku akan membakar semua berkas itu dihadapan mereka semua. agar kalian tahu melawan siapa!" tutur pak darma sambil mengambil berkas di tangan hikmah.
datanglah laura membawa perapian untuk membakar berkas di tangan pak darma
"om darma perapian sudah siap tinggal membakar berkas itu"kata laura
"laura. kau apa-apaan ternyata selama ini kau sepupu dengan tasya dan kenapa kau mengikuti permintaannya? mengapa kau ikut ke pihak yang salah!" teriak kahfi menahan kesakitan ditubuhnya yang hampir kehilangan banyak darah dikarenakan ikatan ditubuhnya makin kuat.
"maaf fi! aku melakukannya karena hutang budi yang diberikan pak darma kepadaku selama ini" ucap hatinya laura menahan untuk menangis sembari mengambil berkas yang diberikan pak darma untuk membakarnya.
"aku mohon laura. jangan membakar berkas itu. semua berkas itu adalah bukti-bukti yang ditaruh ayah dan juga aku selama memata-matainya." tutur kkahfi sembari berdiri dan mendekati laura.
"teh, kak kahfi terluka!" ucap anita seraya menunjukkan darah di lantai.
tasya menangis melihat kahfi berlumuran darah sambil berjalan menghampiri lauura.
"sudah cukup ayah, farul. kalian apa-apaan sih membuat mereka menderita!" kata tasya melepaskan tangan dari farul dan menjatuhkannya dengan kaki sambil berjalan ke arah kahfi.
"laura apa kau dendam padaku hingga kau melakukan semua ini? apa selama ini kau merencanakannya?" tanya kahfi berjalan mendekati laura dan menitikkan air matanya.
"hentikan fi, lukamu begitu dalam jika kau terus berjalan menghampiriku"
"laura!" teriak tasya pada laura dan menamparnya.
"tasya, apa yang kau lakukan pada temanmu sendiri. seharusnya kau tidak ikut campur ini urusanku tasya!"
sesampainya mereka di rumah tasya, kahfi, ferry dan zen langsung ditodong pistol oleh sekomplotan kawan-kawan farul beserta ayahnya.
"victoria!" kata ferry dan zen kaget melihatnya diikat di atas tangga yang cukup tinggi.
"pak darma, kami sudah menangkap semua penyusp. kita tinggal menyuruh kahfi untuk mengambil serta catatan yang pernah disembunyikan ayahnya dan rekaman kahfi saat ia mendengar pembicarannya kita waktu itu!" sahut farul mantap.
"good job farul. sekarang kita harus membawa kahfi untuk menunjukkan berkas itu!" ucap pak dharma mendorong kahfi hingga jatuh.
"aw sakit!" ujar kahfi dalam hati merintih kesakitan sambil melihat bekas tembakan ditubuhnya mengeluarkan darah.
"ayah, kenapa kau jahat sekali pada mereka? apa salah mereka?" bentak tasya pada ayahnya sembari mencoba melepaskan tangan farul darinya.
"tasya, mengapa kau membela mereka. tak tahukah mereka yang buat hidup kita hancuur
tiba-tiba ada orang datang ke rumah tasya. ia berkata ada penyusup lain yang datang kesini!" mereka membawa penyusup itu ke hadapan semua orang yang berada disana. kahfi kaget melihat kakaknya dan adiknya sudah dibawa. apalagi keluarganya membawa berkas yang dicari pak darma
"kakak, anita, kenapa kalian kesini?" seru kahfi menahan kesakitan.
"maaf kahfi. kami tadinya kesini untuk menyelamatkanmu. eh ternyata kami tertangkap oleh penjaga di belakang rumahnya!" ucap hikmah
adiknya anita memeluk kahfi. ia takut kehilangan kakak keduanya!"
"wah wah drama banget kalian semua. tapi, kita semua bersyukur atas kedatangan kalian. tanpa disuruh kalian datang sendiri. aku akan membakar semua berkas itu dihadapan mereka semua. agar kalian tahu melawan siapa!" tutur pak darma sambil mengambil berkas di tangan hikmah.
datanglah laura membawa perapian untuk membakar berkas di tangan pak darma
"om darma perapian sudah siap tinggal membakar berkas itu"kata laura
"laura. kau apa-apaan ternyata selama ini kau sepupu dengan tasya dan kenapa kau mengikuti permintaannya? mengapa kau ikut ke pihak yang salah!" teriak kahfi menahan kesakitan ditubuhnya yang hampir kehilangan banyak darah dikarenakan ikatan ditubuhnya makin kuat.
"maaf fi! aku melakukannya karena hutang budi yang diberikan pak darma kepadaku selama ini" ucap hatinya laura menahan untuk menangis sembari mengambil berkas yang diberikan pak darma untuk membakarnya.
"aku mohon laura. jangan membakar berkas itu. semua berkas itu adalah bukti-bukti yang ditaruh ayah dan juga aku selama memata-matainya." tutur kkahfi sembari berdiri dan mendekati laura.
"teh, kak kahfi terluka!" ucap anita seraya menunjukkan darah di lantai.
tasya menangis melihat kahfi berlumuran darah sambil berjalan menghampiri lauura.
"sudah cukup ayah, farul. kalian apa-apaan sih membuat mereka menderita!" kata tasya melepaskan tangan dari farul dan menjatuhkannya dengan kaki sambil berjalan ke arah kahfi.
"laura apa kau dendam padaku hingga kau melakukan semua ini? apa selama ini kau merencanakannya?" tanya kahfi berjalan mendekati laura dan menitikkan air matanya.
"hentikan fi, lukamu begitu dalam jika kau terus berjalan menghampiriku"
"laura!" teriak tasya pada laura dan menamparnya.
"tasya, apa yang kau lakukan pada temanmu sendiri. seharusnya kau tidak ikut campur ini urusanku tasya!"
catatan kecil 16 mei 2019
aku kehilangan motivasi. aku bergerak tanpa ada sedikit ruh di jiwaku. tidak ada semangat dalam hidup ketika itu. namun, motivasiku naik kembali ketika DPP Gamasis menasihati seluruh kawan-kawan ketika rapim. memang benar, apa yang dikatakannya keimanan manusia tuh kadang naik dan turun. layaknya ada pasang dan surut. kehilangan ekspektasi di dalam gamasis. karena, dulu seringkali dinassihati ketika menjalankan proker. tak henti-hentinya ketika rapat maupun grup mengatakan kata semangat dan kata-kata motivasi lainnhya membuat ruh itu hadir di dalam jiwaku. aku kira aku akan mendapatkan ruh itu lagi ketika kepemimpinan yang sekarang. namun, tidak sesuai dengan ekspetasiku. nah, mungkin itulah berharap kepada manusia akan membuat kita kecewa. coba seandainya kita belajar dan mencari hal itu semua dari Allah.
entah kenapa diriku ini terasa kering sekali sehari saja tanpa nasihat ruhnya hilang begitu saja. mungkin, aku harus banyak mendengar nasihat dari orang-orang. biasanya nasihat dari seorang pemimpin akan membawa semangat juga untuk bawahannya. kaya kemarin pas DPP Gamasis menasihatiku kaya tadi. masya allah nasihatnya masih terasa hingga sekarang. allah memberikan apa yang aku butuhkan yaitu nasihat.
entah kenapa diriku ini terasa kering sekali sehari saja tanpa nasihat ruhnya hilang begitu saja. mungkin, aku harus banyak mendengar nasihat dari orang-orang. biasanya nasihat dari seorang pemimpin akan membawa semangat juga untuk bawahannya. kaya kemarin pas DPP Gamasis menasihatiku kaya tadi. masya allah nasihatnya masih terasa hingga sekarang. allah memberikan apa yang aku butuhkan yaitu nasihat.
PART 30
"tasya jika suatu saat nanti kita berpisah. apakah kau akan terus mengingatku atau melupakan aku?" tanya kahfi sembari memegang tangannya.
"melupakanmu! karena aku tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan masa laluku. aku hanya ingin melaju ke masa depan. bagiku masa depan akan menjadi hari tercerah dan membuat hidupku llebih indah!" tutur tasya sambil melirik ke arah langit biru.
"kau yakin akan melupakan aku?"
"tidak juga sih. karena aku tak ingin kehilanganmu untuk terakhir kalinya. aku ingin walau kita berpisah. hati aku dan kamu tetap saling mencintai dan menjadi jodoh seumur hidupku!" seru tasya seraya memeluk kahfi.
kahfi membangunkan tasya yang terjaduh
"ini sama saat aku bertemu denganmu pertama kalinya tasya!" kata kahfi pada tasya sambil membangunkannya.
"dasar ya. emang kau cowok gombal sedunia!" ketus tasya cemberut melihat kahfi disana.
"kau kenapa tadi berlari?" tanya kahfi heran
"seharusnya aku yang nanya sama kamu! kau kenapa ada dirumahku? mengendap-endap lagi lewat belakang rumahku!" tanya tasya lagi.
"hush! jangan berisik. aku takut ada orang lain mendengar!" ucap kahfi menenangkan tasya.
dugaan kahfi ternyata benar ada orang laiyang mendengar.
