Monday, April 1, 2019

Perekat Jiwa Asmara Part 13

Teng...teng...teng... Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang.  Waktu istirahat tiba. Dani tak berselera untuk makan siang ia lebih memilih untuk minum segelas kopi di taman kampus. Ia kembali mengingat percakapan raisa dengan pria kenalannya pagi itu. "meskipun aku tidak dianggap sebagai seorang suami setidaknya ia dapat menjaga perasaanmu tapi kenapa ia melakukan ini padaku.  Hati ini begitu sakit" celotehnya dan tangannya meraih tempat di sekitar dadanya yg terasa sakit. "biarkan aku yang menyembuhkan lukamu" kata michelle mengagetkan Dani. "maaf ini bukan urusanmu. " kata Dani acuh tak acuh.

Kau tak perlu menyembunyikannya dariku.  Tanpa diberi tahu olehmu aku sudah tau masalahmu. Apa hubunganmu dengannya masih berjalan baik baik saja?  Tanya michelle membuka pembicaraan. "ini bukan urusanmu" lagi lagi Dani acuh. Tentu saja itu menjadi urusanku.  Sejak saat itu,  aku masih tak rela kau berada disampingnya, bahkan kau rela tersakiti demi melindungi dan mencintai perempuan konyol itu.  Yang bahkan diapun tak pernah memperdulikanmu. Jelas michelle dengan nada setengah emosi. "sudah ku bilang berulang kali ini bukan urusanmu.  Meskipun ia tidak memperdulikanku. Jiwa dan raga ini tetap miliknya dan aku akan tetap melindunginya meakipun itu menyakitkan. Pergilah" perintah Dani pada michelle. Tiba tiba michelle memeluk Dani

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...