Tuesday, March 19, 2019

Perekat Jiwa Asmara Part 3

"penjelasanmu sungguh tidak masuk akal. aku tak pernah melihat kebencian dari sorot matamu. ujarnya dan mendonggakkan kepalanya dan mendekati wajah raisa untuk melihat lebih dekat dan memastikan apakah yang diucapkannya sesuai dengan yang dirasakannya. pemuda itu melihatnya lekat-lekat. tanpa disadari wajah mereka sangat dekat. jarak mereka sangat dekat kurang lebih hanya beberapa inci saja. mereka tidak nyaman akan situasi tersebut raisa memilih pergi tanpa mempedulikannya. tapi tangan pemuda itu menghentikkan langkah raisa. ia mengenggamnya sangat erat, saat raisa mencoba melepaskan genggaman tanggannya,ia malah merasa kesakitan."lepaskan" perintah Raisa. "Tidak aku tidak akan pernah melepaskan tangan ini dari genggamanku. karena aku sangat mencintaimu raisa. apa kau tidak mengingat sedikitpun kenangan saat kita saling mencintai. tidakkah kau pikir betapa akau juga sangat tersiksa dengan tingkah konyolmu ini. hentikan sekarang juga. dan mari kita perbaiki semua." "Tidak, aku tidak mau." "baiklah jika itu keputusanmu tapi ingatlah aku tidak akan menyerah raisa, tunggu dan lihatlah. sampai saatnya tiba bertahanlah sampai saat itu. aku akan menjelaskan alasan mengapa aku tetap bertahan hidup menjalani pernikahan yang tak kau harapkan." tuturnya kemudian pergi meninggalkan raisa.

yang masih tak mengerti dengan ucapan suaminya. memang semenjak menikah dengan raisa, dani pemuda tampan itu tak pernah diperlakukan selayaknya dia sebagai seorang suami. hal tersebut sudah berlangsung selama 1 tahun. tapi cinta dani tetap utuh dan tidak memudar sedikitpun.

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...