"angkat tanganmu penyusup. ini teman-temanmu kan!" seru farul sembari memegang pistol dan membawa teman-temannya ke arah kahfi yang sudah diikat oleh sekomplotan kawan-kawan farul.
""farul. kenapa kau mengikat mereka. apa yang terjadi?" tanya tasya membentak farul
"ayo cepat ke rumah tasya. kau tak usah ikut campur bila perlu ditanyakan sendiri pada ayahmu. jangan coba untuk membentakku atau meneriakiku!" ajak farul memegang tangan tasya secara paksa.
"ikh.. lepaskan farul. lepaskan!" kata tasya sambil melirik ke belakang melihat kahfi diikat dan dibawa ke rumah tasya secara paksa.
"tasyaa, meski hari ini adalah hari pertemuan terakhir kita. aku mohon agar kau mengingatku selamanya. walau hanya kenangan semata itu bisa menjadi kenangan terindah untukku!" ucap kahfi dalam hati merintih kesakitan.
"melupakanmu! karena aku tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan masa laluku. aku hanya ingin melaju ke masa depan. bagiku masa depan akan menjadi hari tercerah dan membuat hidupku llebih indah!" tutur tasya sambil melirik ke arah langit biru.
"kau yakin akan melupakan aku?"
"tidak juga sih. karena aku tak ingin kehilanganmu untuk terakhir kalinya. aku ingin walau kita berpisah. hati aku dan kamu tetap saling mencintai dan menjadi jodoh seumur hidupku!" seru tasya seraya memeluk kahfi.
kahfi membangunkan tasya yang terjaduh
"ini sama saat aku bertemu denganmu pertama kalinya tasya!" kata kahfi pada tasya sambil membangunkannya.
"dasar ya. emang kau cowok gombal sedunia!" ketus tasya cemberut melihat kahfi disana.
"kau kenapa tadi berlari?" tanya kahfi heran
"seharusnya aku yang nanya sama kamu! kau kenapa ada dirumahku? mengendap-endap lagi lewat belakang rumahku!" tanya tasya lagi.
"hush! jangan berisik. aku takut ada orang lain mendengar!" ucap kahfi menenangkan tasya.
dugaan kahfi ternyata benar ada orang laiyang mendengar.
"angkat tanganmu penyusup. ini teman-temanmu kan!" seru farul sembari memegang pistol dan membawa teman-temannya ke arah kahfi yang sudah diikat oleh sekomplotan kawan-kawan farul.
""farul. kenapa kau mengikat mereka. apa yang terjadi?" tanya tasya membentak farul
"ayo cepat ke rumah tasya. kau tak usah ikut campur bila perlu ditanyakan sendiri pada ayahmu. jangan coba untuk membentakku atau meneriakiku!" ajak farul memegang tangan tasya secara paksa.
"ikh.. lepaskan farul. lepaskan!" kata tasya sambil melirik ke belakang melihat kahfi diikat dan dibawa ke rumah tasya secara paksa.
"tasyaa, meski hari ini adalah hari pertemuan terakhir kita. aku mohon agar kau mengingatku selamanya. walau hanya kenangan semata itu bisa menjadi kenangan terindah untukku!" ucap kahfi dalam hati merintih kesakitan.
PART 29
PART 29
Setelah berapa menit kahfi sadar. Ia baru tahu sekarang ia berada dalam mobil ferry dan zen.
“fer, kau mau bawa aku kemana?” tanya kahfi masih lemas.
“turun! Kita sudah sampai!” pinta zen pada kahfi. Kahfi turun dengan terpaksa bersama mereka berdua menuju rumah tasya lewat belakang rumah. “aku begitu takut dan juga bingung dengan diriku sendiri. Apa yang terjadi padaku dan juga keluargaku? Apa karena pengaruh pil yang diberikan ayah setiap hari?” tanya tasya dalam hati sembari berlari menuju belakang rumahnya.
Bruuukk.. tasya berlari kencang menabrak seseorang di depan matanya.
Tiing.. ting.. tong..tiing…tong suara bel depan rumah nai berbunyi. Ia langsung membuka pintu dan melihat mereka tiba di depan rumahnya.
“”mana kahfi? Aku ingin melihatnya. Seberapa parah lukanya dengan peluruku tadi?” tanya ian judes sembari masuk keruangannya tanpa permisi dengan nail.
Mereka pun masuk tanpa disuruh. Masuknya mereka membuat nail kesal degan kelakuan mereka.
“mengapa kau kesini? Kau yang telah membuat kakakku terluka hingga kritis!” sahut bimo nyolot.
“mana kakakkmu? Kok tidak ada, dan kenapa dokter serta susternya pada pingsan semua!” tanya michelle melihat ruangan kahfi.
“kakakku tidak ada. Bagaimana ia bisa kabur dari sini!” tanya bimo heran.
“ayo, cepat pergi dari sini. Aku takut dia berada dalam bahaya. Ia masih terluka!” ajak nail pada mereka semua.
“kahfi.. pasti dirimu menemui tasya untuk menyelamatkannya. Tapi fi, wlaau aku akan menghianatimu nanti. Bagiku kau adalah cintaku saat ini!” ucap hatinya michelle seraya mengikuti ajakan nail untuk masuk mobil bersama dan menemukan kahfi kembali.
PART 28
PART 28
Kahfi terbangun dari kritisnya. Ia baru sadar bila dia berada di rumah nail. Dan ia juga ingat bahwa tasya serta laura dalam keadaan berbahaya. Ia menyuruh suster disampingnya agar cepat melepaskan infusannya tanpa diketahui bimo ataupun nail. Ia keluar dari pintu belakang dengan terengah-engah merintih kesakitan.
Ketika kahfi sampai di tempat tujuan. I a malah dibungkam obat bius dari belakang dan membawanya ke mobil “kau yakin zen, tidak ada yang mengikuti kahfi kesini?” tanya ferry.
“aku yakin fer! Pakaikan baju hitam ini ke kahfi sebelum dia sadar. Kita akan membawanya ke rumah tasya sekarang juga!” kata zen tersenyum.
Ibu victoria mengendap-ngendap masuk ke dalam kamarnya tasya. Namun, sayang saat sudah masuk pintu seseorang memukulnya dari belakang hingga pingsan. Victoria diikatkan tali dan digantungkan diatas tangga yang tinggi oleh farul.
Ibu marwa yang melihat itu langsung pergi ke gudang menyusul tasya. Ia melihat tasya menangis
“non, sebaiknya pergi dan keluar dari rumah ini!” pinta ibu marwa.
“ehh.. mbok! Kenapa memintaku untuk keluar dari rumahku sendiri?” tanya tasya menghapus air matanya.
“mungkin menurut non tasya semua ini begitu aneh. Tapi, yang paling penting adalah keselamatan non tasya. Mbok tak mau bila melihatmu dan memihak orang yang salah. Percayakan pada dirimu sendiri mana yang benar ataupun yang salah. Jangankan keluargamu yang berbuat salah ataupun orang lain kau harus menghukumnya walau terasa berat dan menyakitkan!” jawab ibu marwa sembari memeluk tasya.
“maksud mbok apa? Tasya sunggu tidak mengerti!”
“nanti jika kau mengingatnya. Kau akan mengerti apa yang mbok ucapkan! Jika kau bertemu kahfi titip salam dari bunda marwa untuknya dan aku titip surat ini untuknya!” pinta ibu marwa sembari memberika surat kepada tasya.
Akhirnya tasya pun pergi dari gudang dan meninggalkan ibu marwa di gudang sendirian.
PART 27
PART 27
Kahfi yang masih kritis memimpikan dirinya bersama ayahnya saat berumur 13 tahun yang lalu.
“walau aku masih berumur 13 tahun. Aku tahu ayah dalam keadaan bahaya. Aku tak ingin mengikuti permintaan ayah untuk diam saja. Aku tak ingin kehilangan ayah. Aku harus menyelamatkan ayah bersama adikku anita!” ucap kahfi dalam hati sembari mengayuh sepdanya secepat mungkin ke lapangan baseball.
Sebelum sampai disana ia melihat nail dipukuli dan hampir ditembak. Ia memberhentikan sepedanya dan melawan orang-orang yang begitu besar darinya.
Tetapi, ia tak merasa kecil untuk menghadapi mereka dengan kemampuannya. Ia melakukan sebisanya walau ia terluka di bagian tangan kirinya.
“ayo cepat pergi dari sini sebelum mereka datang lagi!” pinta kahfi pada nail seraya mengayuh sepedanya lagi. Saat kahfi sampai di lapangan baseball. Ia baru sadar ayahnya sudah meninggal dunia.
“ayah..ayah kenapa begitu cepat meninggalkan aku dan dimana bunda yah. Apakah dia juga sudah meninggal ataukah masih hidup? Panggil kahfi menahan tangisnya melihat ayah sudah tak sadarkan diri lagi dan tak menjawab pertanyaan kahfi.
“sudah kak, ini bukan salah kakak. Tapi, ini salahku yang tak mengikuti nasihat ayah tadi!” kata anita menitikkan air mata.
“tidak, ini bukan salah kakak ataupun anita. Tapi, ini salah bimo yang seharusnya tak melawan mereka terlebih dahulu. Pasti ayah takkan mati. Andai aku seorang dokter mungkin ayah masih diselamatkan!” jawab bimo menangis.
