Thursday, September 27, 2018

Intisari Kehidupan

Intisari Kehidupan 





Keyakinan yang engkau miliki, jalan panjang yang engkau tempuh selarut selama ini,
getir yang engkau derita, segala itu dapat engkau pakai untuk merumuskan bagaimana
lagi perjuangan Umat Islam ke depan — setelah ini.
Emtah berapa lagi jatah umat engkau yang masih tinggal, kita tak tahu.
Tahukah engkau, pekerjaan besar ini tidak akan selesai di tangan engkau?
Sejarah berjalan terus, lampau dan datang, kini dan nanti.
Tahukah engkau, bahawa dibelakang kalimat sejarah itu belum ada titik?
Amanat perjuangan itu kini jatuh ke tangan kaum yang lemah Dhu’af a dan Fuqara;
tenaga lemah dan dana tak ada.
Di tangan kaum yang lemah itu tersimpan kekuatan Umat ini. Rahasia kejayaan dan
kemenangan, bulat seluruhnya dalam genggaman mereka.
Innama tunsyaruna wa turzaquna bidlu ‘afaikum! (Hadis).
Kamu akan mendapat kemenangan hanya dengan bantuan kaum yang lemah di antara
kamu.
Bimbinglah tangan Umat ini kembali, bawa mereka ke jalan yang benar!
Jangan dibiarkan Umat ini ditelan kesepian; jangan dibiarkan Umat ini ditakuti oleh
hantu-kesangsian, tanpa pimpinan.
Hidupkan terus api idealisme dan kembangkan sentiasa optimisma dan enthousiasme.
Sinarkan apatisme dan fatalisme, lenyapkan defaitisme, menyerah kepada keadaan
atau menjadi budak dan kenyataan!
Denyutkan kembali jantung Umat ini!
Tegakkan
‘Aqidah Islamiah dalam dada Umat, subur kan “Ibadah!”
Susun Umat ini dalam pola Jama’ah menurut tauladan Sunnah, akhini Firqah!
Jama’ah adalah kekuatan dan kesatuan; Firqah adalah kelemahan, remuk dan
kehancuran.
Hamparkan kembali tikar Ukhwah Islamiah dan Ukhwah Imaniyah di kalangan Umat
Islam ini, tanamkan Mahabbah dan Marhamah!

Usrah- Hasan Al-Banna

No comments:

Post a Comment

Suka dalam Diam

Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...