Dani menghempaskan tubuhnya ke atas sofa dan ia mulai mengkhayal. Didalam khayalannya ia melihat raisa sedang memasak makanan untuknya.
Kemudian ia melihat raisa sedang duduk manis menunggunya pulang dan memberikan kopi buatannya.
Satu persatu bayangan raisa menghilang. Ia tersadar bahwa yang ia lihat tadi hanyalah khayalannya saja. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri tak ada seorangpun disana. Ia begitu terluka dan merasa kesepian.
Untuk menghilangkan rasa sedihnya. Ia memutuskan untuk pergi membeli minuman dingin di sebuah minimarket yang tak jauh dari rumahnya.
Sesampainya di minimarket ia tak sengaja bertemu bapak mertuanya yang sedang mengobrol bersama seorang wanita yang lebih muda dari usianya. Ia tak dapat melihat dengan jelas siapa wanita yang sedang berbicara dengan bapak mertuanya sebab, wanita itu mengenakan kacamata hitam dengan topi yang menutupi kepalanya.
Dani tanpa ragu menghampiri bapak mertuanya dan hendak menyapanya. Saat itu juga, wanita itu melihat dari kejauhan dan menyadari ada seseorang yang dikenalnya menuju ke arahnya. Karena tak ingin diketahui siapa dirinya yg sebenarnya ia pun mengakhiri obrolannya dengan bapak tersebut kemudian ia pamit dan berlalu pergi secepat mungkin.
No comments:
Post a Comment