Monday, April 8, 2019

Goresan Pena Part 21

*"Perempuan dalam perjuangan, ikut berperan bukan Baperan"*
Tema yg keren banget untuk kita bahas, ada dua tools yang bisa digunakan untuk menilai perjuangan perempuan sekarang. Apakah mereka memilih berperan atau bahkan kebanyakan baperan ? 
Kalo boleh flashback, jd inget temannya Sama kayak hastag KPP thn lalu  #PerempuanAmbilPeran
Karena emng peran perempuan puan itu penting Banget.

Sebelum kita bahas panjang lebar, ada baiknya kita memahami dahulu dua kata di atas agar tidak salah dalam penerapannya dan bisa kita bedakan dengan benar, yaitu Baperan dan Berperan.

*Baperan* berasal dari kata baper yaitu singkatan dari bawa perasaan. Baper sendiri adalah istilah gaul yg dibuat oleh remaja-remaja zaman sekarang. Meski sampe sekarang belum ditemukan secara historis siapa pencetus utama dari kata baper ini.

Sedangkan *berperan* berasal dari kata peran yg dalam KBBI memiliki arti (1) bermain sebagai atau (2) bertindak sebagai. Kenapa kata yg dipakai ialah berperan, Krn kata tersebut merupakan verba (kata kerja) aktif yg artinya kita melakukan sesuatu.

 Semakin majunya zaman seperti sekarang, Perempuan memang seharusnya menjadi bagian dari sebuah perjuangan , tp melihat fenomena sekarang  manakah yg lebih banyak, Perempuan yg ikut berperan atau malah baperan ?
Terus kenapa sih baperan itu identik dengan Perempuan ?

Seorang Psikolog bernama J. Masdani dalam makalahnya menuliskan perbedaan psikologis antara laki-laki dan perempuan, di antaranya :
- laki-laki itu berpikir lebih rasional, sedangkan Perempuan lebih menggunakan perasaan (emosional)
- laki-laki lebih dominan akal pikiran/logika, sedangkan Perempuan Lbh kuat intuisinya.
Hal sama jg dijelaskan oleh Ranggini Verma, seorang dosen (PhD) di universitas Pennsylvania di Philadelphia, bahwa otak perempuan lebih bisa mengaitkan memori dan keadaan sosial. Inilah yg menjadi alasan perempuan lebih mengandalkan perasaan.

Nah, baperan ini timbul dari perasaan (emosional, intuisi, sensitivitas) yg diutarakan/digambarkan secara berlebihan saat menanggapi suatu kondisi. 
Ternyata, baperan ini jg ada nama medisnya. Dalam psikologi baper jg disebut *SPS (Sensory- Processing Sensitivity)* atau *HSP ( Highly Sensitive Person)*. Kondisi ini terjadi karena seseorang memiliki sensitivitas yg terlalu berlebihan, apa2 yg di hadapin terlalu dipikirkan.

Gak bs dipungkiri dengan kondisi psikologis seperti yg udah dijelaskan di atas, memang siafat baper banyak menghinggapi kaum hawa (meski gak menutup kemungkinan jg menyerang kaum Adam).
Banyak deh hal2 yg bikin Perempuan tu baperan, misal :
- dalam forum atau rapat ngasih ide atau nyampein pendapat tp ditolak bahkan mungkin ada yg mendebat. Nangis, ngambek, gak mau ikut rapat lagi, merasa gak dihargai, dll deh. Yah, namanya rapat banyak kepala yg harus disatukan disana. Beda pendapat itu hal biasa sebenarnya.
- ada temen cowok baik sedikit, perhatian sedikit, baperan.. udah mikir yg aneh2. Pdhl bisa jd cowoknya biasa aja, nganggep temen atau aslinya emng si cowok baik ke semua org. Hmmm

Itu baru contoh kecil, mungkin banyak lagi kejadian ttg kebaperan lainnya yg temen-temen temuin.

Emang Perempuan gak boleh banget ya baperan ?
Kenapa sih Perempuan harus berperan ?

