Saturday, December 29, 2018

Rasa Debar Menggoda Jiwa

membentangkan sebuah rasa
demi untuk terjaga
terjaga kata dalam dunia
agar tidak parah menghadapi luka
entap berapa banyak kata
sampai aku ingin mencoba
menghadirkan suasana
membalut rindu akan dia
dia yang selalu hadir
ketika langit menampakkan sinar
ketika malam hujan gelap
itulah sang kuasa maha pencipta
aku takluk akan kata
para imam memujinya dengan istimewa
sedangkan kita apalah daya
seringkali berbuat dosa
namun tetap berusaha
menjadi hamba yang istimewa

Thursday, December 27, 2018

Bersama Jejak Dalam Guyuran Air Hujan




Aku teringat sebuah kisah
Kisah yang menggelora dalam suasana
Ketika itu sedang terjadi kenangan indah
Kenangan dimana aku berkumpul bersama
Bersama solidaritas muslim
Dalam keramaian perkumpulan
Merasakan kehangatan yang membuat aku berjuang
Akan arti kehidupan
Dan aku tersadarkan
Oleh orang nan jauh disana
Dia menyempatkan waktunya
Hanya untuk berkumpul bersama orang muslim
Walaupun hari itu panas tak mendukung
Hujan sedang mengguyur
Hujan sedang menangisi dunia ini
Akan sesuatu yang tidak beres kepada kepemiminan saat ini

Wednesday, December 26, 2018

Alam Marah Kepada Manusia



Jangan salahkan alam dengan tindakannya
Salahkan diri pribadi kita
Belum mampu untuk taat dalam keistiqomahan
Jangan salahkan alam untuk tindakannya
Karena pemimpin tak memberikan kecaman
Untuk muslim yang menghadapi penyiksaan
Hanya karena mempertahankan agama
Hanya karena ingin taat
Sedangkan diri kita beribadah dengan enaknya
Namun kita tak mampu taat
Hingga merenggang nyawa demi ketaatannya
Ya Allah sampai kapan muslim tertindas?
Ya Allah sampai kapan pemimpin diam?
Diam tidak ada kecaman?
Haruskah sampai muslim yang di minoritas terbunuh semua?
Atau sampai muslim murtad baru bertindak?
Dimana HAM yang dijunjung tinggi itu?
Dimana pemimpin yang katanya merakyat itu?
Entah berapa banyak korban lagi yang terjatuh
Entah berapa banyak orang lagi murtad dari agama
Dajjal sudah menampakkan
Apakah ada yang peduli?
Apakah berpura-pura tidak tahu?

Wednesday, December 19, 2018

Review Fiqih Dakwah Jum'ah Amin Abdul Aziz



Pada zaman sekarang ini, kita melihat sebagian kalangan kaum muslimin yang mempropagandakan kepada saudaranya sesama muslim bahwa berpegang teguh kepada islam dan mengamalkan syariatnya itu termasuk fanatisme. dan mengesampingkan keberadaan umat non muslim. hal itu dimaksudkan untuk menjaga eksistensi hukum positif agar tetap diberlakukan dalam kehidupan masyarakat. atau mereka berkata"Sesungguhnya agama islam itu hanya sesuai dengan zaman dulu dimana islam datang pertama kali. artinya islam itu adalah agama yang bersifat lokal, hanya untuk orang-orang arab masa lalu, karena ia ttidak mampu memenuhi tuntutan zaman."

atau mereka menjadikan islam hanyaterbatas pada amalan individu, karena agama itu untuk Allah dan tanah air untuk seluruh umat manusia. sebagaimana yang mereka katakan, "biarkanlah segala sesuatu menjadi urusan kaisar diurus oleh kaisar dan apa-apa yang untuk Allah agar diurus oleh Allah. mereka juga mengatakan,"sesungguhnya melaksanakan hukum-hukum syar'i terkesan keras dan seram di hadapan manusia. padahal, seorang dokter bertugas untuk menyembuhkan bukan menyakiti."

