*EVALUASI DIRI*
Sesungguhnya dalam hidup ini begitu sangat pentingnya kita merenung sebagai evaluasi diri dalam setiap langkah kehidupan.
Waktu terus berjalan mendekat pada akhir perjalanan waktu. Untuk itu langkah-langkah dalam menapaki hidup dibangun program yang senantiasa dievaluasi sejauh apa rasa syukur kita kepada Allah SWT.
Dalam terminologi syar'i, disebut muhasabah yakni upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspeknya.
Muhasabah berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab, yang artinya secara etimologis adalah melakukan perhitungan.
Allah SAW berfirman :
يَا أَيُّهَاالَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖوَاتَّقُوااللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”
(QS.Al-Hasyr (59):18).
Sesungguhnya hidup adalah sebuah perjalanan. Perjalanan panjang menuju akhirat.
Perjalanan manusia kembali kepada Sang Pencipta, Allah SWT.
Dalam perjalanan itu akan dilalui dengan proses yang cukup panjang serta penuh liku-liku, sampai kepada hari dimana manusia akan menikmati indahnya kembali kekampung halaman, kesurganya Allah karena amal shalehnya.
Sebaliknya juga ada manusia yang akan merasakan azab yang teramat pedih karena amal buruknya.
Perjalanan itu tidak mudah semakin lama semakin berat, semakin banyak rintangan, semakin besar ujian, kecuali kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Pada hari perhitungan itu semua amalan manusia akan dihisab ( dihitung ) dan akan dipertanggung jawabkan.
Allah SWT berfirman:
فَيُعَذِّبُهُ اللّٰهُ الْعَذَا بَ الْاَكْبَرَ ۗ
اِنَّ اِلَيْنَاۤ اِيَا بَهُمْ ۙ
Artinya :
"Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka."
(QS. Al-Ghashiyah 88/ 25-26)
Maka hendaknya setiap Muslim yang mementingkan keselamatan dirinya benar-benar memberikan perhatian besar dalam mempersiapkan diri dan mengumpulkan bekal untuk menghadapi hari yang kekal abadi.
Sabda Rasulullah SAW :
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ [وَعُدَّ نَفْسَكَ مِنْ أَهْلِ الْقُبُوْرِ] وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ
Artinya :
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku, lalu bersabda, ‘Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau seorang musafir’ [dan persiapkan dirimu termasuk orang yang akan menjadi penghuni kubur (pasti akan mati)].”
(diriwayatkan oleh Bukhâri, no. 6416; at-Tirmidzi, no. 2333)
Sesungguhnya pada hakikatnya, hari inilah masa depan bagi manusia yang sebenarnya.
Kedatangan hari tersebut sangat cepat seiring dengan cepat berlalunya usia manusia.
Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu yang telah mengingatkan hal ini dalam ucapannya yang terkenal: “Hisablah (introspeksilah) dirimu saat ini, sebelum kamu dihisab (diperiksa/dihitung amal perbuatanmu pada hari kiamat).
Timbanglah dirimu saat ini, sebelum amal perbuatanmu ditimbang (pada hari kiamat), karena sesungguhnya akan mudah bagimu menghadapi hari kiamat jika kamu mengintrospeksi dirimu saat ini; dan hiasilah dirimu dengan amal shaleh untuk menghadapi hari yang besar ketika manusia dihadapkan kepada Allah Azza wa Jalla .
Allah Azza wa Jalla berfirman :
يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنْكُمْ خَافِيَةٌ
Artinya :
“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Allah), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi-Nya)”
(Al-Hâqqah 69:18)
Senada dengan ucapan di atas, Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu berkata: “Sesungguhnya dunia telah pergi meninggalkan kita, sedangkan akhirat telah datang menghampiri kita, dan masing-masing dari keduanya (dunia dan akhirat) memiliki pengagum, maka jadilah kamu orang yang mencintai akhirat dan janganlah kamu menjadi orang yang mengagumi dunia, karena sesungguhnya saat ini waktunya beramal dan tidak ada perhitungan, adapun besok di akhirat adalah saat perhitungan dan tidak ada waktu lagi untuk beramal.
Semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan hidayah-Nya kepada kita, mampu bersegera mengevaluasi diri agar menjadi hamba yang bersyukur.
*L O V E*
$uatu hari ada seorang ibu yang baru pulang dari pasar melihat ada *3 pria tua* di halaman rumahnya.
Ketiga pria itu terlihat *letih dan lapar,* ibu itu *mengajak mereka masuk untuk makan,* tapi mereka bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang ?"
"Belum" jawab Ibu itu...
"Kalau begitu kami tidak bisa masuk."