Kahfi memeluk mereka berdua. “sudahlah, mungkin ini sudah takdir dari Allah. Tetapi, perjuangan ayah takkan sia-sia. Ia menyelamatkan berkas para koruptor untuk kita bawa ke pengadilan nanti dan membongkar semua itu dihadapan publik.!” jawab kahfi mencoba tegar dihadapan mereka.
“seharusnya ayah dari dulu tidak mengangkat kami berdua sebagai anaknya. Mungkin jika itu terjadi kami tidak menyusahkan ayah dalam pekerjaan apapun!” kata bimo.
“tidak bimo dan anita. Keluargaku takkan pernah menyesal mengangkat kalian berdua sebagai anak dari bagian keluarga ini. Kakak justru senang mempunyai kalian sebagai adik penurut dan penyayang!” ucap kahfi sembari melepaskan pelukan dari adik-adiknya dan jatuh pingsan.
Wednesday, May 15, 2019
PART 26
PART 26
Sesampainya michelle kembali ke kampus. Ia melihat ruangan kelas sudah kosong. Ia juga melirik ke bawah lantai.
“darah. Jangan-jangan ini darahnya kahfi. Tapi, ia dimana sekarang?”ucap hatinya michelle.
Tiba-tiba ian datang menodongkan pistol ke kepalanya michelle.
“ian.. apa kau ingin membunuhku dengan pistol ini?” tanya michelle menatapnya tajam
“sebaiknya kau menyerah saja. Kerjamu membuat aku muak. Kamu tahu gara-gara kamu kahfi berani mmelawan kita. Rekan kerjanya sendiri. Apalagi, dia menyelamatkan nail saat aku menembak ke arah nail.” jawab ian sinis.
“apa? Kau tega melakukan itu pada temannya. Kau gila ian!” bentak michelle sambil menodongkan pistolnya pada ian.
“oh, gini cara rekan kerja membunuh rekannya sendiri!”
“tidak.. jika kau tidak membunuhnya!”
“bukankah misi kita selama ini adalah membunuh temannya kahfi dan merebut semuanya darinya. Agar ia tidak menghalangi jalan kita untuk membawa tasya dalam menghancurkan ayahnya sendiri atau membunuhnya!’ tegas ian.
“aku tidak setuju dari awal rencana ibu victoria itu kejam. Itu artinya pertumpahan darah sesama keluarga. Kenapa tidak laporkan saja ayahnya tasya ke kantor polisi daripada pertumpahan darah itu terjadi.
“jika kita laporkan ke polisi mungkin ujung-ujungnya uang untuk menyogok aparat penegak hukum dalam segala hal agar tidak masuk ke penjara. Sama saja hidupku dan hidup kakak gue hancur begitu saja untuk kedua kalinya. Kamu tahu betapa hancurnya aku selama ini terus diancam dan hampir dibunuh!” tutur ian melepaskan tembakan ke arah michelle.
Seseorang membawa michelle agar tidak tertembak. Tembakan ian meleset ke arah tembok kelas hingga berlubang.
“lebih baik kau hentikan semua ini. Pertengkaran tidak akan menyelesaikan masalah. Apalagi kalau masalah tentang pembunuhan itu buat aku merinding. Michelle dan uga ian berapa banyak orang suruhan pak darma untuk menghancurkan kita semua. Kalian tahu pak darma melakukan ini semua demi uangnya dan demi harga dirinya!” tegas gilang
“kenapa semua orang membela kahfi. Tak tahukah hatiku ini sakit mendengar semua itu!” seru ian marah.
“aku tidak membela siapapun. Aku ingin sesama rekan kerja menjadi sahabat dan saling tolong-menolong. Serta kita dapat menghancurkan ketidakadilan di dunia ini. Bila bisa kita tuntaskan semua kasus besar terkait korupsi ini yang menimbulkan banyak korban.!” tegas gilang lagipada mereka berdua.
“aku pegang janjimu gilang. Awa bila kalian berkhianat kepadaku. Aku tak akan segan membunuh kalian berdua dengan tanganku sendiri.” ancam ian menyetujui permintaan gilang.
“ayo kita pergi dari sini dan menyusul ke rumah nail untuk melihat kondisi kahfi sekarang.” ajak gilang pada mereka berdua untuk naik mobilnya.
PART 25
PART 25
Sesampainya mereka di rumah nail, kahfi langsung dibawa ke kamar khusus dibantu suster dan dokter pribadi di keluarganya.
“ini gara-gara kamu. Kakakku terluka karena menolongmu! Kapan kau tidak akan menuduhnya lagi. Bukankah kalian sudah sahabatan sejak kecil. Seharusnya kamu tahu kepribadiannya itu padamu!”ketus bimo.
“ya, gue yang salah. Gue tidak pernah memikirkan sejauh itu. Karena gue dipaksa sahabatan dengannya oleh ayahku sendiri. Lo tahu betapa tersiksanya gue sahabtan dengannya!” sahut nail nyolot.
“oh.. lo terpaksa. Yaudah jangan lagi minta bantuan sama kakak gue. Bukannya lo harusnya berterima kasih atas diselamatkannya kau dari kecelakaan itu. Karena kejadian itulah yang membuat gue dan kahfi kehilangan ayah!” bentak bimo keras.
Nail diam setelah dibentak bimo tadi. Ia jadi serba salah setelah tahu kejadian itu.
Suster keluar dan menyuruh mereka diam. Karena mereka berisik dan keadaan kahfi masih kritis.
“kak, aku mohon sadar!” kata bimo cemas.
“tenang bimo dia pasti sadar demi tasya!” ujar nail pada bimo.
“hei.. kau . ngak punya perasaan banget sih. Dia itu masih kritis. Sempat-sempatnya kau bicara orang lain. Dasar lo ngak punya hati!”
“kahfi.. nail. Apa aku pernah berhubungan dengan mereka? Tapi kenapa aku tak bisa mengingat mereka. Satu kenangan apapun aku sungguh tak ingat!” ucap tasya menuju ke gudang belakang rumahnya.
Sesampainya tasya di gudang. Ia melihat beberapa lukisan, buku album dan buku diary. Tasya membuka bukuny dengan rasa kaget.
Kamu tahu buku diaryku tersayang. Apa yang terjadi malam hari ini aku adalah orang yang spesial baginya. Tetapi, aku tidak enak hati pada temanku laura. Ia menyuruhku untuk berpura-pura menjadi orang yang pertama bertemunya di pesta bertopeng. Tetapi, aku kecewa pada diriku sendiri aku telah menyukai nail. Ia juga menembakku sebagai pasangan seumur hidupnya. Apalagi lukisan ini yang membuktikkan cintnaya padaku. Lukisan tanpa orang hanya ada taman yang sunyi.
Tasya memukul kepalanya karena semua itu terasa aneh baginya. “aku sungguh tidak mengerti dengan semua ini. Kenapa ada lukisan?buku diary, catatan-catatan yang sudah kuno. Kenapa aku menyimpan semua ini? Dari awal hingga akhir aku tak bisa mengingat apapun yang dikatakan mereka.” kata tasya menitikkan air matanya sambil membantingkan semua barang digudangnya dengan kecewa.
PART 24
PART 24
“hei fi, lo kan yang ngasih permen permanent itu ke laura? Hingga dia ingat semuanya! Lo kan tahu permen itu untuk tasya agar ia sembuh kembali ingatannya. Dasar lo ngak tahu diri!” bentak nail seraya menarik baju kahfi.
“bukan gue nail yang memberikannya. Mana aku tahu dia pernah memakan permen itu!” tegas kahfi.
“woy. Berhenti napa saling tuduh-tuduhannya. Memangnya, kalian ngak malu dilihatin orang di kampus?” bentak bimo pada kahfi dan juga nail sambil memisahkan mereka berdua.
Datanglah ian disana sambil berkata sinis
“gue yang mencuri kotak itu di rumahmu! Gue juga yang memberikan isi dalam kotak itu pada laura! Puas kalian!” ucap ian seraya menodongkan pistol pada mereka bertiga.
Door..door suara tembakan menembus badan kahfi. Lagi-lagi nail ditolong oleh kahfi. Ian berlari sesudah menembak rekan kerjanya sendiri. Hari itu juga suara handpone nail berdering dan berkata nyolot padanya.
“jika kau ingin laura dan tasya selamat. Datanglah kesini membawa kahfi!” ancam orang ditelpon seraya mematikan handponenya.
“kak, kau harus dibawa ke rumah sakit sekarang juga. Kakak sudah kehilangan banyak darah!” pinta bimo pada kakaknya.
“fi, maukah kau ikut denganku. Tadi ada orang yang menelponku dan mengancam tasya serta laura bila kita tidak menyelamatkannya!” pinta nail sambil memohon pada temannya kahfi.
“kau tidak lihat. Keadaan kakakku bagaimana?” teriak bimo pada nail.
“aku tahu!” maka dari itu aku akan mengeluarkan peluru itu dari dalam tubuhnya sebelum kita pergi kesana!” kata nail.
“kak.. aku tak ingin melihat kakak seperti ini!”
