Sunday, March 24, 2019

Goresan Pena Part 6

Komunikatif : pandai berkomunikasi
Proaktif : selalu tanggap dan peka terhadap segala hal yang terjadi
Kooperatif : Pandai bekerjasama (tidak mengunggulkan ke-aku-an/egois)
Gigih : Tahan Banting atas segala masalah atau "Tataq" 😅
Cerdas : Open Minded, selalu terbuka dengan hal2 yang baru dan mampu mengolah hal2 tsb dg sebaik2nya.
Mengalir tanpa tenggelam.
Etis : Berakhlaq, Berbudi pekerti yang baik.


Sejauh yang saya ketahui , dalam Teori Psikologi, Faktor2 yang Mempengaruhi Bakat dalam Psikologi adalah 
1. Keunggulan atau potensi individu yang dibawa sejak lahir. 
2. Minat individu yang bersangkutan
3. Motivasi yang dimiliki individu 
4. Nilai hidup yang dimiliki individu
5. Kepribadian Individu
6. Kematangan (Maturity)

*1. Keunggulan atau potensi individu yang dibawa sejak lahir.*
Sebab bawaan akan sangat menentukan sekali pembentukan dan perkembangan teori bakat dalam psikologi individu. Keunggulan yang dimiliki individu ditentukan oleh faktor bawaan dan keunggulan tersebut hanya akan dapat berkembang sampai batas batas tertentu. Lingkungan tidak akan dapat merubah membentuk individu melebihi batas keunggulan yang dimiliki individu.
Contoh : tinggi badan, volume otak, ketahanan fisik, nasib dsb.

*2. Minat individu yang bersangkutan.*
Suatu teori bakat dalam psikologi tertentu tidak akan berkembang dengan baik apabila tidak disertai minat yang cukup tinggi terhadap bidang atau hal yang sesuai dengan teori bakat dalam psikologi tersebut. Misalnya individu yang memiliki teori bakat dalam psikologi cukup tinggi sebagai ahli mesin, apabila ini tidak atau kurang berminat terhadap hal  hal yang berhubungan dengan mesin, maka teori bakat dalam psikologinya tersebut tidak akan dapat berkembang secara baik.


*3. Motivasi yang dimiliki individu*.
Suatu teori bakat dalam psikologi akan menjadi kurang berkembang atau tidak akan menonjol bila kurang disertai oleh adanya motivasi yang cukup tinggi untuk mengaktualisasikannya, sebab motivasi berhubungan erat dengan daya semangat individu untuk mencapai suatu tujuan.

*4. Nilai hidup yang dimiliki individu.*
Yang dimaksud dengan nilai hidup di sini adalah bagaimana cara individu memberi arti terhadap sesuatu di dalam hidupnya, dalam hal ini yang berhubungan dengan teori bakat dalam psikologi sebagai bintang film, teori bakat dalam psikologinya tersebut tidak akan dapat berkembang secara baik bila ia memberi arti yang negatif terhadap profesi sebagai bintang film.

*5. Kepribadian individu.*
Sebab kepribadian ini juga sangat memegang peranan bagi perkembangan teori bakat dalam psikologi individu, misal konsep diri, rasa percaya diri, keuletan atau keteguhan dalam berusaha, kesediaan untuk menerima kritik dan saran demi untuk meraih sukses yang tinggi.

*6. Maturity (kematangan).*
Teori bakat dalam psikologi tertentu akan berkembang dengan baik apabila sudah mendekati atau menginjak masa pekanya. Suatu hal yang sulit bagi individu adalah dalam menentukan kapankah saatnya (pada usia berapakah) seuatu keunggulan atau teori bakat dalam psikologi tertentu sudah matang untuk dikembangkan atau dilatih, sebab untuk masing  masing keunggulan dan untuk setiap individu kemantangannya belum tentu atau tidak selalu sama.