Jadi gini temen2, setiap manusia itu diberikan kelebihan oleh sang pencipta. Begitupun Perempuan, ada hal2 potensial yg gak dimiliki laki2 dan hanya dimiliki Perempuan. Menurut artikel yg dimuat di Kompas, Ada banyak sekali keunggulan yg ada pada diri Perempuan, tp kita bakalan bahas lima aja di antara :
*✓ Punya Kepekaan Sosial tinggi*
Karena asalnya Perempuan emng hatinya lembut maka kepribadian ini berguna banget untuk menjaga hubungan baik dalam suatu lingkungan/wadah (tmpt kerja/organisasi). 
Tak jarang juga sifat ini menjadikan Perempuan sebagai pengayom yg baik, dalam suatu organisasi kepribadian ini berguna banget untuk menjaga SDM yg ada (pengkaderan) sehingga SDM2 tsb merasa lebih diperhatikan. 

*✓ Pandai mengelola Risiko*
Perempuan itu emng sering lama kalo memutuskan sesuatu, banyak sekali yg bakalan menjadi pertimbangan. Tp dengan begitu Perempuan punya banyak strategi antisipasi untuk setiap kondisi dan risiko yg bakalan dihadapi.

*✓Detail*
Dalam setiap pekerjaan Perempuan biasanya gak mau sedikitpun ada kesalahan, segala sesuatu disiapkan dengan rapi dan harus terorganisir.
Yah contoh kecil aja, kalo minta foto ni yg cewek2 bisa berapa kali take cuma gara2 hijabnya miring, senyumnya kurang ngembang, de el el. Yah tadi, maunya yg terbaik. Setuju gak ?

*✓ menguntungkan (profitability)*
Ini khususnya untuk kalian-kalian yg mau masuk ke dunia bisnis atau kerja di perusahaan gitu.
Dalam sebuah survei yg di lakukan oleh organisasi nirlaba Catalyst, mengungkapkan bahwa perusahaan dengan 19-44 persen bos Perempuan ternyata mampu mendapatkan laba sekita 26 persen. Artinya Perempuan juga memiliki kemampuan kepemimpinan dan pengambilan keputusan yg baik.

*✓Komunikasi Verbal Perempuan lebih baik dibandingkan laki-laki*
Perempuan identik banget dengan yg namanya cerewet, gak bisa dipungkiri memang dalam sehari Perempuan bisa bicara 20.000 kata, sedangkan laki-laki cuma 7.000 kata. Tp harus bisa memposisikan sifat cerewet kita dengan benar ya, Krn hal baik kalo gak ditempatkan diposisi yg baik jg akan berdampak buruk. 
Perempuan juga bisa menggunakan lima nada vokal untuk berkomunikasi sementara laki-laki hanya menggunakan tiga saja. Secara biologis, perempuan juga memiliki korteks pendengaran padat. Jadi Perempuan itu mampu jd pendengaran maupun pembicara yg baik dalam waktu bersamaan. 

Tentunya masih banyak lagi keunggulan Perempuan yg bs diterapkan dalam perannya di kehidupan sehari-hari, baik di dunia kerja, rumah tangga, organisasi dan tentunya kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, sangat penting bagi perempuan untuk bisa ikut berperan dalam perjuangan.
Saking pentingnya dan hebatnya peran seorang perempuan, ada ungkapan yg mengatakan _"dibalik kelembutan seorang perempuan, ia bisa mengayunkan buaian di tangan kanannya dan mengguncang dunia dg tangan kirinya._
Sayang banget kan kalo kita gak pergunakan kelebihan kita para perempuan untuk hal-hal yg bermanfaat.
*Proud to be women !*