Ketika suaminya pulang, Ibu itu menceritakan tentang ketiga orang tsb. dan suaminya menyuruhnya mengajak ketiga orang itu untuk masuk ke rumah...
Ketika ibu itu menyuruh mereka masuk, salah seorang pria tua itu berkata: "Yang itu bernama *Kekayaan*, yang itu *Kesuksesan* dan saya *Cinta...*
Kamu harus memilih *salah satu* dari kami untuk masuk ke dalam rumahmu, *Kami tidak bisa masuk bersamaan..."*
Ibu itu masuk ke dalam dan menceritakan apa yang dikatakan orang itu, suaminya berkata: "Suruh KEKAYAAN masuk, saya ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."
Tapi Ibu itu berkata: "Lebih baik KESUKSESAN , biar semua pekerjaan kita selalu penuh dengan Kesuksesan."
*Anak2 mereka berkata: "lebih baik CINTA, biar rumah ini selalu penuh dengan Cinta,"*
Akhirnya semua setuju untuk mengajak *CINTA masuk...*
Ibu itu kembali ke depan dan berkata, "Yang bernama CINTA silahkan masuk."
*Ketika orang yang bernama Cinta berjalan masuk, kedua orang yang lain mengikutinya.*
Si Ibu itu heran dan berkata, "Kami hanya mengundang CINTA, kenapa kalian ikut ?"
*Orang itu berkata, "Kalau Ibu memilih Kekayaan atau Kesuksesan, kami hanya bisa berjalan sendiri²...*
*Tapi karena Ibu memilih CINTA, kami berdua akan selalu mengikutinya kemanapun dia berjalan...*
*Sebenarnya KAMI BERDUA ini BUTA, hanya CINTA yang bisa MELIHAT dan menuntun kami kemanapun dan kapanpun juga...*
*Jalani hidup ini dengan Cinta... Dan bersyukurlah karena kita masih berada diantara orang yang mencintai kita.*
insya Allah, Allahu subhanahu wa ta'ala senantiasa meridhoi kita semua, aamiin, wassalam
[30/3 16.18] +62 812-7586-1414:
SAHABAT2KU DI MANAPUN BERADA
════════
```Berkata Umar bin Khattab Radhiyallahu 'anhu: Tidaklah seorang hamba diberi kenikmatan yang lebih besar setelah keislaman, selain sahabat yang sholih. Maka apabila kalian mendapati teman yang sholih, peganglah ia erat-erat":```
══════════
```Berkata Imam Syafi'i:
" Apabila kalian memiliki teman - yg membantumu dalam ketaatan- maka genggam erat tangannya, karena mendapatkan seorang sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya itu mudah":```
══════════
```Berkata Al Hasan Al Bashri:
" Sahabat2 kami lebih kami cintai daripada keluarga dan anak2 kami, karena keluarga kami mengingatkan kami pada dunia, sedangkan sahabat2 kami mengingatkan kami pada akhirat. Dan sebagian sifat mereka adalah : itsar (mendahulukan orang lain dalam perkara dunia):```
═════
```
" Wahai anak ku hendaknya yang pertama engkau usahakan setelah keimanan kepada Allah adalah mencari sahabat yang jujur. Karena ia ibarat pohon, bila engkau duduk berteduh di bawahnya, ia akan meneduhimu, bila engkau mengambil buahnya dia akan mengenyangkanmu, dan bila ia tidak memberimu manfaat, ia tidak merugikanmu"```
═════
```
Kekasihku sakit, dan aku menjenguknya
Maka aku ikut menjadi sakit
karenanya
Kekasihku telah sembuh dan ia
menjengukku
Maka aku menjadi sembuh
setelah melihatnya
═════
: {وسيق الذين اتقوا ربهم إلى الجنة زمرا} .
Imam Ibnul Qayyim berkata menafsirkan ayat ini: "Allah enggan memasukkan manusia ke dalam syurga dalam keadaan sendirian, maka setiap orang akan masuk syurga bersama sama dengan sahabatnya"
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Wahai para sahabat-sahabat ku yg soleh dan solehah ingatlah diriku ketika kelak ALLAH memasukan dirimu ke syurga-NYA.. gandenglah tanganku agar aku dapat beriring bersama denganmu menuju Surga ALLAH..```
—-------------⚜⚜------------—
Silakan dishare dan semoga bermanfaat bagi kita semua.
*REZEKI YANG BAROKAH*
Alkisah,
Ada sorang lelaki tua, di zaman Nabi Musa AS.
Dia selalu sibuk berzikir kepadaNya...tetapi hatinya sering terganggu kerisauan soal rezekinya...selama ini sehari2 dia selalu memperoleh rezeki hanya sebongkah roti.