“tenang bimo. Turuti saja permintaan teman kakak. Soalnya dia benar jika mereka tak selamat mungkin ayahnya akan menuduh kita sebagai pembunuhnya!” pinta kahfi merintih kesakitan.
Michelle memberhentikan motornya. Ia gelisah mengingat ucapan tio kemarin.
“kamu tahu darimana aku disini? Padahal aku tidak pernah memberitahumu!”
“aku tahu karena aku mengikutimu dari tadi. Kau saja yang tidak sadar bahwa aku mengikutimu!”
“dan kenapa kau mengajakku bersembunyi disini!”
“aku ingin menyelamatkanmu. Aku takut farul menangkapmu dan denger-denger kahfi akan ditembak oleh ian di kampus ya? Gini-gini aku masih punya hati padamu walau kita sudah putus!”
“terus kenapa tadi kau tidak ajak kahfi kesini. Aku takut ucapan kamu tadi menjadi kenyataan. Aku ngak mau kehilangan dia tio!”
“bukankah kau juga menghianati kahfi. Bukankah kau mau membawanya ke ayah tasya. Sama-sama saja dia akan mati benar kan?”
“hmm.. aduh aku juga bingung. Aku juga ngak mau ngelukain dia karena dialah teman penyelamatku. Tetapi, jika aku tidak membawanya adikku akan mati di tangan ayah tasya!” jawab michelle menitikkan air matanya.
“sudah, sudah jangan menangis. Aku akan mencoba menyelamatkan adikmu!” kata tio menenangkan michelle sambil memberikan sapu tangan untuknya.
“aku harus kesana. Kahfi tidak boleh mati. Karena dialah cintaku!” ucap hatinya michelle memutarbalikkan motornya ke kampus.
Tuesday, May 14, 2019
PART 23
PART 23
“fi..fi!” panggil gilang pada kahfi yang tertidur dibangku taman.
“ada apa michelle?” kata kahfi tersentak bangun setelah dibangun gilang
“michelle.. mimpi apa kau dengannya? Fi, sudah waktunya masuk kelas!” ajak gilang.
“ekh.. pak dosen. Maaf saya salah ucap tadi!” kata kahfi
“apa kau putuskan sahabat dan misi kita karena dia?”teriak gilang
Kahfi menaruh kotak disampingnya dan menjawabnya
“jangan kau bawa namanya di masalah persahabatan dan pekerjaan. Lagipula, aku sudah tak punya hubungan lagi dengan pak dosen!” sinis kahfi sembari pergi meninggalkan gilang.
Kelas pun sudah selesai. Michelle yang buru-buru pergi untuk meninggalkan kahfi. Saking terburu-buru michelle malah tertabrak dengan seorang lelaki yang memakai baju berwarna putih seperti dokter. Bukunya menjadi berantakan.
“michelle tak mempedulikan bukunya. Ia pergi begitu saja tanpa satu kata pun. Kahfi keluar dari kelas melihat adiknya bimo sedang membereskan buku di jalan.
“bimo, kau disini? Ada apa dengan buku-buku ini?” tanya kahfi sembari membantu membereskan bukunya.
“eh, kakak. Tadi aku menabrak wanita. Entah siapa dia malah meninggalkan bukunya dan pergi begitu saja!”
“bimo, lihat catatan di buku bindernya!”
“wah, ini kan catatan tentang kakak. Ada photo kakak lagi. Memangnya ini orang lagi cari info kakak?”
Belum dijawab oleh kahfi datanglah nail dengan muka marah. Ia mendorong kahfi.
PART 22
Kahfi memegang tangan michelle dan membawanya ke taman. "aku mau bicara denganmu soal kemarin. kenapa kau tinggalkan aku sendiri di rumah pohon dan kenapa farul ada disana?" tanya kahfi serius.
"kemarin, aku tidak meninggalkanmu. kau yang meninggalkan aku disana sendirian. masalah farul aku ngak tahu dia kenapa udah ada disana. ngasih tahu keberadaan kita juga ngak!" jawab michelle berbohong.
"aku tahu kamu pasti menyembunyikan sesuatu dariku kan?" apa kau seorang mata-mata yang ingin mencelakaiku?" sinis kahfi menatapnya tajam.
"aku ingin memberitahukan semuanya padamu fi, tapi aku ngak bisa melakukan itu semua!" ucap hatinya michelle
"kenapa diam? apa yang dikatakanku itu benar?"
"tidak.. itu semua tidak benar! memang ya, kau tidak akan pernah mengerti perasaanku bagaimana sekarang? kau hanya mememntingkan dirimu sendiri. aku benci padamu fi!" bentak michelle sambil melepaskan tangan kahfi dan pergi meninggalkannya.
"aku mengerti perasaanmu michelle. tapi, aku harus menjauhimu untuk membuktikkan bahwa kau bukan orang yang sedang aku fikirkan!" ujar hatinya kahfi.
kahfi melirik ke arah bangku di taman. ia melihat sebuah kotak.
"kotak itu isinya apa ya?" mmm.. apa jangan-jangan yang dibicarakan nail tadi!" kata kahfi seraya mendekati kotak itu.
"wah.. isinya permen, apa jangan-jangan permen obat penyembuh ingatan itu, coba ah!"tuturnya sembari melahap permennya
"michelle.. michelle kau dimana?" teriak kahfi pada michelle di halaman rumahnya.
"aku disini fi!" sahut michelle dari belakang.
kahfi menoleh ke belakang. ia langsung memegang kedua tangan michelle. kau tidak apa-apa kan? aku cemas melihatmu tidak ada disana. aku pikir kau sudah dibawa tio tadi. aku takut kau kenapa-napa!" jelas kahfi cemas.
"jika kau takut aku kenapa-napa. kenapa tidak kau lamar saja aku? agar aku dilindungimu setiap saat!"
"maafkan aku michelle, aku tidak bisa melamarmu. carilah pengganti diriku yang jauh lebih baik. aku yakin kau bisa melupakan aku. hari ini atau hari seterusnya. ini adalah pertemuan terakhir bagi kita. jagalah dirimu!"
"kemarin, aku tidak meninggalkanmu. kau yang meninggalkan aku disana sendirian. masalah farul aku ngak tahu dia kenapa udah ada disana. ngasih tahu keberadaan kita juga ngak!" jawab michelle berbohong.
"aku tahu kamu pasti menyembunyikan sesuatu dariku kan?" apa kau seorang mata-mata yang ingin mencelakaiku?" sinis kahfi menatapnya tajam.
"aku ingin memberitahukan semuanya padamu fi, tapi aku ngak bisa melakukan itu semua!" ucap hatinya michelle
"kenapa diam? apa yang dikatakanku itu benar?"
"tidak.. itu semua tidak benar! memang ya, kau tidak akan pernah mengerti perasaanku bagaimana sekarang? kau hanya mememntingkan dirimu sendiri. aku benci padamu fi!" bentak michelle sambil melepaskan tangan kahfi dan pergi meninggalkannya.
"aku mengerti perasaanmu michelle. tapi, aku harus menjauhimu untuk membuktikkan bahwa kau bukan orang yang sedang aku fikirkan!" ujar hatinya kahfi.
kahfi melirik ke arah bangku di taman. ia melihat sebuah kotak.
"kotak itu isinya apa ya?" mmm.. apa jangan-jangan yang dibicarakan nail tadi!" kata kahfi seraya mendekati kotak itu.
"wah.. isinya permen, apa jangan-jangan permen obat penyembuh ingatan itu, coba ah!"tuturnya sembari melahap permennya
"michelle.. michelle kau dimana?" teriak kahfi pada michelle di halaman rumahnya.
"aku disini fi!" sahut michelle dari belakang.
kahfi menoleh ke belakang. ia langsung memegang kedua tangan michelle. kau tidak apa-apa kan? aku cemas melihatmu tidak ada disana. aku pikir kau sudah dibawa tio tadi. aku takut kau kenapa-napa!" jelas kahfi cemas.
"jika kau takut aku kenapa-napa. kenapa tidak kau lamar saja aku? agar aku dilindungimu setiap saat!"
"maafkan aku michelle, aku tidak bisa melamarmu. carilah pengganti diriku yang jauh lebih baik. aku yakin kau bisa melupakan aku. hari ini atau hari seterusnya. ini adalah pertemuan terakhir bagi kita. jagalah dirimu!"
PART 21 PLAYBOY MENCARI MUSUH
PART 21
Tiba-tiba laura menghampiri nail. Ian yang tadi mengejar laura terhenti ketika ia melihat nail dan kahfi disana. Ia bersembunyi dibelakang pohon.
“aku ingat semuanya tentang dirimu. Aku pernah bertemu denganmu didalam pesta bertopeng. Aku menyamar menjadi natasya karena aku takut bila aku menyebutkan namaku kau tidak akan suka kepadaku!”jelas laura sembari menangis
Kahfi terbengong melihat laura menusuk temannya tasya dari belakang. Mumpung nail dicegah laura. Ia masuk ke kelas dan menemui michelle disana.
“ah, tidak mungkin. Sebab setelah pesta bertopeng aku menemuinya di rumah dan mengajak berjalan bersama!” jawab nail tidak percaya seraya menghindari laura.