Semua orang memiliki potensi , baik potensi yang bisa diukur (ketahanan fisik, volume otak, tinggi badan, dsb)  dan potensi yang tidak bisa diukur (nasib, misalnya). Nah, potensi2 tersebut ada masanya mencapai kematangan atau kedewasaan (baik pola pikir maupun fisik) yang siap untuk distimulasi dengan ilmu pengetahuan, wawasan ,pengalaman dan lain2.  Yang jelas, kematangan seseorang berbeda-beda, ada yang kematangannya lebih cepat, ada yang normal, pun ada yang lebih lambat. Setelah adanya kematangan yang distimulasi oleh ilmu pengetahuan ,pengalaman dll, maka akan melahirkan nilai hidup atau cara pandang yang berkualitas. Karena cara pandangnya sudah bagus, maka menumbuhkan minat dan derasnya motivasi. Sehingga pada akhirnya dengan kesemuanya itu akan membentuk kepribadian yang utuh. Jadilah dia pribadi yang berminat besar dan stabil untuk mencapai bakat yang matang. 

Contohnya :
Si A mempunyai potensi berupa tangan ,mata, ketahanan fisik dan struktur otak yang mendukung untuk mencerna warna,  skala, estetika dsb. Ketika masih kecil dia akan cenderung menyukai hal2 yang berkaitan dengan merancang atau menata sesuatu. Namun, karena masih belum matang , maka dia hanya berkutat pada hal2 itu saja. Ketika dia sudah berada pada titik kematangan atau kedewasaan baik itu pola pikir maupun fisik. Dan yang jelas kematangan seseorang berbeda2 masanya. Karena anak ini sudah distimulasi dengan banyak ilmu pengetahuan, pengalaman melebihi orang2 yg lainnya . Anak ini matang pada usia 15 tahun, lebih awal dr kebanyakan orang. Dengan kematangan yg didukung dg keilmuwan dan pengalaman tsb, dia mampu memiliki nilai hidup yang baik. Dia mempunyai cara pandang kalau terjun di dunia desain adalah hal yang baik dan bermanfaat. Akhirnya dia mulai muncul minat  untuk terjun di dunia desain. Yang jelas tanpa adanya keterpaksaan karena cara pandangnya sudah benar . Minat tersebut didorong oleh motivasi internal maupun eksternal yang membuat minat tersebut berjalan dengan stabil. Sehingga terbentuklah kepribadian si A yang  percaya diri , gigih, dan mahir dalam dunia desain.

Kepribadian itu bukanlah hal yang paten ataupun permanen dalam hidup seseorang, apakah dengan berubahnya kepribadian akan merubah pula minat ataupun bakat seseorang?

Betul sekali, Kepribadian bukanlah hal yang paten dan permanen dalam hidup seseorang.
Karena dinamisnya kepribadian tersebut, maka "bisa" merubah Minat dan Bakat seseorang.
 Seseorang kalau sudah berkepribadian pesimistis dalam suatu bidang, maka minat seseorang akan semakin kecil atau bahkan berubah untuk cenderung ke minat yang lain.
Dan tidak mustahil, beberapa waktu selanjutnya kepribadian orang tersebut berubah menjadi optimis dan percaya diri, maka minatnya pun semakin besar.
Karena minatnya berubah2 maka Bakat yang "Matang" pun akan berubah2.
Kalau Bakat mentahan(potensi) yaa masih tetap, tetapi lama2 juga akan terkubur juga jika tidak tereksplorasi dengan kekuatan minat.

Manakah yang termaksud unsur bawaan lahir? Minat,  bakat, atau kepribadian?

Yang termasuk unsur bawaan lahir adalah Bakat Mentahan yang masih dalam titik Nol, yang belum dan menunggu untuk dieskplorasi☺.
Berdasarkan pertanyaan itu, maka saya berasumsi bahwa anda *menganggap* kejadian ini adalah Masalah. 
Masalah = Harapan seorang Anak bertentangan harapan orang tua.
Maka, untuk menyikapi Masalah ada dua jalan :