Satu hari, Nabi Musa lewat ditempat orang tua itu...Orang tua itu lalu memohon Nabi Musa agar menanyakan Tuhan tentang rezekinya.
_Maukah anda memohon pada Tuhan meningkatkan rezeki saya ?_
_Dari dulu sampai sekarang, saya dapat sebongkah roti setiap hari. Saya berharap ada perubahan. Bolehkah saya dapat lebih daripada itu?_
_Jika anda langsung yg bertanya kepada-Nya, pasti Dia akan mengabulkan permintaanmu dan memberikan saya lebih banyak lagi_
Nabi Musa bersedia...dan Nabi Musa mendapat jawaban bahwa rezeki yang telah ditetapkan dan ditakdirkan kepada org tua ini memang hanya sebongkah roti setiap hari, sepanjang hayat hidupnya.
Oleh nabi Musa disampaikanlah jawaban Tuhan tsb...
Herannya, Orang tua itu justru sangat gembira, dari mukanya terpancar kegembiraan tsb.
Nabi Musa A.S. lalu bertanya kenapa dia justru gembira?
Lelaki itu menjawab...
*_"Karena sudah ditakdirkan, maka sekarang saya tidak mempunyai kekuatiran apapun lagi...setidaknya saya tidak akan kelaparan, karena memiliki sebongkah roti tiap hari untuk sepanjang hidup saya!"_*
Lalu dia kembali sibuk beribadat memuja Tuhan.
Setelah beberapa bulan berlalu, ketentraman lelaki itu semakin meningkat karena dia sudah mengetahui bahwa dia tidak perlu risau dan bimbang utk rezeki makannya...maka hidupnya semakin rajin dan lurus hanya kepada ibadahnya.
Karena dia lebih sering ibadah, menyebabkan perhatiannya pada makannya jadi berkurang, tidak seperti dulu.
Jadi, jika dulu dia memakan satu bongkah roti sehari, setelah makin rajin beribadah hanya separuhnya saja roti yang dimakannya.
Sisa roti itu kemudian diletakkan di satu sudut ruangan...hingga makin lama onggokan roti jadi satu timbunan roti yg besar.
Pada satu hari, ada penggembala lewat di kampung tersebut dan berhenti menanyakan pd lelaki tua tsb, bahwa dia sedang mencari rumput kering untuk ternak beliau tetapi dia tdk menjumpai apa2 buat makan ternaknya.
Orang tua itu berkata kepadanya:
_"Kalau mau bawa saja timbunan roti sy itu... lembutkan semuanya dengan air dan berilah makan kepada hewan anda!"_
Penggembala itu melakukannya, dan ternaknya menyukai, memakan habis semua roti itu.
Sebagai tanda berterima kasih kepada org tua itu, pengembala memberikan sepasang kambing ternak yg bagus lalu meneruskan perjalanan.
Masa berlalu bertahun2, ketika Nabi Musa A.S. lewat lagi kawasan orang tua itu.
Dia sangat kagum, beliau mendapati tempat tinggal orang tua itu telah berubah jauh. Jadi tempat yg indah seperti sebuah taman.
Ada banyak pohon buah-buahan tumbuh berjejer, dan hewan2 ternak berkeliaran tidak jauh dari situ.
Terdapat ladang gandum yg luas...suasana disana terlihat sejahtera dan bahagia.
Nabi Musa A.S. ahirnya tahu bahwa semua ini adalah milik orang tua yang sama.
Ini membuat Nabi Musa jadi heran, karena dia tahu apa yang ditulis dalam takdir orang tua itu *hanya sebongkah roti sehari*
Lalu Nabi Musa A.S. pergi untuk mengetahui apa yang terjadi.
_*"Bagaimana kesejahteraan ini bisa terjadi ? Sebongkah roti sehari adalah apa yang tertulis...namun dia memiliki begitu banyak rejeki2 yg lainnya"*_
Rupanya:
*Satu bongkah roti adalah rezeki yang telah ditulis untuk orang tua itu*
*Sedangkan pohon buah-buahan, binatang ternak dan ladang gandum adalah BAROKAH sebab penerimaan apa yang telah tertulis untuk kehidupan dia dengan penuh ridha dan syukur.*
Semua tu adalah ganjaran atas kepercayaan sempurna padaNya.
Dan juga hasil daripada keikhlasan pada apa yg sudah diberikan.. kepada mensyukuri dan menikmati apa yang dia miliki. Sehingga walau berapa banyakpun dia makan, seberapa banyak yang dia mau, dia tetap memiliki sisa roti...
Keperluannya pada makannya menjadi sangat kecil.
