Renungan Pembakar Emosi
oleh : Neneng Yuni
Ketika bermunajat kepada allah
Kapan engkau tidak ada?
Ketika Allah selalu ada didekatmu
Namun ...
Engkau berpaling dari kebenaran
Dimana letak perlunya?
Apa ketika kau butuh saja?
Apa kau tidak ingin mengenal Allah lebih lama?
Bagaimana engkau membuktikan keberadaannya?
Sedangkan engkau sendiri masih kaku
Kaku untuk berkata benar
Kaku untuk berhijrah
Kaku untuk beristiqomah
Ketika Bukti sudah ada di depan mata
Namun..
Engkau masih saja tidak percaya dengan Allah
Engakau masih saja memperdebatkan soal ini dan itu
Bahkan..
Engkau lebih tahu dan lebih paham ilmu
Namun...
Hatimu sudah digelapkan untuk berperilaku
Seperti orang-orang yang kurang akal
Menganggap engkau lebih tahu segalanya
Bahkan hingga meremehkan orang lain
Percaya berita yang belum tahu benar atau tidaknya
Mengapa?
Mengapa engkau tidak buktikan dengan pengalaman
Mengapa engkau tidak minta untuk dibimbing
Agar engkau tidak tersesat lebih jauh
Saudaraku...
Aku sayang kalian
Makanya Aku berkata demikian
Agar kalian bisa berpikir dengan mata jernih
Bukan dengan emosi maupun diskriminasi
Agar kalian sadar
Bahwasannya kehidupan hanya halusinasi
Yang menggelapkan jiwa dan membenarkan maksiat

No comments:
Post a Comment