#PerempuanAmbilPeran

Sebenernya mau banget berperan, tp bingung gimana, atau mulai drmn. 
Nah, setelah kita tahu betapa pentingnya peran perempuan itu maka saatnya sekarang untuk kita mulai berperan. Jangan berkutat dengan hal-hal yg menyangkut perasaan pribadi aja.
Nih, Langkah-langkah biar gak baperan dan mulai berperan saya  kerucutkan menjadi tiga tahap:
*• Kesadaran*
Timbulkan kesadaran. Kita harusnya sudah mulai untuk memikirkan apa sih yg bs kita lakukan untuk org2 disekitar kita, sbg Mahasiswa misalnya apa yg benar2 bisa kita lakukan untuk memperjuangkan hak2 rakyat. Sebagai akademisi apa yg bisa kita kasih untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa kita. Kalo kata Fiersa Besari : _kita bukan bertanya lagi "siapa diri kita", tp tanyakan "untuk apa kita diciptakan"_
Sebagai perempuan kita harus menyadari betapa pentingnya peran kita baik kepada kehidupan pribadi hingga kehidupan bernegara. Bukankah nabi Muhammad bilang kalo _Perempuan itu tiang negara, hancur atau majunya sebuah negara tergantung kondisi perempuan2 di dalamnya._
Artinya kita bukan lagi manusia kelas dua, bukan lagi objek tp justru merupakan subjek pembangunan peradaban. 

*•Menentukan Peran yg kita ambil*
Menentukan sebuah peran tentu saja gak bisa sembarang, sabaiknya kita bs berperan dibidang yg kita kuasai. Kalo kata Umar bin Khattab : _"apabila suatu urusan diberikan kpd yg tidak berkafaah maka tunggulah sebuah kehancuran"_ (Weh, ngeri...)
Intinya mulai dari kenali diri sendiri (apa potensi yg kita miliki, passion, dan bakat kita). Lalu mulai cari peluang dari lingkungan sekitar kita, setelah itu baru tentukan jalan mana yg kita ambil dan peran apa yg kita lakukan. Jalan yg diambil juga bukan lagi dalam rangka mencari jati diri, tp justru karena disana lah jati diri kita.
Inget kata mbak Najwa Shihab, _saatnya yg muda yg berperan dengan kreativitas yg tak gampang padam._ so Perempuan harus berani berperan !

*•Komitmen*
_Orang yg memiliki komitmen dan  integritas tinggi tidak akan pernah merasa takut, ragu, dan bimbang dalam melaksanakan tugas yang dibebankan pd mereka_ (Andrie Wongso).
Komitmen ini penting sekali untuk bisa kita pegang, setiap perjuangan tentu saja bakalan ada tantangan. Tp kalo kita punya komitmen maka kita gak akan goyah hanya krn suatu rintangan.
Dengan komitmen kita akan selalu punya keberanian dan tekad yg kuat dalam menjalankan peran yg kita ambil, meski dalam jangka pendek memang seperti blm terlihat kebermanfaatan dr peran yg kita ambil tp bukan berarti gak ada.
Dalam buku Annis Matta yg berjudul Mencari Pahlawan Indonesia, disana ditulis "Kemenangan adalah akumulasi dari perjuangan-perjuangan yg sudah-sudah" (kira2 begitu intinya).
Contohnya gini, skrg tahun kedua Kementrian Pemberdayaan Perempuan di BEM KM UNSRI dibentuk. Bisa dibilang blm terlalu terasa keberadaannya dibandingkan univ2 yg sdh lebih dahulu punya, tp kalo kita komitmen setiap tahun selalu meningkatkan kapasitas baik dr proker, SDM, dll, gak menutup kemungkinan bbrp tahun nanti KPP UNSRI bs semakin memberi dampak kebermanfaatan yg Lbh besar, baik di dlm maupun luar kampus.
Begitupun dinas PP FKIP, ini udah menjadi awal yg baik dalam mengambil peran untuk bs bermanfaat dan memberikan kesadaran untuk teman2 perempuan lainnya. Tinggal bagaimana kedepannya untuk bs trs berkomitmen mengajak Perempuan untuk ikut serta mengambil perannya.
Artinya, perjuangan itu gak ada yg instan.
Butuh kerja keras dan kesabaran.