“akan aku ceritakan agar kau percaya kepadaku!”
“waktu itu kau memakai jas berwarna hitam dengan setelan serba hitam disesuaikan dengan topengnya. Dulu kau kesana bermaksud menemui ayahmu disana. Namun, tujuanmu itu terhenti setelah melihat gadis yang memakai gaun berwarna putih
“bolehkah aku berdansa denganmu?” laura tersenyum ketika ada orang yang mengajaknya. Ia memanggut untuk berdansa dengannya.
“wajahmu menawan, bolehkah, setelah kita berdansa nanti kau akan membuka topeng untukku?” tanya nail tersenyum.
“tidak akan bila kau tidak memperkenalkan dirimu sebelumnya!”
“oh maaf sebelumnya. Perkenalkan namaku ali nail ibrahim. Sedangkan namamu?”
“hmm. Namamu lucu ya kaya ani bila diambil hurufnya saja. Namaku.. natasya senang berkenalan denganmy!” jawab laura gugup ketika ia menyebutkan nama palsunya.
“namamu cantik juga ya? Seandainya jika kau mau buka topengmu itu untukku!”
“jangan! Aku rtakut mencelakaimu ketika kau buka topengku!” tolak laura seraya memberhentikan dansanya.
“tidak akan ada yang celaka tasya. Aku yakin tidak ada apa-apa?” sahut nail mencoba membuka topeng laura.
“terima kasih nail atas semuanya. Aku yakin ini yang terbaik untukmu!”kata laura mendorong nail dan melarikan diri darinya.
“itu adalah pertemuan pertamaku dengan kau!” ucap laura kepada nail setelah menjelaskan pertemuannya.
“jika itu benar, berarti aku jatuh hati padamu bukan pada natasya?” tanya nail lagi.
“mungkin dulu kau bertemu denganku kau jatuh hati [adaku. Tetapi, setelah kau benar-benar menemui natasya yang asli kau mencintainya kan? Buktinya pertemuan pertama dan terakhir kau lupa semua itu. Lebih baik kau kejarlah natasya jika kau mencintainnya. Aku yakin kau bahagia dengannya. Walau memori tentangmu dihatiku itu takkan pernah aku lupakan!” ujar laura menitikkan air mata dan pergi meninggalkan nail.
PART 20 PLAYBOY MENCARI MUSUH
PART 20
Kahfi berjalan menuju kelas dengan melamun. Tanpa tahu nail sedang menghalangi jalannya. Ia dengan cueknyya berkata “awas, gue mau jalan!”
Nail menjawab dengan bentak
“oh lo begini caranya memperlakukan sahabatnya. Sudah nyuri di rumah gue. Sekarang gini caranya..!”
“nail, aku ngak tahu itu kamu dan soal pencurian itu aku tidak mencuri kok!” sahut kahfi polos.
“udah deh ngak usah banyak alasan. Gue sahabatan sama lo bikin hidup menderita. Gue mau jadi sahabat karena ayahku dan ayahmu adalah rekan kerja. Satu hal lagi yang harus kau tahu. Jangan mentang-mentang kau telah menyelamatkan aku dan berani mencuri barang-barang kepunyaanku!”
“jadi nail sahabatan denganku tidak tulus. Terus apa buktinya bila kau menuduhku mencuri di rumahmu?”
“ini KTPmu buktinya!” sekarang juga balikin kotak yang lo curi kepadaku. Sebab itu satu-satunya permen buatan ayah yang gue juga gak tahu cara membuatnya lagi!”
“tetapi, sorry aja deh. Sumpah deh gue sahabatmu dari kecil gak pernah ada niat untuk mencuri apalagi mencuri kotak yang berisi permen. Itu lucu banget deh nail. Permen bisa dibeli kali kan murah harganya juga!” jawab kahfi sambil tertawa
“itu permen bukan sembarang permen fi. Itu permen..”sahut nail memberhentikan percakapannya.
“waduh, itu permen bukan narkoba kan?”saran buatmu jangan pernah minum narkoba itu akan membuatmu celaka dunia dan akhirat.!”
“hei fi, siapa bilang permen itu narkoba. Itu permen obat tahu. Permen itu khusus bagi orang yang lupa ingatan menjadi ingat kembali. Namun, permen itu hanya sampai seminggu ingatannya!”
“sebentar banget nail. Daripada gitu lebih baik bikin permen yang permanent. Jadi, orang yang lupa ingatan dapat kembali cepat!”
“walau sebentar. Tetapi, itu akan menjadi berarti bagiku. Sebenarnya ada permen yang dikatakan kamu tadi. Tetapi, itu hanya ada satu disimpan dalam kotak itu!”
‘gawat, kalau begitu..!” ucap kahfi tidak dapat meneruskan ucapannya.
PART 19 PLAYBOY MENCARI MUSUH
PART 19
“kira-kira kotak ini isinya apa? Sampai-sampai kotak ini diincar dan disembunyikan oleh nail!’ kata ian seraya menebak-nebak isinya yang duduk dekat kelas kuliahnya.
Laura datang menghampiri ian dengan senyum-senyum
“hello ian ganteng. Mikirin siapa sih? Kalau boleh kasih saran lebih baik kau sama aku. Kita berdua serasi loh. Pake baju coklat ditambah jaket, rambutmu pendek dan lurus sama kaya aku, ditambah hobi mematai-matai!” kata laura sembari melirik ian dari atas sampai bawah.
“maaf, kau bukan tipeku!”
“lalu, ini apa?” tanya laura seraya mengambil kotak di tangan ian dan membukanya perlahan-lahan.
“apa-apaan sih laura mengambil barang orang lain, kau tak tahu sopan santun ya?” ucap ian membentak.
“wow, ini ppermen bulat ya, kayanya enak aku minta ya permennya!” kagum laura sambil melahap permen dalam kotak.
“hah, permen masa sih? Apa aku salah ngambil kotak!” kaget ian dalam hati.
Setelah laura memakan permen itu. Ia seperti orang yang overdosis
“eh. Ekh ian apa yang kau buat?” tanya laura terbatuk-batuk sambil memegang lehernya dan pingsan.
Ian melihat isi kotak yang berisi permen bulat dipisahkan. Ian menjadi bingung dengan isi kotak itu. Ia membwa laura ke uks dan meninggalkan kotak itu di taman kuliahnya.
Kahfi mengayuh sepedanya sembari memikirkan perkataan tetehnya hikmah kemarin malam.
“kahfi, ada kabar gembira yang belum kau tahu. Ibunda kita masih hidup, ia diselamatkan tasya!”
“benarkah teh bunda masih hidup. Terus sekarang bunda dimana?”
“itu masalahnya!bunda kita tak ingin pulang ke rumah. Ia ingin mengingatkan tasya tentang kejadian-kejadian di masa lalu!”
“emangnya tasya lupa ingatan sama sepertiku bukan?”
“bukan, ia tak lupa ingatan sepertimu. Ia dipaksa minum pil. Seminggu lamanya ia tak sadarkan diri. Namun, bund kita menjaganya disana. Ia juga menemuinya secaraa sembunyi-sembunyi. Dari pil tersbut akhirnya tasya melupakan semua kejadian itu tanpa rasa tangisan sekalipun!”
“terus teh bagaimana cara menghilangkan pengaruh dari pil itu?” tanya kahfi penasaran
“teteh juga gak tahu. Tapi, kata bunda pil itu permanet akan lupan selama-lamanya. Hanya ada satu cara yaitu memberikan ukti tentang kejadian di masa lalu agar ia tidak berpihak ke orang yang salah.
Ah masa sih hanya satu cara. Pasti ada cara lain!” ucap hatinya kahfi eraya menghentikan sepedanya di tempat parkir.
Ah masa sih hanya satu cara. Pasti ada cara lain!” ucap hatinya kahfi eraya menghentikan sepedanya di tempat parkir.
PART 18 PLAYBOY MENCARI MUSUH
PART 18
Sesampainya kahfi di desa. Ia ditarik tangannya dan dibungkam mulutnya agar tidak berteriak. Ia dibawa ke gang buntu oleh sekelompok orang yang tak dikenalnya. Kahfi melepaskan tangan yang membungkamnya. Ia berkata sinis “wah. Wah mau main keroyokan nih, gak bener nih. Siapa sih kalian semua?” tanya kahfi sambil mengepalkan tangan.
“hush! Jangan berisik. Farul masih mengejarmu kak!” jawab orang tersebut.
“apa? Kakak kau bilang? Emangnya kau siapa memanggil aku kakak hah?” tanya kahfi lagi tak percaya
“wah, kayanya ingatan kakak belum pulih benar-benar nih masa sama keluarga sendiri lupa!”
“tidak, aku tak percaya kalau kalian semua adalah keluargaku. Ini paling akal-akalan kalian saja kan untuk menjebakku!”
“jika tidak percaya ikut aku kesini!”
“ikut kemana sih. Inikan sudah jalan buntu!”
“lihat ini kak!”
Jalan buntu itu pun terbuka sendirinya membuat kahfi terkagum-kagum melihatnya.
“ayo masuk!” ajaknya seraya mendorong kahfi masuk kesana cepat-cepat.
