Kisah yang kandas di tengah perlombaan yang diadakan di uin alauddin makassar. berawal dari temanku potter yang mengajakku lomba essay. entah dengan apa aku langsung mau ikut lomba ketika diajak dia. refleknya diriku ketika itu cerita itu dimulai. aku dan dia berbeda fakultas. potter fakultas peternakan dan diriku fakultas hukum.singkat cerita, aku dan dia mencoba mengagas ide untuk essay. awalnya, dia menyarankan tema untuk lomba ialah bagian hukumnya. muncullah studi kasus tentang ekspor ikan. tapi, ide tersebut terlalu abstrak. hingga entah berapa hari kita ganti ide tersebut menjadi tema kesehatan yang berjudul salep kitkenras. sebelum kita mengangkat salep kitkenras selalu ada saja intrik dari permasalahan. masih teringat belajar cari buku jurnal di cisral hanya untuk mencari ide, makan seblak untuk mencari ide, sampai menceritakan keluarga dulu masing-masing. hingga kedekatan itu dimulai diantara aku dan dia hingga terwujud kita adalah tim yang paling solid hehe. dimana kita saling melengkapi ketika lain hal ada masalah.
diriku yang tak berambisi mengikuti lomba seperti mengalir saja kaya tak ada harapan. namun, dirinya yang begitu ambis untuk ke makassar aku jadi terbawa semangat. karena aku tak ingin mengecewakan tim. jadi, diriku juga termotivasi untuk pergi ke makassar. hingga waktu pengumuman tiba dengan waktu yang sangat panjang yang seringkali diulur-ulur waktu oleh panitia disana. namun, dia tetap memantau hasil pengumuman lomba hingga tengah malam dia mengechat diriku.
dia begitu menggebu-gebu ketika mau ke makassar dan membuatkan proposal untukku dan untuk dia. awalnya, aku senang sekali. namun, di tengah perjalanan fakultas aku tidak mendanai hingga aku hampir putus asa dan aku tetap mengechat semuanya untuk membantuku soal pendanaan ke sana. waktu itu, dia dikabarkan sudah mendapat dana dari fakultas dan pada akhirnya kita mengajukan kepada bem kema unpad melalui teman KKNku.
hingga pada akhirnya, aku didanai dan dirinya tidak didanai difakultas. jadi, posisinya seperti terbalik ketika aku tidak didanain fakultas. karena judul yang kami buat tak sesuai fashion fakultas masing-masing. memang ribetnya berbeda fakulta untuk mengikuti lomba saja.
nasib buruk pun dilalui diriku saat itu aku yang tiba-tiba didanain rektorat jadi hanya reimburse pendaftaran saja tidak transportasi. aku menangis ketika itu. hingga pada tengah malam bem kema unpad baru mengechat aku lagi katanya direimburse semuanya. namun, aku bingung uang darimana kalau di reimburse? aku chat sana sini yang bisa bantu aku hingga hampir putus asa lagi. aku menangis sekali saat itu hingga ibuku juga menangis melihatku bersedih yang ingin bersikeras pergi ke makassar. padahal, awalnya aku fine fine saja waktu ikut lomba.
tepat pada hari minggu, panitia dari makassar dan temanku potter banyak mengajakku ke makassar tapi aku belum punya uang sedikitpun untuk pergi kesana. hingga sore hari, dokter yang baik hati mau menolongku atas pertolongannya Allah mau meminjamkan aku uang dengan reimbursenya nanti dari rektorat. akhirnya aku bisa memesan tiket dan membayar akomodasi serta perjalanku ke makassar dengan temannya potter. walaupun aku bersedih hati tidak bisa bersamanya untuk pergi kesana. sampai-sampai disana aku sering menceritakan kebaikan dirinya karena dia ketua timku yang terbaik.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Suka dalam Diam
Senyumannya masih terbayang dalam fikiranku. Senyum manis yang tersirat ketika ia bertemu denganku. Ketika bersama dengannya jantungku berde...
-
Orang mencari sekedar yang manis Tak mencari rasa pahit Dikala kenangan itu terasa kritis Maka akan dibuang habis Entah.. ...
-
sudah tanggal 20 namun tak ada kabar yang muncul. apakah aku bisa ke turkey? aku tak memiliki apapun hanya Allahlah yang memiliki segalanya....
-
Catatan 26-28 April 2019 Ketika menjadi panitia youth leadership training ini aku mengambil sebuah hikmah yang saat itu aku sedih...
No comments:
Post a Comment