Tuesday, March 19, 2019

Perekat Jiwa Asmara Part 2

Raisa tak menjawab panggilan seseorang yang berada di balik pintu. terlihat dari balik pintu kamar raisa seorang pemuda tampan berkulit putih dengan 175 cm telah berdiri selama 5 menit. dengan setelan kemeja yang dikenakannya membuat penampilannya semakin mempesona. karena tak ada jawaban. tanpa menunggu jawaban dari raisa, pemuda tampan itu langsung masuk ke kamar raisa tanpa keraguan sedikitpun.

mendengar suara decit pintu terbuka. Raisa dengan sekuat tenaga bangun dari tempat tidurnya dan melayangkan teriakannya. "K-E-L-U-A-R" pemuda tampan itu tak bergeming sedikitpun. dia bahkan tak lari ketakutan setelah mendengar raisa berteriak padanya melainkan sebaliknya ia bahkan malah membalasnya dengan senyuman yang hangat penuh cinta. seolah-olah dia sudah terbiasa dengan situasi tersebut. "sudah kubilang jangan pernah masuk ke kamarku, meskipun kau adalah suamiku. kau masih saja ngeyel. sekarang lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku tambah marah" perintahnya

"jika aku tak menginginkannya bagaimana?" jawab pemuda tampan itu dengan santai. " kau tidak tahu betapa muaknya aku padamu. sejak saat itu, aku memilih untuk membencimu. apa kau tahu aku sangat tersiksa dengan pernikahan ini. semestinya pernikahan ini tak pernah terjadi. jika bukan karena inssiden itu, aku tidak mau menikah denganmu. maka lebih baik kita bercerai saja." jelas raisa dengan lantang.

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...