“aduh, ternyata disini suasananya begitu bagus. Ada rumahnya lagi. Siapa sih yang buat ini semua?”
“ini semua dibuat oleh ayah kita sebelum meninggal” kata wanita yang baru keluar dari rumah.
“maksudmu? Kau dan juga kalian adalah keluargaku?” tanya khfi kaget.
“ya, ini buktinya. Ini album photomu serta adik-adikmu. Aku yakin kau pasti mengingatnya!”
Setelah kahfi membuka semua album photonya. Ia langsung mengingat semua itu dengan cepat. Walau ia sempat pingsan. Mereka membawa kahfi ke kamarnya.
“kak..kak bangun ini anita adik kakak!”
Tiba-tiba kahfi bangun dari pingsannya. Ia berkata dengan senangnya.” maafin kakak ya, sudah melupakan kalian semua. Terutama tetehku dan adik-adik yang kakak cintai!”
“kakak!”mereka pun memeluk kahfi dengan bahagianya.
“sudah.. sudah acara tangisan dan pelukannya kasihan kakakmu belum tidur! Lihat matanya memerah karena belum sempat tidur sama bajunya kusut. Pembicaraannya biar pagi hari saja!” kata hikmah menasihatinya.
Pagi hari di rumah nail. Ia yang masih tak terima atas kelakuan kahfi yang menyusup ke rumah serta memukulnya.
“tadinya aku menganggapnya sebagai saudara. Ekh ternyata dia yang menghianati kepercayaanku selama ini. Dasar kahfi penghianat atau jangan-jangan dia menyelamatkan aku untuk mengambil kotak itu. Bila benar awas kau nanti di kampus!” ucap hatinya nail.
“kak, bangun sarapan pagi bereng!’ ajak anita kepada kahfi membangunkan kakakknya.
“ya, bentar anita. Kakak mau mandi dulu sebelum makan!”
“yaudah. Ditunggu ya di meja makan!”
Selesai mandi kahfi menghampiri mereka di meja makan.
“kak, gagah banget ya pakai kemeja biru, wangi lagi, kaya mau ketemu wanita aja deh!”ejek dika pada kahfi.
“ahh. Dika bisa saja deh! Oh ya, bimo dimana? Daritadi kakak ngak lihat deh” tanya kahfi pada dika.
“jalan duluan kali. Mungkin nanti juga kakak tahu dimana bimo berada?” ucap dika tersenyum kecil
Kahfi hanya diam dan melahap soto yang telah dimasak oleh tetehnya hikmah.
PART 17 playboy Mencari Musuh
PART 17
“bukankah ini buku harianku. Serta ini kan biodata profil aku dulu. Apa dia seorang mata-mata!” ujar hatinya gelisah sembari mengacak-ngacak tas yang tadi dibawa michelle.
“turun kau kahfi, aku tahu kau ada disana!” teriak seseorang dibawah pohon.
Kahfi kaget mendengar suara tersebut. Ia langsung membereskan buku serta catatan tadi dan dibawa olehnya. Untungnya, rumah pohon bagian atas atapnya bisa dibuka jadi dia memanjat sampai puncaknya.
“dasar pengecut, gue akan kesana dan menemuimu!” gue pengen tahu sampai mana kau akan membongkar kebenaran!” teriak farul lagi seraya memanjat pohon.
“wah, parah nih farul sudah mengikutiku. Jangan-jangan mereka sudah ada di bawah lagi. Padahal masih malam belum juga terbit!” ujar hatinya cemas.
“aduh, hatiku ini bimbang sekali. Kenapa dengan hatiku yang selalu mengingat mereka. Padahal mereka bukan siapa-siapa aku. Mana mungkin juga aaku lupa ingatan tidak ada bekas-bekas kalau aku kecelakaan”ucap hatinya tasya yang masih blum tidur sembari berjalan bolak-balik dan melihat jendela yang masih gelap gulita.
Tok..tok suara ketukan pintu depan kamarnya tasya. Ia membuka pintu kamarnya tetapi ia tidak melihat siapapun disana selain sepucuk surat tersimpan di lantai. Ia mengambilnya dan mengunci pintu kembali.
“apa yah isi suratnya. Jarang-jarang ada orang yang mengetuk pintuku dan menaruh sepucuk surat ini!” kata tasya heran seraya membuka suratnya perlahan-lahan.
“tasya, kau boleh tak ingat aku. Tapi, kau harus mengingat kejadian 3 tahun yang lalu. Kau tak boleh mengingatnya. Karena pertolonganmu juga aku masih hidup serta orang-orang yang mencintaimu. Menunggumu kembali kemasa-masa itu. Sikapmu yang berubah drastis membuat orang-orang disekitarmu tak mengenalmu. Aku mohon padamu untuk menyelidiki semua ini!”
By orang terdekatmu
Tasya kaget melihat surat tersebut, ia pun bertanya-tanya siapa yang mengirimkan surat itu? Mana mungkin surat itu terbang sendiri pasti ada yang membawanya kesini! Pikir hatinya sambil membaringkan tubuhnya ke tempat tidur hingga akhirnya dia tertidur lelap.
Sesampainya kahfi di puncak pohon. Ia merasa tubuhnya merinding setelah melihat ketinggian pohon mencapai puncaknya
“wah..wah tinggi banget, rasanya aku takut kalau aku jatuh apalagi suasananya sepi sekali. Tetapi, aku harus pergi dari sini sebelum farul mengikutiku sampai sini!” kata kahfi menahan ketakutannya.
Farul yang sudah sampai di rumah pohonnya kahfi. Melihat disana tak ada siapapun dan tak ada tanda-tanda bila kahfi pergi kesana.
“jangan-jangan dia sudah kabur lagi, dasar payah. Sejak dulu hingga sekarang ia masih saja pintar melarikan diri. Mungkinkah ingatannya sudah pulih kembali kembali!”
“kalau gini caranya. Aku harus lompat nih ke sebelah pohon disana. Semoga aku bisa!” ucah kahfi mantap sambil mengikatkan tali ke pohon serta tubuhnya.
“bismillahirahmanirrahim!” kata hatinya seraya melemparkan tubuhnya ke arah pohon sebelah
Akhirnya perjuangan kahfi membuahkan hasil. Ia dapat sampai ke pohon sebelah dengan selamat. Ia pun langsung melepaskan ikatan tali ditubuhnya. Ia turun dari pohon dan berlari secepat mungkin dari sana.
Farul yang melihat kahfi turun dari pohon langsung mengejarnya.
“wah.. wah.. ternyata farul ngak nyerah juga dia masih mengejarku lagi. Sudah cape nih, ditambah perut sudah manggil-manggil pengen makan. Tapi, ini bukanlah rasa menyerahku. Pantang bagiku untuk menyerah begitu saja.!” tutur hatinya sambil berlari
“hei fi. Kau mau kemana lagi. Gue akan mengejarmu sampai kau menyerah!” teriak farul berlari mengejar kahfi.
“pantang bagiku untuk menjadi seorang pengecut dan menyerah begitu saja demi membela kebanaran selama bisa ditegakkan kenapa ngak!”
Thursday, May 9, 2019
PART 16 PALYBOY MENCARI MUSUH
PART 16
Nail tersadar dari pingsannya. Ia merasa kepalanya pusing sekali saat ada orang yang memukulnya tadi. Ia terbelalak melihat KTP Kahfi ada disana. Tampa fikir panjang ia langsung berkata sinis di dalam hatinya “pasti yang memukul serta menyusup ke rumahku adalah kahfi. Dasar teman gak tahu diri. Awas kau fi di kampus. Gue akan balas semua yang kau lakukan ini fi.!”
Sesampainya michelle di rumah pohon bersama kahfi
“michelle..michelle..kita sudah sampai!” panggil kahfi membangunkan michelle dari lamunannya.
“mmm.. sudah sampai ya? Maaf fi, mungkin aku terlalu takut ketinggian tadi!” kata michelle mencari alasan. Ia pun melepaskan pegangan kahfi.
“sudah cukup malam, bila kita melanjutkan perjalanan istirahat saja dulu sebentar. Lagipula mereka takkan mungkin mengejar kita disini. Ini begitu tinggi bila mereka memanjatnya mungkin mereka akan jatuh” sahut kahfi.
Michelle hanya menganggukan kepalanya. Namun, dia malah mengsmskan tempat mereka berada pada Ferry.
“tet..tet!”suara sms ferry berbunyi. Ia yang sudah sampai di atas halaman melihat mereka sudah tidak ada.. ia langsung membaca smsnya “maaf Ferry, sepertinya aku tidak akan memberitahukan keberadaanku. Aku membutuhkan waktu untuk mengatakan aku dan dia berada dimana!”
Ferry kesal dengan sikap michelle yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Ia langsung melaporkannya pada victoria.
“apa? Mereka sudah tidak ada! Dasar memang dia penghianat. Sudah tak ingin memberitahukan kita. Ayo kita pergi sekarang juga dari sini. Biar kita yang mencarinya sendiri!”bentak victoria.
Mereka pun pergi masuk ke dalam mobil dan mencarinya di sekitar rumahnya kahfi.