*1. Menyelesaikan Masalah.*

*Bersikap komunikatif* Misalnya dengan memusyawarahkan minat bakat harapan anda dan harapan orang tua. Jelaskan sedetail2nya tentang bakat minat anda, dan pahami betul minat bakat yang diharapkan orang tua. Bandingkan peluang diantara kedua bakat minat tsb. Yakinkan orang tua bahwa peluang dalam bakat minat anda lebih besar dibandingkan apa yang ditawarkan ortu.
Karena kebanyakan orang sering Miss-Communication sehingga berdampak pada kebijakan2 dan keputusan2 selanjutnya.
Komunikasi itu Penting.
*Bersikap etis* : meskipun anda bersikukuh dengan bakat dan minat yang anda harapkan, tetap apresiasi dan hargai apa yang diharapkan orang tua. Bersikaplah seindah mungkin untuk menutupi kekecewaan Orangtua. Kalau bisa beliau bisa terpengaruh sudut pandang anda , sehingga beliaupun menerima bakat minat anda dengan lapang dada  dan bahagia.

*2. Menguatkan diri untuk tidak terusik dengan masalah.*
Caranya?
*Bersikap Cerdas dengan mengubah cara pandang dan Open Minded*
Bisa jadi, cara pandang kita terhadap apa yang diharapkan orang tua masih dangkal. *Sekuat apapun pertentangan kita pada pendapat yang kita lawan , masih ada peluang _kebenaran dan kebaikan_ dari pendapat lawan yang bisa kita pungut*. Berbaik sangkalah, karena bisa jadi apa yang orangtua arahkan kepada anda, adalah yang sejatinya terbaik. Sedangkan apa yang anda harapkan tidak lebih baik dari apa yang orang tua harapkan. 
Jadi pandanglah _dengan perspektif yang tidak menyakitkan._ Silakan memakai kacamata yang lain. Ganti kata  "membatasi" menjadi kata "mengarahkan atau menunjukkan". Yakini itu adalah bentuk kasih sayang orang tua kepada anaknya. Yang jelas tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya jatuh pada hal yang tidak baik. Hanya saja kadang cara orang tua mengungkapkan kasih sayangnya dengan cara yang belum mampu kita talar. 

*Bersikap cerdas dengan membagi waktu utk menunaikan harapan orang tua dengan mengabulkan arahan bakat minatnya sembari anda mengeksplorasi bakat minat yang anda harapkan (sebelumnya).*
Jadii disini manajemen waktunya harus sempurna supaya tidak ada yang terbengkalai.
Jadii berproseslah, dan yakini bahwa tidak ada proses yang sia-sia.
Orang yang mempunyai pemikiran, selalu cakap dan pandai memungut pelajaran dalam setiap hal. 
Memang untuk melaksanakan dua hal sekaligus itu lebih banyak membutuhkan tenaga. Tapi sekali lagi, yakinlah tiada yang sia2.
Ada prinsip yang saya pakai dalam hidup ini supaya saya tidak banyak mengeluh utk brproses

"Dalam Hidup, Lelah adalah kebiasaan, Santai adalah Bonus"
Jika ingin istirahat, Bukan di dunia☺

Jalani, Syukuri, Nikmati.

Bagaimana Cara menyelaraskan beberapa poin tadi agar menjadi kesatuan yang satu?

1. Ikuti Organisasi-organisasi yang ada di kampus. Baik organisasi kecil maupun besar ,baik organisasi internal maupun eksternal. Menurut saya itu akan sangat membantu anda untuk mengasah daya komunikasi, pro aktif, gigih, kooperatif, etika,  kecerdasan dll. Organisasi adalah kampus kedua. Karena disitu Anda akan menemukan sesuatu yang tidak Anda dapat di bangku kuliah. Ikuti , Syukuri dan Nikmati !

2. Jangan lewatkan seminar-seminar , kompetisi-kompetisi, dan event2 yang ada saat anda kuliah. Baik itu sesuai bidang perkuliahan atau bukan. Cari informasi sebanyak2nya tentang event2 tersebut. Jemput Bola!

3. Jangan lupa, nikmati proses perkuliahanmu!
Ikuti kuliah formal di kampus dengan sebaik-baiknya. Perindah hubungun dengan Dosen , teman, kalau perlu para pegawai, staf , dan seluruh Civitas Akademika yang ada di kampus. Dijamin kemungkinan besar banyak manfaatnya.
Bisa jadi, itu juga menjadi perantara keberkahan untuk hidup Anda.