Melimpahnya barokah ini diberikan dalam kehidupan orang tua itu disebabkan sifat pemurahnya dan kesediaan untuk menolong dan berbagi dari apa yang dia miliki.
*Jadi Rezeki memang ditakdirkan,...tetapi BAROKAH datang apabila kita bertaqwa kepadaNya*
ISRA’ DAN MI’RAJ MERUPAKAN UJIAN BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Di bulan Rajab tepatnya di malam 27 Rajab ada satu peristiwa
yang sangat istimewa bagi Nabi Muhammad ﷺ,
yaitu peristiwa bertemunya seorang hamba dengan Allah ﷻ ,
peristiwa ini diabadikan oleh Allah ﷻ didalam firmannya:
قال الله تعالى:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنْ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى
الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
الإسراء: ١
ُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad)
pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa
yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan
kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami.
Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
[QS. Al-Isra' 1]
Peristiwa Isra’ Mi’raj selain istimewa dan sangat berkesan bagi Nabi Muhammad ﷺ ,
peristiwa itu juga sebagai ujian bagi umatnya yang mengaku beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ ,
apakah dia benar2 beriman kepada kabar yang dibawakan oleh Nabi ﷺ mengenai peristiwa ini !
Sebagaimana yang telah dikisahkan didalam satu hadits yang bersumber
dari Ibnu Abbas رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ didalam kitab Tafsir Al-Munir juz.1 hal. 519 :
Ketika Nabi Muhammad ﷺ datang dari perjalanan isra’ dan Mi’raj,
Beliau ﷺ langsung menceritakan peristiwa tersebut kepada Ummu Hani رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا,
setelah bercerita maka Nabi Muhammad ﷺ bergegas ingin keluar menuju ke masjid
dan ingin menceritakan peristiwa tersebut kepada penduduk Makkah,
namun Ummu Hani رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا menarik baju beliau ﷺ ,
Nabi ﷺ berkata :
“apa yang kamu lakukan kepada aku?”
Ummu Hani رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا menjawab :
“aku sangat khawatir manusia dan kaum-Mu akan mendustkan engkau,
dan mengingkarinya apabila kamu menceritakan kepada mereka tentang peristiwa tersebut”,
Beliau ﷺ bersabda :
“walaupun mereka mengingkari cerita tentang peristiwa yang telah aku alami,
aku tetap harus menyampaikannya”.
Kemudian Keluarlah Nabi ﷺ dari rumah Ummu Hani رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا menuju ke masjidil haram,
yang pertama kali menghampiri Nabi Muhammad ﷺ adalah Abu Jahal
lalu Nabi ﷺ menceritakan tentang peristiwa isra’ ,
Abu jahal tercengang kaget dan berseru :
wahai penduduk Makkah keluarlah semua Muhammad punya cerita hebat,
berkumpul-lah penduduk Makkah maka Nabi Muhammad ﷺ mengulangi cerita
yang telah diceritakan kepada Abu Jahal.
Maka diantara orang-orang yang mendengar cerita tersebut ada yang bertepuk tangan,
ada yang meletakkan tangannya diatas kepala karena heran dan
ingkar atas peristiwa tersebut, bahkan diantara mereka ada yang murtad
kembali kufur karena imannya yang lemah tidak bisa menerima kisah peristiwa tersebut.
والله أعلم….
Walaupun kita tidak pernah bertemu Nabi Muhammad ﷺ ,
kita tidak hidup dizaman Beliau ﷺ, namun kita diberi hidayah oleh Allah ﷻ
sehingga kita dapat percaya dengan kabar yang datang dari Nabi Muhammad ﷺ .
قال الله تعالى:
وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى
“Dan dia tidaklah berbicara dari dorongan hawa nafsunya,
akan tetapi ucapannya tiada lain adalah wahyu yang disampaikan kepadanya.”
(QS. An Najm: 3-4)
Semoga bermanfaat
"Kitab Tafsir Al-Munir juz.1 hal. 519"
|
|
Monday, April 1, 2019
Goresan Pena Part 14
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Suka dalam Diam
Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...
-
Orang mencari sekedar yang manis Tak mencari rasa pahit Dikala kenangan itu terasa kritis Maka akan dibuang habis Entah.. ...
-
sudah tanggal 20 namun tak ada kabar yang muncul. apakah aku bisa ke turkey? aku tak memiliki apapun hanya Allahlah yang memiliki segalanya....
-
Catatan 26-28 April 2019 Ketika menjadi panitia youth leadership training ini aku mengambil sebuah hikmah yang saat itu aku sedih...
No comments:
Post a Comment