muslim harus mengenal dengan baik hakikat islamnya, sehingga tidak tergelincir dan istiqamah. karenanya, kita bedakan antara tengah(i'tidal) dengan sikap ekstrim (tatharuf), antara fanatik (ta'ashub), dengan komitmen (tamasuk), antara terorisme (irhab) dengan menegakkan kewibawaan Islam

x

Mengapa Harus Kalimat Tauhid?

kalimat yang dibawa oleh muslim adalah kalimat yang baik. yaitu LAA ILAHA ILLALLAH. ini merupakan sebuah kalimat yang akarnya kuat dan terbawa meninggal menemui Allah SWT. akarnya tancap kuat, batangnya menjulang tinggi ke langit, dan berbuah seizin rabbnya.
banyak fitnah di zaman ini. banyak yang menggunakan senjata fitnah, syubhat atau penyangsian, keragu-raguan,senjata permusuhan, adu domba, perdebatan, dan lainnya yang bisa menjatuhkan nama muslim.

Monday, December 17, 2018

Apa Yang Kau Takutkan Pada Umat Muslim?

Cerita mengenai muslim yang selalu terancam
Hanya berani dengan sekerumunan
Tidak addanya pemberanian
Melawan salah satu dengan satu orang
Apa yang ditakutkan?
seorang anak kecil muslim
dikejar dan dibantai habis-habisan
mencoba menggantikan iman dengan penyiksaan
agar merubah haluan
apa yang ditakutkan?
ataukah ada hal yang tersembunyi?
ayo saudara muslimku mari kita berjuang
membela kebenaran dan merusak kebatilan
saya tak bija berjuang sendirian
berjuanglah bersama-sama dalam ikatan jamah
tegakkan apa yang diperintahkan dalam keseharian
bukan sekedar tulisan yang memerintahkan

Izinkan Untuk Menyimpan Rahasia

Ketika seseorang berada dalam kegalauan
Melalui mimpi dan harapan tersimpan
Aku terkesima dalam memori penyimpanan
Entah berapa lama waktu yang dibutuhkan
Aku hanya memeriksa sebuah ketelitian
Ketelitian untuk membutuhkan sebuah kejelian
Hanya seberapa banyak kata yang dituliskan
Melalui sebuah proses menuju kecintaan
Menuju keharibaan dalam pengabdian
Izin diriku menyampaikan
Sebuah curahan hati dalam tulisan nan panjang


Tuesday, December 11, 2018

Menjunjung Tinggi Semangat Islam Dalam Peradaban





Ketika rasa sudah mulai terbuka
Melalui kata dalam doa
Melalui insan yang cendekia
Aku taruh ilmu diatas segalanya
Karena ilmu agama adalah yang utama
Melebihi ilmu yang lainnya
Aku curahkan sesaat
Bukan untuk dalam sesat
Namun untuk mencegah maksiat
Karena itu bukti ada sekat
Sekat antara kebaikan dan kemaksiatan
Menjadikan panji Rasulullah SAW dalam kehidupan
Buah dari keimanan ialah ketakwaan
Untuk mencari kebahagiaan
Kebahagiaan dalam sendi keharusan
Semoga semangat 212 menjadi spirit keagamaan
Bukan hanya sekedar dalam peraksian
Namun dalam penerapan keislaman
Tetaplah menjadi islam yang kaffah
Yang diridhai oleh Allah

Sunday, December 9, 2018

Amatilah Baru Saudara Mengerti




Salahkah aku tidak menonton dalam perfilman?
Salahkah aku tidak mendengar musik seperti sekarang?
Salahkah aku menyendiri untuk merenung dan muhasabah?
Jelaskan padaku apa yang harus dibenarkan dan disalahkan?
Memang tidak bolehkah aku mencoba untuk perubahan?
Memang tidak bolehkah aku bangga dengan identitas muslimku?
Bukankah orang kristen juga bangga dengan agamanya
Sampai aku terharu sendiri melihat orang kristen menghafal kitabnya
Dihadapanku saat itu.
Lalu aku bertanya apakah itu suruhan untuk menghafal?
Tidak itu untuk kewajibanku setiap kristen dalam memahami kitab
Lihat betapa seriusnya orang kristen dalam memahami kitabnya sedangkan kita apa?

