Siang itu, seperti biasa Dani mengajar para mahasiswa-siswinya di salah satu universitas di Jakarta tempat biasanya ia bekerja. Terlintas kembali kata kata yang diucapkan raisa padanya. Ia menghela nafas panjang untuk menenangkan kembali pikirannya. Sambil bergumam sendiri "seandainya kau tau yang sebenarnya pasti kau tidak akan menyalahkanku seperti ini."
"Pak Dani" seseorang memanggil namanya dari belakang dan memecahkan lamunannya. "iya, ada apa? " jawab Dani dan menoleh ke belakang. Terlihat seorang wanita cantik berkulit putih dengan tinggi yang semampai layaknya seorang model menghampiri Dani. Kira kira usianya 28 tahun namun tak terlihat kerutan diwajahnya membuat ia tampak lebih muda 7 tahun dari usianya.
"Pak Dani ayo kita bicara sebentaaaar saja" ucap wanita cantik itu dengan sangat manja sambil menarik lengan Dani dan mengapitnya ditangannya. Merasa risih Dani mencoba melepaskan tangannya "apa apaan kamu ini, ini lingkungan sekolah tak sebaiknya kau berperilaku seperti ini. Jika pimpinan dosen tau kita bisa diskor. "
Tak perlu kau mengkhawatirkan sesuatu yang tidak perlu. Sebab, universitas ini sudah menjadi milik ayahku secara otomatis aku sebagai wakil dr ayahku juga pimpinan di universitas ini memiliki kekuasaan sepenuhnya.
No comments:
Post a Comment