Selamat Sore Cahaya Kehidupan (Nur Hayati) dari Jakarta.

Pertanyaannya.
Sebelumnya kakak menyebutkan diawal tadi pada definisi bakat dan minat poin ke 3,bahwa bakat bisa hilang dengan sendirinya jika tidak diasah.
Pertanyaannya: apakah bakat yang hilang tersebut bisa dikembalikan? 
Terimakasih kak.

Jawaban

Meskipun bakat sudah lama tidak diasah, selagi Potensi masih ada dan Minat serta motivasi masih kuat, Maka tidak menutup kemungkinan bakat itu masih bisa dimunculkan kembali untuk dikembangkan.

NB : terkait pemahaman tentang potensi, minat dan motivasi silakan dibaca di jawaban saya atas 
 
Selamat Sore Salsabila Putri Mahendra dari SMA MUTIARA 17 Agustus.
Semoga selalu Berbahagia dan Merdeka.

Pertanyaan : 
Bagaimana cara kita untuk mengontrol keegoisan dalam diri kita agar mampu menjadi sosok yang mempunyai karakter yang kooperatif?

Usahakan untuk tetap konsisten bergabung dalam kegiatan2 sosial yang bermanfaat dan tanpa pamrih. 
Jangan takut untuk mengambil peran apapun. Dengan begitu, anda akan belajar bertanggung jawab dan merasakan semua posisi yang pernah diperankan orang lain. Ketika anda sudah kenyang pengalaman dan paham atas setiap posisi atau peran. Maka secara otomatis kepekaan anda semakin terasah, semakin kooperatif dan risih ketika hendak egois.

Dan lagi, 
Tuntutlah diri Anda untuk memberikan manfaat, bukan untuk menerima manfaat. 
Kebahagiaan sejati adalah tentang memberi bukan berharap diberi.

“A rich life is lived from a giving heart not a selfish mind.” — Rasheed Ogunlaru
(Kehidupan yang berharga dihidupkan dari hati yang memberi bukan pikiran yang mementingkan diri sendiri.)

 
Pertanyaannya..
Bagaimana cara seseorang yg belum melek agar peka terhadap bakat atau potensi yg dimiliki?

Jawabannya.

Silakan melek dulu.
Lalu sadari kalau anda belum mandi dan sadari kalau mandi itu penting. Dan Akhirnya mau mandi 😅

Maksudnya, Ketahui dan Sadari bahwa Bakat dan Minat itu penting.
Tanpa hal tsb anda tidak akan mempunyai gairah untuk melakukan segala hal. Karena tidak ada kecondongan dan motivasi.
Setelah itu, berproses lah! 
Coba *lakukan* segala hal yang mungkin bisa kamu lakukan. 
Lakukan eksplorasi, Amati mana yang ternyaman, dan Evaluasi mana yang sepertinya ada bakat disitu atau minat besar disitu. Kemudian Fokuslah dan Jadilah Ahli!

Terus Bergerak, sesekali istirahat untuk kemudian bangkit kembali untuk pergerakan yang lebih lincah.

Pertanyaan:
Apakah bakat juga ada karna bawaan dari orang tuanya ? 
Dan saya kuliah di Lingkungan olahraga, nah bagaimana jika kaka mendapati seseorang yang kurang dalam bakat olahraga nya tetapi ia masuk ke jurusan olahraga ?

Jawabannya

Iya. Ada. Bakat ada yang dari bawaan orang tuanya atau faktor genetik. Tinggal mau apa tidak untuk mengembangkan dan mematangkan bakat tersebut.

Langkah pertama, Syukuri anda sudah masuk di dunia perkuliahan, karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama dengan Anda. Anda telah menggenggam sesuatu yang dicita2kan orang lain.
Selanjutnya, jadikan Jurusan tersebut menjadi batu loncatan untuk berproses menemukan bakat yang baru. Karena bakat bisa dibentuk dengan minat yang kuat dan konsisten.