Genggamlah Bara Api Dalam Kenyataan



ada kehangatan yang berbeda
dalam dua titik setiap perjalanan
mengelilingi setiap organisasi
dengan maksud ingin mengambil hikmah
dengan maksud ingin mencari khalifah
khalifah yang bernama imam mahdi
aku dengan dan aku baca seruan
berbaiatlah kepada imam mahdi
walau dengan merangkak sekalipun
adakah seseorang yang mencegah
untukku berhenti
ketika satu hal yang ingin aku torehkan
pemahaman dalam pembelajaran akal ada dalam satu organisasi
loyalitas yang ingin dikedepankan juga ada dalam satu organisasi
strategi yang dibicarakan sebelum tindakan juga ada
kekeluargaan yang dikedepankan juga ada
sebenarnya semua organisasi yang aku lalui
saling melengkapai
namun ada hal yang buatku terinspirasi
dengan pimpinan ulama dalam organisasi
seperti tenang dan tiada merasa kecurigaan
seperti ada guru untuk panduan
seandainya semua organisasi itu bersatu
dan berlebur dalam satu cakupan
yang ditemukan, dilatihkan, dan menghadapi tantangan
apa sebenarnya yang akuu tulis ini?
adalah berasal dari pengamatan dan meminta bimbingan
bimbingan langsung kepada Allah melalui doa
aku hanya manusia biasa yang memiliki kesalahan
namun aku mencoba belajar mencari pengetahuan
entah mengikuti arah hati nurani ini
adakala hati ini ingin berhenti
namun hati ini ingin terus melaju dengan kecepatan tinggi
ditakutkan aku mengejar nafsu ataukah mengedepankan kaffah?

Jejak Muslim Dalam Perkuliahan





aku ingin bertanya pada dunia
mengapa islam tidak ditempatkan paling atas
dominan mayoritas islam
namun mengapa dalam setiap dakwah
selalu ada batas dan itulah sebuah pemisahan
apakah itu strategi dakwah?
ataukah karena sifat muslim yang penyendiri?
ataukah karena dari golongan lemah dan tidak berpunya?
banyak hal yang berbeda di dunia
membuat aku sendiri tidak mengerti
hanya Allah yang memberikan aku petunjuk
aku ingin muslim bangkit dalam kaffah
bukan dalam sekularisme
tetapi semua yang masuk kesitu tidak pernah satu suara
ataukah aku yang salah?
dunia ini terasa sempit dan terisolasi
butuh sebuah asupan agar aku lebih paham
yang aku khawatirkan takut terjadi dalam masa ini
pasukan dajjal sudah semakin menjadi--jadi
ya allah persatukanlah hamba-hamba muslim yang taat dan berjamaah
dalam senantiasa pertolongan dan lindunganmu
asupan kata sudah tidak dipercayai lagi
asupan tingkah dan tindakan tidak didukung lagi
entah..........

Wednesday, December 5, 2018

Perjuangan Tampa Titik Henti





Entah ada satu sisi yang aku tidak mengerti
Mengapa aku selalu mengikuti isi hati
Di luar jangakauan diri
Apakah saudara juga mengerti
Apa yang aku rasakan saat ini
Tidak pernah rasa ini
Sejalan dengan akal
terkadang keajaiban memang bukan masuk diakal
Namun kemustahilan selalu datang dikala menentang
apa yang dikira akal saudara gagal
Namun engkaulah sang pemenang
Pemenang yang bukan ingin jabatan
Pemenang yang bukan ingin penghargaan
Pemenang yang ingin sampai dikala peperangan
Berbaiat dengan pemimpin akhir zaman
Walaupun perjuangan akan semakin mengahadang
Walaupun semakin menekan deg-degan
Tetapi itulah ujian demi peningkatan
Peningkatan yang sampai ke arsy Allah
Hingga alam bersaksi dengan apa yang dijumpai
Dengan apa yang dilakukan
Apakah amal ini sampai ke arsy?
Dengan amal penuh kebaikan bukan keburukan?