Bagaimana.. Ketika kita dalam kerjaan ... dalam satuan lembaga g ada yg faham kinerja kita.. suatu ketika saya bertemu dg org dimana dia itu ahli dalam kerjaan yg sdng saya dalami ini.. lambat laun saya nanya bbrp hal tentang kerjaan tersebut.. pernah kita ketemu sekali dalam sosialisasi kerjaan kita.. tetapi. Dia ini menurut saya terlalu over dalam bales chatt.  Kadang bilng kangen.. pengen ketemu... pengen Vc .. Padahal sebelumnya kita g kenal samsek.. bagaimana sikap terbaik kita untuk menyikapinya?#

gimana sih mba cara kita biar bisa menemukan passion dan lebih percaya diri mengembangkannya?
Telah dijelaskan tadi ada beberapa keunggulan perempuan. Jadi pertanyaan nya bagaimana kalau kunggulan tersebut perempuan itu masih belum yakin bahwa dia memiliki banyak keunggulan. Misal nya dia menganggap dirinya itu tidak memiliki keunggulan. Jadi apa tanggapan mbak mengenai hal tersebut?

Oke, namanya hidup Allah ciptakan berpasangan-pasangan. Ada malam ada siang, ada hitam ada putih, ada lelaki jelas ada Perempuan. Artinya memang komunikasi atau interaksi antar keduanya gak bs dielakkan. Tp tentu saja kita bisa membatasi.
Pertama dalam komunikasi itu terjadi karena ada yg hendak di sampaikan, entah info, pemberitahuan, dll. Artinya ada hal penting untuk dibicarakan.
Kedua kalo sekiranya obrolan sdh tidak produktif dan sdh masuk ranah2 yg gak nyaman menurut kita, ya bs kita cut atau tidak kita tanggapi berlebihan.
Bila perlu kita tanyakan apa maksud bilang2 kangen segala macam, kita gak nyaman dan harapannya gak diulangi lagi.

Kondisi kayak gini yg perlu banget kita lakukan adalah ketegangan, kalo gak yg org td bakalan seperti itu trs.
Krn kita msh menanggapi dia bakalan beranggapan kalo itu biasa aja.

Tp tetap utamakan adab dan akhlak yg baik, posisinya kita berusaha mengingatkan bukan mau sombong atau memutus silahturahim

Sebenarnya juga sudh mulai saya biarkan mbak.. karna saya gmau klo sampe aneh aneh.. bbrp saya jawab yg keluar dari kerjaan.. tpi kadang kita ini kan sering nanya k dia.. jdi sdikit simpati.. walaupun skrng sudh jauh lebih baik.. dri sebelumnya.. 

Jzkmllah khayr yaa mba masukan dan mitivasinya.. ðŸ˜Š

Untuk menemukan passion bisa mulai dr hal2 yg kita sukai atau hobi kita. Mana pekerjaan yg sekiranya bisa kita selesaikan dengan baik, hal apa yg membuat kita lebih senang dan produktif, lingkungan seperti apa yg memberikan kita energi positif untuk selalu berbuat kebaikan dan kebermanfaatan.

Bukankah manusia yg paling baik adalah yg paling bermanfaat. Ko kita bisa sangat produktif dengan sesuatu, kita mengerjakan dengan ikhlas dan senang, InsyaAllah itulah passion kita.
Yg jelas jgn sampai bertentangan dgn syariat aja ðŸ˜Š

 Iya, bahasa tulisan dan lisan bisa jadi sangat berbeda. Jd memang perlu hati-hati dalam menafsirkan, menanggapi, dan membalas.
Semangat terus yaa. Luruskan aja niat kalo awal jalin komunikasi kmren karena ini belajar dan bertanya hal2 yg kita kurang pahami

Baik, jawaban ini jg untuk menjawab pertanyaan kedua di poin ttg percaya diri.

Dalam buku Inspiratia Flava karya Ridwansyah Yusuf Achmad, ada sub judul yg menerangkan *"Life Is About Mindset"*
Disana dijelaskan bahwa kita harus punya keyakinan dulu terhadap sesuatu sehingga kita bisa mantap dan gak takut dalam melakukannya.
Dicontohkan gini, bahwa sang penulis itu berkeinginan untuk selalu punya nilai A, sehingga dibuatnya lah huruf A besar di dalam kamarnya. Setiap hari dia bangun sambil melihat huruf itu di dinding kamarnya.
Hingga saat lulus di dpt IPK dengan predikat cumlaude dmn hanya ada satu nilai B di ijazahnya

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...