Jika tidak kuat, silakan pindah jurusan. Banyak kasus mahasiswa yang pindah jurusan setelah tahun pertama, tahun kedua, ketiga bahkan tahun2 terakhir. Dan akhirnya mereka mempunyai pengalaman di jurusan sebelumnya sebagai modal untuk mematangkan bakat di jurusan selanjutnya.


Wa'alaikumussalam Wr.Wb.

Selamat Sore Navalisty Titanian Putri, dari Palembang. Kapan- kapan bolehlah saya kira dikirim pempeknya.


Kakak td menjelaskan bahwa seseorang perlu mempelajari cara mengetahui bakat diri sendiri agar bisa mengembangkannya,nah bagaimana cara kita mempelajari nya?

Jawabannya

-Usaha individual
Silakan lakukan segala hal yang mungkin bisa kamu lakukan.
Eksplorasi , dan amati mana yang ternyaman, dan Evaluasi mana yang sepertinya ada bakat dan minat besar disitu.
Fokuslah dan Jadilah Ahli! 

Sebenernya ketika kita sudah banyak bergerak dan berproses maka dengan sendirinya kita akan menemukan petunjuk2 tentang bakat dan minat kita.
الحركة باركة
Dan setiap gerak ada keberkahan.

Hidup itu seperti bersepeda, jika kamu berhenti mengayuh maka   sulit mendapat keseimbangan.
Begitu kurang lebih apa yang dikatakan Albert Einstein.

- Usaha Kooperatif
Cari Psikolog atau pihak yang Ahli. Silakan lakukan Tes Bakat Minat.

Sekian, 
Salam Pempek😉

..

Pertanyannya
kak kalau sampai saat ini saya belum menemukan bakat yang ada, apa artinya saya gak punya bakat kah? Nah kalau bisa bagimana ya caranya untuk menggali bakat yang ada pada diri pribadi?


-Usaha individual
Silakan lakukan segala hal yang mungkin bisa kamu lakukan.
Eksplorasi , dan amati mana yang ternyaman, dan Evaluasi mana yang sepertinya ada bakat dan minat besar disitu.
Fokuslah dan Jadilah Ahli! 

Sebenernya ketika kita sudah banyak bergerak dan berproses maka dengan sendirinya kita akan menemukan petunjuk2 tentang bakat dan minat kita.
الحركة باركة
Dan setiap gerak ada keberkahan.

Hidup itu seperti bersepeda, jika kamu berhenti mengayuh maka   sulit mendapat keseimbangan.
Begitu kurang lebih apa yang dikatakan Albert Einstein.

- Usaha Kooperatif
Cari Psikolog atau pihak yang Ahli. Silakan lakukan Tes Bakat Minat.


Bagaimana cara kita dapat mengetahui bakat kita.  Nah banyak org yg masih bingung dengan bakat nya sendiri?


Masih sama ya😉
-Usaha individual
Silakan lakukan segala hal yang mungkin bisa kamu lakukan.
Eksplorasi , dan amati mana yang ternyaman, dan Evaluasi mana yang sepertinya ada bakat dan minat besar disitu.
Fokuslah dan Jadilah Ahli! 

Sebenernya ketika kita sudah banyak bergerak dan berproses maka dengan sendirinya kita akan menemukan petunjuk2 tentang bakat dan minat kita.
الحركة باركة
Dan setiap gerak ada keberkahan.

Hidup itu seperti bersepeda, jika kamu berhenti mengayuh maka   sulit mendapat keseimbangan.
Begitu kurang lebih apa yang dikatakan Albert Einstein.

- Usaha Kooperatif
Cari Psikolog atau pihak yang Ahli. Silakan lakukan Tes Bakat Minat.



Minat dan Bakat itu Penting.
Dan yang lebih penting lagi adalah "Bermanfaat".
Jangan terlalu lama termenung utk mencari dan menemukan bakat minatmu , hingga kau terlalu lama menutup diri dari kebermanfaatan, kebaikan dan kebenaran.
Diantara tanda kedewasaan adalah mau melakukan suatu hal yang baik dan bermanfaat meskipun  tidak diminati.

Jadilah Berbakat untuk Bermanfaat yang lebih besar.

Sebaik-baik Manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. 

Salam Cinta dari Malang.🍃

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...