terjemahan Shikwa Jawaab e Shikwa By Allama Muhammad Iqbal translation








ini adalah sebuah puisi yang diambil dari Pakistan. puisi ini mencoba mengenalkan Allah kepada kita semua. semangat syahid yang menjunjung tinggi adalah hal utama yang harus dikedepankan. semoga bisa mengartikan dengan sebaik-baiknya

before us you world had become an anomaly
stones were worshiped, the trees godly
understanding was a reflection of only the senses
then how could man believe in an almighty beyond mortal lenses?
name us those who took your name?
had it not been for us who whould have spread your flame?

we fought to save your name when they we could have sat at ease
sometimes in barren lands, sometimes in raging seas
we raised your name in the cathedrals of cordoba
and in infinite expanse of desert sahara
the ostentation of the royals would not attract us
for we had pledged allegiance to you and were inured to living in the shadow of swords

we closed the chapter of paganism in the turning page of time
from the onerous sshackles of slavery we freed your mankind
our foreheads marked by prostration, lent the kaaba pious inhabitation
and we committed to heart your holy revelation
yet you complain that we are disloyal
even if we are , where is your love for us?

i am poised to give but there is no willing recipient
i am eager to guide but there is no seeking guidance
your bane is your inability and not a lack of instruction
yours is not the clay that could make the crown of creation
upon the deserving i bestow the glory of the chosroes
for the navigator i even unveil new continents

tell me who closed the chapter of paganism in the turning pages of time?
tell me who discarded the onerous shackles of slavery and freed mankind?
tell me who has their foreheads marked by prostration and lent the kaaba pious inhabitation?
and committed to heart the holy revelation?
pride in the actions of your forefathers does not lend you commendation
because all you do is fold your hands just waiting for salvation

each one of you is drenched in the wine of lethargy
so you are a muslim? but just what is muslim about you?

neither have you the contenment of Ali, nor the wealth of uthman
what spiritual connection can you boast with your ascendants?

they as staunch believers earned themselves their place

you gave up the book and earned yourselves disgrace
we admit our love  for you is not as strong as it was
we walk a different path from submission unto you
our hearts no longer quiver like a trembling compass-needle
nor are we steadfast in our loyalty unto you
but does your favour not swing from us to our foes?
let me dare to say that your commitment also wavers.

we are not alone in error , other peoples have sinned as well.
some amongst them modest and shysome self obsessed
others lazy, callous, cunning
and scores disdain your name
why must always your good grace seek out these other nations?
and why must lightning always strike upon our feeble stations?
the world no longer wants us now, new actors hold the stage
our world reduced to an illusion and within it we are caged
we have retired to seclusion, others command authority
now sit and watch your oneness shatter, o all knowing deity
we live to ensure your name will endure
would wine remain when the saaqi is no more?

muslims today are impotent with inaction
blemishing the prophet's example with wonton sanction
ascendants demolished idols, descendants worship them with abandon
role reversal with abraham the father and a'zar the son
the wine seekers have changed, the wine has changed, the gobled has changed, the sanctuary (ka'ba) has changed, the idols have changed and you have changed

how hard you find upon yourselves waking for the morning prayer
who says you have any love for me? your sleep it is, you endear
the burden of pasting in ramadhan
bears heavily upon your carefreeness
you be the honest judge yourselves
is this a sign of faithfulness?
nations are defined by their religions, in religion lies their sanctuary,
take your cue from what binds the stars
no gravity, no galaxy!
you the nation of islam are together as one
one prophet, one religion, one belief.
one book, one god, one for all
what a tragedy then that divided you stand and united you fall
a nation rife with classes and sects that amply show
in such conditions can any nation ever grow
o lord! the aimlessly wandering nation of islam
faces the ka'ba once again
after all the wingless nightingale cannot resist
its innate urge to fly
the scent of love simmers
in each and every bud in the garden
the instrument awaits the pluckof the plectrum
so lord! please puck its strings!
the waves of music are anxious
to escape the stringed prison
the mount of sinai longs to burn
in the same effulgence that had incinerated it once

o lord! let the voice of this
solitary nightingale pierce hearts
let hearts awaken to music
of the marching bell

