Tuesday, April 23, 2019

Untukmu, Anak Majelis



"Anak Majlis" panggilan yang sekarang menjadi primadona
Bangga rasanya jika disebut "Anak Majlis"
"Anak Majlis" mantu idaman, katanyaa...

Yes! Beberapa hal di atas memang betul adanya. Tapi ingat menjadi anak majlis bukan untuk menterkenalkan dirimu, melainkan untuk mengajak orang semakin mengenal Allah.

Menjadi anak majlis, bukan untuk memamerkan dirimu, melainkan untuk memamerkan syiar Nabi Muhammad saw.

Menjadi anak majlis, bukan untuk berbangga diri, melainkan untuk berbesar hati

Resapi ungkapan ini :"seiring jembatan didadamu, terdapat tanggung jawab di pundakmu"
Yap, anak majlis adalah jembatan yang paling membanggakan

Rasanya semua mata tertuju padamu
Mau tidak mau kamu lah yang membawa panji panji dakwah Rosul Muhammad saw
Mau tidak mau kamulah yang mewakili agama dan aqidah ini
Mau tidak mau kamulah yang dijadikan.

Jangan sia siakan amanah itu
Jangan gagal mengemban tugas itu
Jangan kecewakan nabimu
Bersholawatlah dengan gembira. Angkatlah tanganmu, raih syafaat nabimu, bersemangatlah mengayuh sepedamu.

Duduklah ditempat terdepan, bukan untuk terlihat oleh si dia, melainkan menunjukan kesungguhan tekad
Dengarkan mauidzoh hasanah, jangan asik ngobrol sana sini
Jadilah gila sholawat. Bukan bersholawat tengan gila. Semua ada aturan mainnya

Jadikan sosmed mu sebagai pedang membela para guru
Bukan sebagai ajang upload foto foto manyun
Bungkamlah orang yang tidak suka sholawatan dengan ketaqwaanmu. Bungkanlah orang dengan akhlaq dan tatakrama mu

Akhirnya, 
Perbaiki niat, perbaiki akhlaq, dan jadilah umat kebanggaan kanjeng Rosul Muhammad Saw😊
[13/4 19.49] +62 823-6122-3381: *Teruntuk diriku...
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
:: NASEHAT INDAH USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS ::*

▪ Jangan berharap kepada manusia, karena engkau akan kecewa. Berharaplah kepada Allah, niscaya engkau tidak akan pernah kecewa.

▪ Manusia yang mulia adalah yang dia bangun di sepertiga malam terakhir, kemudian meminta kepada Allah. 

▪ Jangan lewatkan waktumu untuk berbuat maksiat, karena engkau tak tahu kapan ajalmu akan menjemput. Sehingga kematianmu menjadi su'ul khothimah.

▪ Hidupmu di dunia ibarat satu hari atau setengah hari dibandingkan kehidupanmu di akhirat kelak, persiapkanlah bekalmu, dan sebaik-baik bekal adalah taqwa. 

▪Infakkanlah hartamu. Karena penyimpanan harta yang sesungguhnya adalah yang akan engkau bawa sampai mati, bukan yang engkau simpan untuk duniamu. 

▪ Jangan engkau tunda pekerjaan pagimu untuk sore harimu, niscaya banyak pekerjaan yang akan engkau selesaikan. 

▪ Aturlah waktumu sebaik mungkin, kapan mengurus pekerjaan rumah tanggamu, kapan engkau membaca Al-Qur'an, kapan engkau membaca buku yang bermanfaat dan pekerjaan lainnya. 

▪ Orang yang tertipu adalah orang yang tidak dapat memanfaatkan waktu luangnya padahal dia dalam kondisi sehat.

▪ Sesungguhnya setelah waktu luang akan ada waktu sibuk, setelah sehat akan ada masa sakit. Manfaatkanlah masa sehatmu dan waktu luangmu sebaik mungkin. 

▪ Sesungguhnya masa sakitmu dibandingkan masa sehatmu lebih banyak waktu sehatmu. Coba ingat berapa lama kamu sakit? Seminggu? Sebulan? Setahun? Bandingkan dengan masa sehatmu! Bersyukurlah 

▪ Janganlah engkau merasa aman dari perbuatan maksiat yang engkau lakukan secara diam-diam. Jika istri, suami atau orang lain tak ada yang mengetahui, akan tetapi Allah mengetahui perbuatanmu. Dan kelak perbuatanmu akan dipertanggungjawabkan. 

▪ Apabila perbuatan maksiat sudah engkau lakukan, menyesallah! Bertobatlah! Bertaubat dengan sebaik-baik taubat. Janganlah engkau ulangi. Tegakkanlah sholat niscaya akan menghapusnya. Berbuat baiklah kepada orangtuamu niscaya akan menghapus dosa-dosamu.

▪ Berdo'alah. Sesungguhnya do'a yang paling banyak diiucapkan Nabi -Shalalallahu 'alaihi wa sallam- adalah 
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
_“Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik”_ (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”

▪ Jangan engkau tinggalkan setelah sholat shubuh sebuah do'a 
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
_“Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon thoyyibaa wa ‘amalan mutaqobbalaa”_ (Ya Allah, aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyyib dan amalan yang diterima)

▪ Bacalah dzikir pagi dan sore, dia hanya meminta waktumu 10 menit. Kau bisa melakukan disela-sela aktivitasmu. 

▪ Bacalah buku yang bermanfaat. Karena ia dapat menghantarkanmu kepada kebaikan. Bacalah buku 4 jam dalam sehari. 

▪ Manusia yang paling utama adalah yang baik akhlaknya. Dan manusia yang paling cerdas adalah yang selalu mengingat mati dan mempersiapkan bekal menghadapi kehidupan setelah kematian. 

▪ Janganlah engkau panjang angan-angan untuk kehidupan duniamu. Ketika usahamu telah mencukupi kebutuhan hidupmu, tak usah engkau tambahkan beban hidupmu dengan berutang untuk memperluas usahamu. Karena bisa jadi engkau akan mati meninggalkan hutang dan sesungguhnya Nabi -Shalallahu 'alaihi wa sallam- tak bersedia mensholati jenazah orang yang mati meninggalkan hutang. 

▪ Dapat engkau melakukan hal-hal mubah seperti menjaga kesehatan badanmu, akan tetapi janganlah hal tersebut membuatmu lupa menjaga kesehatan hatimu

▪ Berikan rasa cintamu untuk orang-orang shalih, bukan untuk orang-orang kafir. 

▪ Maafkanlah orang yang telah menyakiti hatimu.

------------------------
Disadur dari kajian dan buku ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Tentang  “Waktumu dihabiskan untuk apa???” dan “Dunia Lebih Jelek Dari Bangkai Kambing”. Mudah2an Nasehat ini Bermanfaat dan Menjadi Renungan bagi Kehidupan kita. BaarokAllahu fiikum.

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...