Kahfi tertidur lelap karena kelelahan. Michelle yang melihat kahfi tidur. Ia langsung membuka buku hariannya lagi dari halaman pertama.
Hari ini adalah hari terindah bagiku. Walau aku masih 5 tahun bekerja tetapi aku mengerti sekarang. Ayahku memberikan aku rumah superbesar untuk menyimpan banyak rahasia disana. Aku tidak tahu sikap ayah yang begitu mempercayaiku. Begitu baik, aku kagum padanya jadi pengen tahu apa sih yang dikerjakan ayahku??
Tiba-tiba suara datang mengejutkan michelle. “michelle, ayo cepat turun dari sini!” kata tio arie dari bawah pohon.
Michelle melihat kebawah. Ia pun berkata pada tio.”apaan sih tio? Darimana kau tahu aku disini?”
“cepatlah masalah itu tidak penting biar kujelaskan nanti jangan sekarang dan jangan bangunkan kahfi biarkan dia disana!” teriak tio.
“aku gimana turunnya! Ini tinggi banget tio!” ucap michelle takut.
“pakai tali disebelahmu. Lalu kau turun pelan-pelan!”teriak tio lagi.
Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan kahfi sendirian di rumah pohon. Kahfi terbangun dari tidurnya. Ia sadar bahwa michelle sudah tidak ada tadi ia melihat tas dan buku yang tergelatak disamping kahfi.
Monday, May 6, 2019
PART 15 Playboy Mencari Musuh
Aku terbayang-bayang wajahmu. Kurindukan dirimu setiap malam. Meski, hembusan terakhir karenamu. Aku takkan opernah menjauhimu. Walau aku salah memilih orang sepertimu. Namun, rasa cintaku ini semakin lama semakin dalam. Aku tidak bisa melupakanmu. Begitupula saat kedua orang tuaku mati ditangan ayahmu. Demi berjuang melawan kebenaran dan keadilan di dunia. Tetapi, meski begitu aku tetap mencintaimu. Aku akan membuatmu terpisah dari ayahmu. Agar kau selamat dan tidak melakukan kejahatan yang sama seperti mereka. Semoga keputusan aku tidak membuat salah langkah. Natasya akan memperjuangkan cintamu untukku. Mungkin akan banyak waktu dan pengorbanan demi mendapatkanmu. Agar kau menerima kenyataan semua itu!”
Michelle menitikkan air mata setelah membaca buku hariannya kahfi.
“sepertinya dia lebih mencintai natasya dibandingkan aku. Tak ada ruang kosong dihatinya untukku. Seharusnya waktu itu aku tidak pernah bertemunya. Mungkin cintaku takkan semakin dalam !” ujar hatinya michelle.
Kahfi mengambil catatan-catatan penting dan memasukkannya ke dalam tas yang ia bawa. Ia juga mengambil peralatan yang oenting untuk digunakan bila dalam keadaan darurat.
Teet..teet kahfi dan michelle kaget mendengar suara alarm yang berbunyi dijamnya. “suara apa itu michelle?” tanya kahfi seraya merapikan tasnya cepat-cepat.
“fi, cepat keluar dari sini! Soalnya suara alarm itu adalah tanda darurat bila mereka sudah tahu tempat dimana kita berada!” kata michelle sambil menyembunyikan buku harian kahfi serta catatan-catatan profil kahfi ke dalam tas yang ada didekatnya.
“kalau begitu cepat kita naik ke tangga ini!” teriak kahfi pada tasya yang jauh dari tangga
Secepatnya mereka pun berlari memakai tangga. Zen, ferry dan victoria yang sudah sampai di rumahnya kahfi. Mereka langsung mengejarnya. Begitu jeniusnya ferry membuka kode rumah kahfi langsung terbuka.
“kemana mereka?” tany ferry
“mungkin mereka bersembunyi. Cepat cari mereka. Kita tidak boleh gagal. Ini harus sesuai rencana!”bentak victoria.
“baik tante victoria. Saya akan mencarinya ke atas!” jawab zen seraya berlari ke tangga.
Sesampainya mereka berdua diatas.
“kahfi, mereka sudah disini. Kita belum pergi dari sini juga. Aku takut mereka menemukan kita!” ujar kichelle. Memegang tangan kahfi penuh cemas.
“tenang michelle. Ada cara kok untuk keluar. Aku pemilik rumah ini. Aku yang tahu bagaimana kabur dari sini!” jawab kahfi tenang seraya melemparkan tali. Layaknya seorang zorro untuk mengikatkan orang yang sedang berlari. Bedanya dia melemparkan tali itu ke dahan pohon.
“selesai. Ayo pegang aku dengan erat. Soalnya kita akan ke dahan pohon dengan selamat!” seru kahfi tersenyum.
“apa kau yakin dengan tali ini. Mampu membawa kita berdua kesana?”tanya michelle tidak yakin.
“percayalah kepadaku. Buakan namaku bima arjuna kahfi yang tidak dapat melakukan semua ini demi keselamatan”canda kahfi.
Akhirnya michelle mengikuti ajakan kahfi. Saat ia memegangnya hati michelle begitu berdebar-debar tak karuan.
“seandainya kau menjadi milikku. Mungkin aku akan bahagia bersamamu. Semakin lama kau didekatku aku semakin tidak bisa menghindarimu ataupun menghianatimu kahfi..”ujar hatinya michelle masih memegang kahfi.
Part 14 Playboy Mencari Musuh
PART 14
Ferry terbangun dari pingsannya. Ia membuka laptop dan mencari keberadaan michelle serta kahfi melalui cctv yang disimpan di sepeda kahfi.
Ian mencoba menyusup ke rumah nail untuk mengambil sebuah kotak. Berbagai cara telah dilakukannya. Cara yang tersulit yaitu membuka kode nama yang disimpan dalam ruang bawah tanah.
“mungkinkah ruangan ini dipenuhi banyak rahasia. Makanya ruangan serta rumahnya dipenuhi kode nama. Tak disangka nail yang bersifat lugu itu mempunyai banyak rahasia!” ujar hatinya ian seraya mengutak-ngatik tombol tersebut agar terbuka.
Tiba-tiba nail datang ke ruang bawah tanah. Ian pun langsung bersembunyi melihat kedatangannya. Nail membuka pintu dengan santai sambil mendengarkan musik di headsetnya.
Sesaat pintu setelah terbuka. Ian menerobos masuk dan memukulnya hingga jatuh pingsan. Agar nail tidak curiga bahwa dia yang melakukannya ia menyimpan KTP Kahfi dekat nail yang jatuh pingsan.
Ian yang sudah berada di ruangan rahasia takjub melihat ruangan yang dipenuhi alat-alat kimia, buku, serta barang-barang teknologi canggih lainnya. “wow tempat ini keren. Pantas saja banyak orang yang ingin mencuri barang nail. Bila saja ini tempatku. Aku akan menjadi orang tercerdas dalam pekerjaan dan aku juga takkan melakukan semua ini!” kata ian begitu senang.
Ia melihat sebuah berangkas kecil tetapi pintu tersebut harus dibuka dengan kode nama. Ian langsung teringat ucapan victoria bahwa nail pernah mencintai natasya sebab dia adalah cinta pertamanya sebelum tasya mengenal kahfi.
Ian menekan tombol natasya. Ternayata berangkas itu terbuka. Ia langsung mengambilnya dan membawanya keluar jauh dari rumah nail.
PART 13 Playboy Mencari Musuh
PART 13
Tasya masuk ke mobil dengan rasa bimbang di hati. Ayahnya yang melihat tasya begitu murung membuat ia menanyakan pada anaknya. “apakah ada sesuatu yang kamu cemaskan nak tasya?”
“tidak yah! Aku hanya berfikir yah! Mengapa semua orang menanyakan nail dan kahfi kepadaku.? padahal, aku tak pernah kenal dengan mereka! Seperti nail katanya dulu aku pernah berhubungan dengannya. Begitupula dengan kahfi yang berkata sama seperti nail. Yah! Semua membuatku bimbang tak karuan!” curhat tasya pada ayahnya.
Ia terkejut mendengar curahan hati anaknya. Membuat ia merasa takut bila ingatan anaknya pulih kembali seperti dulu, serta nail dan kahfi yang akan mengancam keberadaannya.
“yah!”panggil tasya pada ayahnya yang hanya diam saja setelah tahu curahan hati anaknya. “ya nak! Dengarkan ayah ya tasya. Sebenarnya mereka hanya menipu kamu saja agar mereka masuk ke dalam kehidupanmu. Satu hal yang harus kau tahu. Jangan sekali-kali kau mendekatunya. Ayah takut bila mereka melukai perasaanmu”pinta ayahnya.
“ya sudah jika ayah bilang begitu saja. Tasya akan ingat ucapan ayah di dalam hati!” jawab tasya tersenyum seraya memeluk ayahnya.
Kahfi memegang tanggannya michelle. Ia membawanya mendekati rumah yang dulu ia tempati.
“fi, apa rumahmu ini aman?”tanya michelle
“ya, aman. Layaknya rumahmu yang memakai sengatan listrik. Ini bisa dibuka bila memakai kode rumah. Tetapi, bila orang yang tidak dapat membukanya mungkin bisa saja terbakar!”jawab kahfi seraya membuka kode rumahnya.
