Wednesday, March 27, 2019

Perekat Jiwa Asmara Part 9

Sementara itu, didalam alam bawah sadar raisa ia mendengar suara yang tidak asing yang mengatakan kalau dia bukanlah ayahnya dan memerintahkan raisa untuk berhenti memanggilnya ayah.

Raisa... Raisa... Sadarlah." teriak Dani mencoba menyadarkannya sambil menepuk nepuk pipinya dengan pelan. Mendengar namanya dipanggil,  perlahan lahan matanya terbuka sedikit demi sedikit iapun dapat melihat sosok yang memanggilnya. "Ini tidak benarkan.  Aku bukan anak ayah.  Apa maksudnya? Apakah kamu tau tentang ini Dani" tanyanya dengan setengah sadar. "apa maksudmu, aku bahkan tak mengerti apa yang kau katakan. Sudahlah jangan khawatir, semuanya akan baik baik saja. "tutur Dani menenangkan. "sejauh ini semuanya pasti akan baik baik saja. Meskipun aku tau pada akhirnya rahasia ini akan terungkap.  Tapi,  akan aku coba membuat dirimu tidak terluka.  Aku janji. " gumannya dalam hati.

Apakah yang kulihat hanyalah mimpi?  Tapi...  Ini sungguh sangat aneh yang kurasakan tadi itu bukan seperti mimpi. Gumannya dalam hati masih tak percaya dengan mimpi yang seringkali muncul akhir akhir ini. Ini minumlah!  Perintah Dani menyodorkan segelas air hangat untuk memulihkan kesadarannya. Tanpa berkata apapun,  raisa tak menolak perintahnya dan langsung meneguknya sampai habis. Dani duduk disamping Raisa. Ia meraih tangan raisa dan berkata "jangan khawatir raisa,  aku akan selalu melindungimu dan tidak akan aku lepaskan gengaman tangan ini.  Meskipun kau sangat membenciku. Jelasnya. "Tidak,  siapa yang bilang aku membencimu" jawab raisa asal asalan.  "bahagia mendengarnya, kalau kau tak membenciku" ucap Dani tersenyum manis kepadanya. "Bu... Bu... bukan seperti itu maksudku,  aku tidak pernah membecimu karena aku memang sangat membencimu.. "ralat raisa dengan nada terbata bata seolah ia canggung dengan apa yg baru saja ia katakan. Apalagi setelah melihat senyumannya membuat ia semakin salah tingkah. Sudah,  kita bahas yang lain saja. Kata Raisa mencoba menyembunyikan kecanggungannya. Malam itu,  keduanya saling mengobrol tentang keseharian masing masing.

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...