Dadanya terasa sakit sekali seperti tergores benda yang sangat tajam mengetahui istrinya akan bertemu dengan pria lain. Tapi bagaimanapun juga ia tidak dapat marah. Iapun memutuskan untuk pura pura tidak mengetahuinya
Raisa,...ayo sarapan pagi dulu. Panggil Dani mengajak sarapan pagi yang telah tertata rapi dan siap di atas meja makan.
Raisa... Ayo kita sarapan bersama. Ajak dani. Berbagai macam menu masakan kesukaan raisa telah tertata rapi dan siap untuk disantap keduanya. Selain menjadi seorang suami yang perhatian, dia juga piawai dalam memasak. Pantas saja jika banyak wanita yang menginginkannya menjadi pedamping hidupnya.
Raisa turun dari kamarnya dan melihat dani tengah berkutat didapur sedang menyiapkan piring dan gelas bersih untuk digunakannya. "sini biar aku saja" kata raisa merebut piring yang sedang dani keringkan dengan lap. "sekarang kau duduk manis saja, karena kau sudah memasak. Jadi biarkan aku yang selesaikan pekerjaan ini." perintah raisa kepada Dani. Tanpa penolakan, ia menuruti kemauan raisa. Raisa mengalaskan nasi ke atas piring Dani. "sekarang ayo kita makan" ajak Raisa dengan senyuman yg sumbringah. "sepertinya kau tampak bahagia. Ada apa sebenarnya? Tidak seperti biasanya kau mau ku ajak makan bersama. Biasanya kau selalu menolaknya, bahkan sekarang kau mengalaskan nasi untukku." tanya Dan penuh selidik. "tidak ada apa apa. Aku hanya mencoba bersikap baik kepadamu. " jawabnya datar. "kau senang karena kau akan berkencan dengan kebaikanmu itu kan" gumannya dalam hati dengan sedih
[29/3 12.19] Teh Yeni: Maksudnya kenalan bukan kebaikanmu
No comments:
Post a Comment