Michelle kaget melihat pintu rumah kahfi terbuka seperti mau naik lift. Serta rumahnya kahfi yang begitu banyak buku berserakan di ruang tamu.
“fi, rumahmu hebat. Sekaligus berantakan sekali! Apa kamu tidak pernah beres-beres ya?” tanya michelle sembari mengejek kahfi.
“aku jawab apa ya. Bila aku memberitahu sebenarnya takut dia menjadi penghianat dan membocorkan rahasiaku!”ungkap hatinya kahfi.
“fi.. fi..”benarkan kau pria malas?”goda michelle sambil tersenyum.
“ya..ya aku pria malas. Kenapa tidak boleh?”jawab kahfi cemberut sambil berjalan ke arah kamarnya dulu.
Michelle melihat buku-buku kahfi. Ia juga melihat banyak catatan yang dikerjakannya saat menjadi pengacara. Ia kagum melihat catatan-catatan yang selalu membuat orang yang tidak bersalah sampai terbukti. Serta ia melihat buku hariannya. Ia langsung mmembacanya dilembaran terakhir.
Sunday, May 5, 2019
Part 12 Playboy Mencari Musuh
PART 12
Gilang teringat ucapan kahfi sebelum dia pergi “kamu pasti tahu akan apa yang terjadi di masa laluku. Makanya kau menyembunyikan kejadian-kejadian yang kualamikan! Katakan gilang sejujurnya. Apa yang terjadi setelah aku jatuh pingsan? Jawab yang sejujurnya bila kau menganggapku sebagai temanmu!” tanya kahfi sembari menarik baju gilang.
“aku tahu yang terjadi di masa lalumu. Aku menyembunyikannya demi misi kita agar berjalan lancar. Toh dulu kau tak ingat kejadian itu!”
“dasar bodoh.. gue selama ini hanya dimanfaatkan oleh kalian semua. Tanpa tahu perasaanku bagaimana selama ini. Rasanya hatiku tertusuk duri yang tajam menyayat hatiku hingga terluka.. mengapa kau melakukan semua ini? Siapa yang menyuruhmu
“gue lakukan semua ini demi demi misi kita fi@! kau begitu pintar melakukan semua misi. Apalagi ibu victoria yang mengancamku agar kau tetap menjalani misi dan tidak menceritakan kejadian masa lalumu itu”
“gue sudah tidak peduli lagi dengan misi ini. Lebih baik gue keluar dibandingkan gue bersama kalian yang begitu busuk sifatnya. Gue kira sudah cukup pembicaraan kita. Pastinya michelle ada di tnagn victoria. Sekarang atau seterusnya kau menjauh dariku. Gue tak ingin bertemu denganmu atau juga kalian semua yang telah mengacaukan hidupku selama ini!”jelas kahfi seraya melepaskan bajunya gilang dan mendorongnya.
Gilang menghela nafas setelah mengingat ucapan kahfi yang menyakitkan. Ia pun berkata dalam hatinya. Maafkan aku fi, aku sudah mnyembunyikan itu semua darimu dan demi misi ini aku rela melakukan segala cara agar kau kembali dalam misi ini. Karena aku tak ingin kehilanganmu sebagai kak senior terhebat.”
“sudah hampir sore tasya. Kahfi belum datang ke kampus juga apa dia tak ingin kuliah gitu?” bisik laura menyakan kahfi.
“apa-apaan sih bisik-bisikan ngak enak tuh dilihatin pak dosen. Lagipula aku tak punya hubungan dengannya. Mengapa kau menanyakannya padaku?”
“sebab kau juga dekat dengannya kan?” tasya tak sanggup berkata lagi wajahnya memerah ketika laura memojokkan perkatan dengan kahfi.
Kelaspun berakhir waktunya tasya untuk pulang ke rumah tanpa diganggu kahfi ataupun nail. Seseorang memberhentikannya jalan tasya. Ia menoleh ke belakang ternyata itu pak saeful.
“ada apa pak meman:ggil saya?”
“tadi di kelas saya tidak melihat nail. Kemana dia?” tanya pak saeful.
“tidak tahu pak. Daritadi saya tidak bersamanya. Mungkin dia ada di rumah.
“oh kalau begitu bapak duluan dan terimakasih atas informasinya!” sahut pak saeful singkat.
Pak saeful pun pergi setelah diberiatahu tasya. Ia menghela nafas. Dalam hatinya tasya “kenapa ya semua orang menanyakan teman-teman yang tidak aku kenal seperti orang aneh itu dan si playboy. Memangnya cuman aku saja gituh teman dekat mereka!
Laura menghampiri tasya dengan rasa heran
“ada apa sih, melamun saja deh. Tuh ayahmu sudah menjemputmu. Sana pulang!”
“mm.. tidak kok laura. Aku tidak melamun aku hanya berfikir sejenak. Melantunkan sebuah kata yang tidak bisa aku tebak! Akh ya ya. Oh ya jangan lupa besok ke rumahku!”
“ya, kalau aku lupa callinh caliing saja aku. Handphoneku siap kapan saja! Jawab laura penuh semangat.
Part 11 Playboy Mencari Musuh
PART 11
Sementara michelle yang terkunci di rumahnya sendiri merasa bingung keluar jalan mana. Datanglah zen, victoria, dan ferry membuka pintu rumah michelle. Ia ketakutan melihat mereka bertiga. Ia mencoba keluar namun zen dan ferry menangkapnya.
“toloong…toloong” teriak michelle dari dalam rumah. Ia malah terdorong ke belakang karena sengatan listrik dari rumahnya.
Teriak berapa kalipun tidak akan ada yang mau menolongmu!” kata ferry sambil memegang tangan michelle. Tangan michelle terluka karena sengatan listrik tadi. Wajahnya pucat pasi dan tubuhnya lemas sekali.
“tak cukup kau disengat listrikdari rumahmu sendiri karena salah kode? Aku sudah menggantinya agar kau tidak keluar. Dasar penghianat! Apa kamu ingin melihat penyelamatanmu kahfi mati ditangan ayah saya?ataukah kau ingin melihat mereka semua mati karena ulahmu yang membocorkan masa lalunya kahfi kemarin?” tanya victoria sinis.
“maksudmu apa?” ucap michelle tertunduk lemas sambil menitikkan air matanya.
“aku tahu kamu pura-pura lupa! Apa kau ingin kahfi mencintaimu. Karena ia sering menyelamatkanmu kan? Jangan mimpi kau dicintai olehnya. Sebab hatinya dipenuhi tasya seorang. Ia adalah cinta pertamanya dan tak sedikitpun ruang hati yang kosong untukmu!” tutur victoria memanas-manasi michelle.
Kling. Kling suara kode rumah terbuka. Sekejap saja kahfi sudah dihadapan michelle. Ia memukul victoria , ferry dan zen hingga pingsan. Ia langsung memeluknya seraya berkata “kau tidak apa-apa kan? Aku sungguh mengkhawatirkanmu!
“mengapa kau menyelamatkan aku? Darimana juga kau tahu alamat rumahku serta kode rumahnya? Apa kau tahu kejadian masa lalumu! Tanya michelle heran.
“aku tidak ingin kau terluka karena kau juga yang membuatku ingat kejadian itu! Walau ingatanku belum pulih sepenuhnya dan aku tahu alamat rumahmu dari jam yang kau berikan. Ternyata jam yang kau berikan ada gunanya juga ya”jawab kahfi tersenyum menggoda.
“mana mungkin kau tahu begitu saja?” kode rumahmu belum kau jawab”
“ya.. ya aku tahu. Gilang yang memberitahuku soal kejadian-kejadian itu. Masalah kode bisa nanti saja kan. Soalnya aku takut mereka bangun dan kini aku harus membongkar cerita para koruptornya dan memasukannya ke penjara atau dihukum mati”tutur kahfi begitu yakin
“apa kau yakin? Bukankah para koruptor itu termasuk ayah mertuamu?” tanya michelle melepaskan pelukan kahfi.
“aku yakin! Dia juga belum menjadi ayah mertuaku michelle. Lagipula ini semua aku lakukan demi keadilan yang harus aku perjuangkan. Jika kita diam saja para koruptor itu akan semakin menjadi-jadi.!”
“mm.. belum ya. Tapi, aku kagum padamu fi!” seru michelle sembari tersenyum
“ayo.. kita pergi dari sini sebelum mereka bangun!” ajak kahfi.
Mereka berdua pun pergi ke suatu tempat untuk mencari bukti-bukti yang pernah direkam serta catatan-catatan tentang para koruptor oleh kahfi 3 tahun yang lalu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Suka dalam Diam
Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...
-
Orang mencari sekedar yang manis Tak mencari rasa pahit Dikala kenangan itu terasa kritis Maka akan dibuang habis Entah.. ...
-
sudah tanggal 20 namun tak ada kabar yang muncul. apakah aku bisa ke turkey? aku tak memiliki apapun hanya Allahlah yang memiliki segalanya....
-
Catatan 26-28 April 2019 Ketika menjadi panitia youth leadership training ini aku mengambil sebuah hikmah yang saat itu aku sedih...