14 April 2019
perjalananku dimulai kembali saat aku beraksi bersama teman-temanku di kammi. menyerukan agar tidak golput dalam memilih sang pemimpin. karena pemimpin menentukan nasib bangsa indonesia ini. ini adalah salah satu caraku untuk mengaplikasikan apa yang aku tonton. dimana agar indonesia tidak diam begitu saja melihat keadaan semakin sekarat. negeri-negeri seperti arab layaknya palestina membutuhkan bantuan kita.
bukankah sejarah mencatat kalau negara indonesia diakui dengan negara palestina. ini adalah salah satu bukti agar indonesia tidak melupakan sejarah. hari demi hari akan semakin panas ketika aku melihat kabar di negeri luar sana membutuhkan uluran tangan kita untuk menegakkan kebenaran.
Dakwah unpad summit
aku senang ketika semua ldk kumpul untuk menyerukan dakwah dan menjadi lebih baik lagi. dengan sambungan puisi yang menyerukan aktivis dakwah dan para pejuang Allah. diserta ikrar yang menyayat hati kalbu. namun, setelah keluar dari aktivitas kembali sebagaimana mestinya.
aku tidak menyukai dakwah itu sebagai organisatoris saja melainkan ideologis benar-benar tertanam untuk mewujudkan para pejuang Allah yang berkualitas. kalau sekedar proker akan ada batas waktunya. sedangkan umat ini tanpa batas sebelum Allah menyerukan "waktunya untuk pulang"
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Suka dalam Diam
Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...
-
Orang mencari sekedar yang manis Tak mencari rasa pahit Dikala kenangan itu terasa kritis Maka akan dibuang habis Entah.. ...
-
sudah tanggal 20 namun tak ada kabar yang muncul. apakah aku bisa ke turkey? aku tak memiliki apapun hanya Allahlah yang memiliki segalanya....
-
Catatan 26-28 April 2019 Ketika menjadi panitia youth leadership training ini aku mengambil sebuah hikmah yang saat itu aku sedih...
No comments:
Post a Comment