let hearts be revived by
a new pledge of loyalty
and let these hearts crave for
the same timeless sip of wine
pay no attention to whether the cup i drink from is
indian or arabic. what matters is the wine it contains
pay no attention to whether i render my poetry in hindi
or arabic. what matters is the spirit that lies behind it.
the loss of iran does not signal your end
wine does not lend its intoxication
to the goblet in which it is served
the invasion of the mongols reveals clearly the lesson
that something the ka'ba may derive its protectors even
from the temple
in this time of tempest, the fate
of the floundering sail of truth rests with you
the new world is like the darkest hour of night
and you its alone, albeit, dimly lit star

intellect is your armour, love, your sword
my pious friend, your vice-regency could embrace the whole world
your call for prayer can set minds aflame
if you are a true muslim, then your intent will
become your lord's intent
if you remain loyal to muhammad, then i belong to none but you
what to speak of this universe, what lies beyond
would also be at your feet

terjemahan
sebelum kita dunia kamu telah menjadi anomali
batu-batu disembah, pohon-pohon saleh
pemahaman hanyalah cerminan dari indera saja
lalu bagaimana mungkin manusia percaya akan kekuatan luar biasa di luar lensa?
nama kami siapa yang mengambil nama Anda?
kalau bukan karena kami yang telah menyebarkan nyala api Anda?

kami berjuang untuk menyelamatkan nama Anda ketika mereka bisa duduk tenang
kadang-kadang di tanah tandus, kadang-kadang di lautan yang mengamuk
kami mengangkat nama Anda di katedral Cordoba
dan di gurun sahara yang tak terbatas
kesombongan para bangsawan tidak akan menarik kita
karena kami telah berjanji setia kepadamu dan dibiarkan hidup dalam bayangan pedang

kami menutup bab paganisme di halaman balik waktu
dari belenggu perbudakan berat kami membebaskan umat manusia
dahi kami ditandai dengan sujud, meminjamkan penghuni ka'bah yang saleh
dan kami berkomitmen untuk hati wahyu suci Anda
namun Anda mengeluh bahwa kami tidak loyal
bahkan jika kita, dimana cintamu pada kita?

Saya siap untuk memberi tetapi tidak ada penerima yang bersedia
saya ingin sekali membimbing tetapi tidak ada bimbingan mencari
kutukan Anda adalah ketidakmampuan Anda dan bukan kurangnya instruksi
milikmu bukanlah tanah liat yang bisa membuat mahkota ciptaan
pada yang layak saya berikan kemuliaan chosroes
untuk navigator saya bahkan mengungkap benua baru

katakan padaku siapa yang menutup bab paganisme di halaman balik waktu?
katakan padaku siapa yang membuang belenggu perbudakan dan membebaskan manusia?
katakan padaku siapa yang memiliki dahi mereka ditandai dengan sujud dan meminjamkan penghuni ka'bah yang saleh?
dan berkomitmen kepada hati wahyu suci?
kebanggaan atas tindakan nenek moyang Anda tidak memberi Anda pujian
karena yang Anda lakukan hanyalah melipat tangan Anda hanya menunggu keselamatan


masing-masing dari Anda basah kuyup dalam anggur kelesuan
jadi kamu seorang muslim? tapi apa yang muslim tentang kamu?

Anda juga tidak memiliki sifat Ali, atau kekayaan uthman
hubungan spiritual apa yang dapat Anda banggakan dengan kekuasaan Anda?

mereka sebagai orang percaya yang setia mendapatkan tempat mereka sendiri

Anda menyerahkan buku itu dan membuat Anda merasa malu
kami mengakui cinta kami untuk Anda tidak sekuat itu
kita berjalan di jalan yang berbeda dari penyerahan kepada Anda
hati kita tidak lagi bergetar seperti jarum kompas yang gemetar
kami juga tidak setia pada kesetiaan kami kepadamu
tapi apakah bantuanmu tidak berayun dari kami ke musuh kami?
biarkan saya berani mengatakan bahwa komitmen Anda juga hilang.


