Sunday, March 24, 2019

Perekat Jiwa Asmara Part 8

Malam semakin larut,  cahaya bulan menyinari langit malam yang gelap gulita. Waktu telah menunjukkan pukul 22.00 wib. Raisa tidak bisa tidur. Ia sangat gelisah karena akhir akhir ini ia sering bermimpi buruk. Oleh sebab itu,  ia tidak dapat tertidur dengan nyenyak meskipun matanya audah

Sudah sangat mengantuk.  Semakin ia mencoba memejamkan matanya ia semakin terjaga.

Karena tidak bisa tidur, raisa memutuskan untuk menonton tv di ruang tengah ditemani dengan segelas susu coklat panas dan beberapa cemilan ringan yang ia ambil dari dalam kulkas. Saat sedang asyik menonton tiba tiba lampu padam. "Ya Ampun.  mati lampu jam segini sungguh menyebalkan." celotehnya meluapkan segala kekesalannya. Sambil mengomel ini dan itu,  ia mencari senter di sekelilingnya sambil meraba raba benda disekitarnya agar ia tidak tersandung saat berjalan.  Ia terus mencari dari laci ke laci lainnya. Tak lama kemudian, akhirnya ia menemukan senternya. Merasa bahagia telah menemukan benda yg dicarinya, ia berteriak kegirangan "yes berhasil" tapi sayang saat hendak akan digunakan senter tersebut tidak dapat ia nyalakan.  Ah...  Sial.  Baterainya habis.  Aku lupa menchargernya. " ujarnya kesal.

Tiba tiba suasana malam itu berubah menjadi sangat mencekam. Kekesalannya kini menjadi ketakutan. Suasana semakin menyeramkan ketika ada suara langkah kaki berjalan menuju ke arahnya. Ia sangat ketakutan badannya gemetar, keringat dingin bercucuran dari kepala dan membasahi dahinya.  Rasa berminat kamit berdoa agar tidak terjadi apa  apa pd dirinya.  Suara langkah kaki semakin dekat, rasa semakin tak dapat mengendalikan rasa takutnya.  Tubuhnya gontai dan hampir terjatuh namun dia tidak jadi terjatuh karena ada sepasang tangan dari arah belakang yang meraihnya. Saat itu juga lampu kembali menyala. "kau tidak apa apa raisa" kata Dani mencoba menyadarkan raisa yang jatuh didalam dekapannya.

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...