kita tidak sendirian dalam kesalahan, orang lain juga telah berdosa.
beberapa di antara mereka merendahkan diri yang sederhana dan sok pintar
orang lain malas, tidak berperasaan, licik
dan skor menghina namamu
mengapa harus selalu anugerah yang baik Anda mencari bangsa-bangsa lain ini?
dan mengapa harus petir selalu menyerang stasiun kami yang lemah?
dunia tidak lagi menginginkan kita sekarang, aktor baru menggelar pentas
dunia kita direduksi menjadi ilusi dan di dalamnya kita dikurung
kami telah pensiun untuk menyendiri, yang lain memerintahkan otoritas
sekarang duduk dan saksikan kesatuan Anda hancur, semua dewa yang tahu
kami hidup untuk memastikan nama Anda akan bertahan
apakah anggur akan tetap ada ketika saaqi tidak ada lagi?

muslim hari ini impoten dengan tidak bertindak
mencela contoh nabi dengan sanksi pangsit
Ascendants menghancurkan berhala, keturunan memuja mereka dengan meninggalkan
pembalikan peran dengan abraham ayah dan a'zar putra
para pencari anggur telah berubah, anggur telah berubah, goble telah berubah, tempat kudus (ka'bah) telah berubah, para dewa telah berubah dan Anda telah berubah


seberapa keras Anda menemukan diri Anda bangun untuk doa pagi
siapa bilang kamu punya cinta untukku? Anda tidur itu, Anda disayangi
beban menempel di ramadhan
sangat bergantung pada carefreeness Anda
Anda menjadi hakim yang jujur
apakah ini tanda kesetiaan?
negara-negara didefinisikan oleh agama-agama mereka, dalam agama terletak tempat perlindungan mereka,
ambil isyarat Anda dari apa yang mengikat bintang-bintang
tidak ada gravitasi, tidak ada galaksi!
Anda bangsa islam bersama sebagai satu
satu nabi, satu agama, satu keyakinan.
satu buku, satu tuhan, satu untuk semua
Tragedi apa yang kemudian terbagi Anda berdiri dan bersatu Anda jatuh
sebuah negara penuh dengan kelas dan sekte yang banyak ditampilkan
dalam kondisi seperti itu setiap bangsa bisa tumbuh
Tuanku! bangsa islam yang berkeliaran tanpa tujuan
menghadapi ka'bah sekali lagi
setelah semua burung bulbul bersayap tidak bisa menahan diri
dorongan bawaannya untuk terbang
aroma cinta yang membara
di setiap tunas di kebun
instrumen menunggu pluckof plectrum
jadi tuan! tolong hubungkan senarnya!
gelombang musik cemas
untuk melarikan diri dari penjara string
gunung sinai rindu untuk terbakar
dalam cahaya yang sama yang telah membakar itu sekali

Tuanku! biarkan suara ini
langit malam yang sendirian menusuk hati
biarkan hati terbangun untuk musik
dari lonceng berbaris

biarkan hati dihidupkan kembali
janji kesetiaan baru
dan biarkan hati ini mendambakan
seteguk anggur tanpa batas yang sama
tidak memperhatikan apakah cangkir yang saya minum adalah
India atau Arab. yang penting adalah anggur yang dikandungnya
tidak memperhatikan apakah saya membuat puisi saya di hindi
atau arab. yang penting adalah semangat yang ada di baliknya.
hilangnya iran tidak menandakan akhir Anda
anggur tidak meminjamkan keracunannya
ke piala di mana itu disajikan
invasi mongol mengungkapkan dengan jelas pelajarannya
bahwa sesuatu ka'bah mungkin mendapatkan pelindungnya bahkan
dari kuil
saat ini prahara, nasib
dari layar kebenaran yang menggelepar bersandar padamu
dunia baru seperti jam paling gelap malam
dan Anda sendiri, meskipun, bintang remang-remang

ntelek adalah baju besi, cinta, pedangmu
teman saya yang saleh, wakil kabupaten Anda bisa merangkul seluruh dunia
panggilan Anda untuk doa dapat membuat pikiran terbakar
jika Anda adalah seorang muslim sejati, maka niat Anda akan
menjadi niat tuanmu
jika Anda tetap setia kepada muhammad, maka saya bukan milik siapa pun kecuali Anda
apa yang harus dibicarakan tentang alam semesta ini, apa yang ada di baliknya
juga akan berada di kaki Anda


Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...